
Malam harinya
"Ka, kita gak pake tour guide?" tanya Samuel.
"Gak usah. Biar asik kita cari aja sendiri pake bantuan google" jawab Aska.
"Ntar nyasarr" sahut Aksa.
"Ya.. jangan sampe nyasar" jawab Aska simple.
"Gue tu berasa pengen nabok lo tau gak?!" kata Ica.
"Nggak" jawab Aska cuek.
"Ziaaa lakiluuuu!!" Zia cengengesan.
"Eh, makan apa kita malam ini saudara-saudari?" tanya Tania.
"Dah lapar ya Bu?" kata Jimmy.
"Udahhhh" serobot Qiara.
"Yaudah kalian besiap sana. Biar beli makan malam diluar" suruh Ivan. Mereka pun mempersiapkan diri.
Beberapa menit kemudian, mereka pun pergi dengan mobil yang tadi di sewa Aska. Mobil itu akan di sewa selama mereka di Padang.
Aska mengajak Squad blangsak makan di restoran dekat jam gadang. Pemandangan jam gadang malam hari benar benar cantik indah di pandang.
"Jam Gadang adalah Menara Eiffel versi Sumatera Barat" ujar Samuel.
"Bay the way, kenapa namanya jam gadang?" tanya Alya.
"Karena jam nya gak pernah tidur. Kan kalau gak tidur namanya begadang. Jadi, jamnya di kasih nama jam gadang" jawab Dimas ngawur.
"Laki gue jeniusnya luar biasa" ledek Tania.
"Otaknya tinggal seperempat. Yakin gue yakin" ledek Ivan. Mereka tertawa ngakak.
"Setau gue sih “gadang” dari bahasa Minangkabau itu artinya besar. Nah karena itu besar, makanya namanya jam gadang" ujar Ica.
"Kita cek Google dulu biar gak pada ngawur" kata Zia sambil mengeluarkan iPhone XS Max nya.
"Zi, hp lo gak ganti ganti?" tanya Samuel. Zia membolak-balik hpnya.
"Kagak" jawab Zia.
"Case nya juga gak ganti?" tanya Qiara ketika melihat case yang dikasih Aska.
"Kemaren kemaren gue pake case yang biasa. Ini baru ganti setelah di cuci. Kenapa?" Jawab Zia.
"Lo kok.. hemat banget sih??" tanya Alya heran.
"Mertua lo punya toko hp lengkap. Laki lo juga tajir melintir. Lo juga, banyak uang. Ngapa hp netep itu itu mulu dari taun ke tahun" kata Tania.
"Ini hp penuh sejarah. Lagian gak ada masalah sama hpnya. Kalau casenya ini nih, si Aska beliin baru tapi modelnya sama" jawab Zia santai.
"Udah serah dia aja serah. Daripada ngamuk di terkam lu pada" sahut Dimas.
"Lu yang gue ter---"
"Terkam aku aja gak usah Dimas" potong Aska.
"Cie cemburu cieee" goda Alya. Mereka tertawa lagi.
"Jadi, jam gadang tadi apaan?" tanya Jimmy setelah tertawa.
"Nahkan lupaa. Gegara lu sih Sam"
"Gue juga yang kenaa" keluh Samuel.
"Hahaha"
"Nah, nih jumpa"
"Jam Gadang adalah nama untuk menarajam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti “jam besar”." Zia membaca artikelnya.
"Benerkan jawaban gue" Ica sombong.
"Iya ca iya karepmu" ujar Alya sambil senyum maksa.
"Jam nya ada baterainya kan ya?" tanya Dimas.
"Dim, plis jangan bikin tangan gue nge-geplak pala mu!!" Qiara kesal.
__ADS_1
"Hahaha"
Makanan yang mereka pesan pun datang.
"Wahh.. gue yakin seribu persen. Kalian kalau bawa gituan jatuh plus pecah duluan tuh hidangan" ujar Refiona terkagum pada pelayan yang membawa banyak piring ditangannya.
"Bener fi bener. Kok orang disini bisa kek gitu ya?" tanya Ica.
"Itu karena terbiasa. Sama kayak kamu yang terbiasa mencintaiku" jawab Ivan.
"Gue merinding.. Fix Ivan kerasukan!!"
"Bwhahahahahaa"
★★★★
"Huaahhh, laperr" keluh Zia
"Askaa. Askaaa sayangg" Zia membangunkan Aska.
"Hm?" tanya Aska.
"Laperrr" keluh Zia sambil menoel-noel pipi Aska.
"Mau makan apa?" tanya Aska dengan mata masih terpejam.
"Sate Padang" jawab Zia. Aska memaksakan matanya untuk terbuka. Di lihatnya jam yang ada di kamar villa.
"Jam dua pagi emang ada sate padang sayang? Tunggu besok aja ya" ujar Aska.
"Tapi maunya sekarang" Aska memejamkan matanya. Zia beranjak dari tempat tidur.
Aska langsung menarik tangannya hingga terjatuh lagi ke tempat tidur dan berada tepat di pelukan Aska.
"Awasss" berontak Zia.
"Sayangg" panggil Aska dengan suara seraknya.
"Aawass" Zia menggeser kan tangan Aska yang menghalanginya. Setelah berhasil dia beranjak pergi. Tapi gagal lagi karena Aska menarik tangannya dan mendekapnya erat.
"Besok pagi aja ya sayang. Aku beliin se-gerobaknya sekalian yaa" bujuk Aska.
"Isssss!!" Zia kesal.
Mendengar Zia diam, Aska pun bersuara lagi, "Gak jadi beli kan?"
"Sayang?"
"Sayang? Zia?" Panggil Aska sedikit panik karena Zia sudah tidak memberontak. Aska bangkit melihat keadaan Zia. Dan ternyata Zia tidur.
"Imutnya istriku" puji Aska sambil mengecup kening Zia berkali kali. Gak lama kemudian Aska pun juga tertidur.
~>~>
Keesokan paginya..
Zia sedang berdiri di balkon sambil menikmati pemandangan indah, ditemani segelas susu hangat. Dia tidak menyadari kehadiran Aska.
"Gak salah tempat kan, kita liburan kesini" ujar Aska berbisik tepat di dekat telinga Zia. Zia kegelian lalu berbalik.
"Morning sayang" sapa Zia lalu mengecup bibir Aska sekilas.
"Ahhh.. kamu godain aku?" tanya Aska.
"Nggak" jawab Zia cengengesan.
"Bagaimana tidurmu? Nyenyak?" tanya Aska.
"Sangat nyenyak karena berada di pelukanmu" Zia berbalik.
Aska menariknya kemudian membalik tubuhnya. Mereka berhadapan lagi. Ketika Aska ingin nyosor, Zia menahan bibir Aska dengan tangannya.
"Tidak akan ku berikan jika tidak ada sate Padang" ujar Zia senyum. Dia melepaskan diri dari kepungan Aska lalu pergi keluar kamar.
Aska menatap istrinya kesal. Dia pun ikut menyusul sang istri. Ternyata diluar rame. Yang lain sedang berkumpul.
Aska melihat ke istrinya yang cengengesan sambil mengangkat dua jarinya. "Kemana kita hari ini?" tanya Tania.
"Lobang Jepang?" usul Refiona.
"Setelahnya ke Pantai Air Manis" sahut Aksa.
"Nah Topp" balas Jimmy.
__ADS_1
"Bersiaplah. Kita akan sarapan pagi diluar lalu berkeliling kota Padang"
----------
"Aku udah pesan sate Padang sesuai keinginan kamu. Apa hadiah untuk itu?" bisik Aska pada Zia.
"Tidak ada" jawab Zia santai. Aska menatapnya kesal. Zia cengengesan.
"Ini tempat rame sayang, jangan sekarang" bisik Zia.
"Oh iya. Jaga mata kamu itu, jangan jelalatan!!" lanjutnya. Sekarang gantian Aska yang cengengesan.
"Tatapan ini hanya untukmu sayang" bisiknya. Mereka berdua berpandangan sambil senyum senyum.
"Woi liat lokasi kek. Rame gini jugaa!!" protes Aksa.
"Ganggu aja sii lu ah" balas Aska. Mereka tertawa.
Makanan mereka tiba. Sarapan pagi dengan nasi Padang. Terkecuali Zia, dia makan sate Padang untuk mengisi perutnya.
Setelah selesai, seluruh makanan yang mereka makan pagi ini dibayar oleh Aksa. "Nah gitu dong" ujar Jimmy. Mereka tertawa lagi.
"Eh betewe, Eza kemaren gak jadi diajak?" tanya Qiara.
"Ntah siapa kemaren yang ngajak. Keknya gak ada ngajak deh" jawab Ica.
"Lupa gue ajak si Eza" kata Jimmy.
"Maklum faktor U" sahut Alya.
"Hahahaha"
"Dia sama Shinta gimana?" tanya Zia.
"Baikan katanya" jawab Samuel. Zia ber 'oh' ria.
"Yoda skuyy ke Lobang Jepang" ajak Tania.
"Kuy" mereka kembali ke mobil dan melaju ke Lobang Jepang.
~
Mereka sampai di pintu masuk Lobang Jepang.
"Gue baru baca artikel, kalau mau masuk Lobang Jepang tuh harus melewati tangga dengan kedalaman 64 meter dan 132 anak tangga. Wah, sanggup gak ya gue?" tanya Alya.
"Kalau kamu gak kuat ada aku sayang, tenang aja" balas Jimmy.
"Piuit" ledek Dimas. Mereka tertawa.
"Jadi ragu mau masuk gue" ujar Tania.
"Santai, kita awali liburan dengan yang ekstrim" kata Aksa.
"Huh"
“Tahanan yang tewas akan dipotong-potong di meja itu lalu potongannya dibuang di lubang ini. Mengapa dipotong? Agar tidak nyangkut di lubang yang mengarah ke Ngarai Sianok sehingga jasadnya akan sulit ditemukan.” Ica membaca artikel.
"Gimana kalau setelah ini kita ke Ngarai Sianok?" ajak Ica.
"Gak deh ca, makasih. Gue gak sanggup membayangkannya" ujar Qiara.
"Gak usah dibayangkan" sahut Aska.
"Lo ada masalah hidup apa sih ka? Keknya pengen banget gue bunuh" tanya Qiara sinis. Aska dan yang lain tertawa.
Mereka mulai masuk ke Lobang Jepang di pandu oleh sang pemandu wisata.
_______________________
Mon maap kalau ada kesalahan 😂 author bukan orang Padang 😂🙏🏼
Oiya btw, sambil nunggu up nya cbb yang terlalu lama, jangan lupa baca novel author yang lain yaa 😂
Judulnya :
1.) Four Crazy Girls
2.) A B I D
-mg
_______________________
__ADS_1