Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
SMA


__ADS_3

"Aaaa kiyuttttttttt" ujar Zia saat melihat Ica yang memakai baju SMA. Mereka sedang berbelanja sekarang.


"Kenapa harus beli coba? Cuma pake sehari doang" komen Dimas.


"Emang baju lu muat? Cuma berapa ribu juga. Lebih mahal lu beli diamond di mobile legend" cibir Tania.


"Mamposss.. embat tan embattt" sahut Alya.


"Tidur diluar yes yesss" sahut Zia.


"Ziaaa, Alyaaa" protes Dimas. Zia dan Alya tertawa.


"Iya iyaa.. beli deh beli. Beli yang kamu mau" suruh Dimas. Tania tersenyum manis ke Dimas.


"Maaciii" ujar Tania.


"Apapun untuk kamu" jawab Dimas.


"Bacot" balas Tania lalu pergi memilih baju. Dimas terkejut. Sedangkan yang lain tertawa.


Para cewek pun menghampiri Tania. Aska beserta yang lain menunggu di sekitaran situ. Sekalian memilih baju juga.


"Gila demi apa, bini gue galak bener" ujar Dimas.


"Maklumin aja cuy. Si Alya juga sering gitutuhh" balas Jimmy.


"Kata Aksa bumil sensitive. Jangan sering sering buat marah. Terus itu turutin kemauannya" jelas Aska.


"Maksud lu Aksa?" tanya Ivan.


"Aksa belom mati. Dia masih hidup. Beberapa hari yang lalu, dia cerita ke gue kalau dia selamat. Yang meninggal dan mukanya hancur waktu itu. Itu bukan Aksa" jelas Aska.


"Kenapa gak ajakin sekalian geblek, kan mantep nih, Aska dua" ujar Jimmy.


"Mana mau tu anak" jawab Aska.


"Udah coba ajak?" tanya Dimas


"Belom sih, tapi dia tu..."


"Aksa mah jarang maen. Dirumah mulu. Sampe sekarang juga gitu kan?" potong Samuel.


"Hem.. sama kayak lu" jawab Aska. Samuel cengengesan.


"Ajigileee... Bini siapa itoo" tanya Jimmy saat melihat Alya dan keempat temannya muncul dengan seragam SMA.


"Ahhh kiyuttnyaaa istrikuu" ujar Aska sambil menghampiri Zia.


"Opppp.. jan deket. Single Forever" ujar Zia. Zia dan teman ciwinya yang lain tertawa.


"Wah kacau nih. Bisa diembat cogan SMA kalau gini" ujar Ivan was-was.


"Takut ilang yaa? Gak perlu takut. Aku setia sama kamu kok. Kamu dihati aku, kalau yang lain di WhatsApp" goda Ica.


"Lah?!!" tanya Ivan. Ica dan temannya yang lain tertawa lagi.


Pandangan Ica dan keempat temannya pun berpindah kesuatu tempat. Suami mereka berbalik dan melihatnya. Ternyata ada kafe yang menjual ice cream dengan berbagai toping dan berbagai pilihan rasa.


Mereka menatap jantan yang notabenenya suami mereka dengan tatapan memelas. Hal itu membuat para lelaki tertawa karena tingkah Ica dan temannya.


Ivan dan keempat temannya menghampiri pasangan masing masing. Menarik tangannya lalu pergi beli ice cream.


—•••••∆•••••—


"Morning" sapa Zia pada Aska yang baru bangun. Aska tersenyum lalu mengecup bibir Zia. Zia tersenyum manis.


"Semangat banget sih?" tanya Aska.


"Yaa gimanaa. Mau liat cogan" jawab Zia santai.


"Eeeeeeh" balas Aska. Zia cengengesan lalu mendekat ke pelukan Aska.


"Sampai kambing beranak kucing, kamu tetap dihati aku. Dan gak akan pernah berganti" ujar Zia. Aska memeluknya erat.


"Belajar gombal darimana?" tanya Aska.


"Kamulah" jawab Zia santai.


"Aku gak pernah loh gombal kambing beranak kucing" jelas Aska.


"Emmmmmm" Zia berfikir. Aska tertawa sambil mengelus pipi Zia.


"Aku seneng tiap pagi liat muka kamu. Liat wajah kamu yang baru bangun tidur. Itu sama kayak vitamin buat aku" kata Aska.


"Emmm.. balas gombal ya ini? Dalah nceng. Kamu kan raja gombal" balas Zia cengengesan sambil pergi dari dekat Aska. Aska menariknya hingga terjatuh lagi ke tempat tidur.

__ADS_1


Aska pun berpindah ke atas tubuhnya.


"Jangan genit, jangan macem-macem. Awas aja kamu kalau macem macem. Aku kurung kamu" ancam Zia.


"Lah kok kamu yang ngancem coba?" tanya Aska bingung.


"Yeee.. cowokkan liat yang glowing, yang sexy langsung di deketin. Minta nomor WhatsApp nya. Terus tu jad--" Aska mengecup lama bibir Zia agar berhenti bicara.


"Sampai kadal berubah jadi anakonda, kamu tetap bidadari dihatiku" ujar Aska. Mereka berpandangan lalu sama sama tersenyum.


Zia mendorong Aska.


"Daalaaaah" ujar Zia lalu pergi.


"Pipinya gausa merah gitu dong buuuu" ledek Aska.


"Ga dengeerrrrr" balas Zia. Aska cengengesan.


★★


"Hyaah, rada aneh gitu rasanya" ujar Qiara, mereka sudah tiba diparkiran SMA.


Kemaren mereka sudah mendapatkan izin dari pak Adit untuk datang ke SMA.


"Iya bener. Huhh" balas Alya.


"Kita ngapain ya di SMA?" tanya Tania.


"Dagang cilok tan" balas Ica.


"Hahahaha"


"Gue serius marpuah" balas Tania.


"Lu sih aneh" balas Ica.


"Keliling keliling aja. Nostalgia" jawab Zia.


"Oi, ajibb dahh. Makin cantik ya lu pada" sahut seseorang.


"Loh ezaaa" ujar Zia. Eza tersenyum lalu bertos pada kaum Adam.


"Bini lu mana?" tanya Jimmy.


"Emm.. itu. Gue mau jadi duda. Kemaren ketahuan selingkuh" jawab Eza.


"Gila lu emang, bini bagus bagus malah selingkuh" ceramah Ivan.


"Kesalahan teknis cuy beneran" balas Eza.


"Ceritanya gimana?" tanya Dimas.


"Nanti gue ceritain" jawab Eza.


"Woi" teriak seseorang.


"Woilahh.. jojoo" sapa Ivan. Joshua tersenyum. Dia datang bersama dengan seorang wanita cantik yang kemungkinan istrinya. Joshua juga menggendong anak perempuan yang cantik.


"Ciaaaaah.. dah punya keturunan lu" goda Jimmy. Joshua tersenyum.


"Cici, sapa dulu temen papa" Joshua berbicara pada anaknya.


"Ni Hao kakak" ujar anaknya Joshua.


"Kok kakak? Opa sama Oma panggilnya" ujar Joshua.


"Kan masih muda pa. Masa Cici panggilnya opa sama oma" ujarnya dengan logat anak anak.


"Papa kamu anehkan?" tanya Zia. Cici mengangguk, membuat Zia gemas padanya.


"Aaaa kiyowoo" balas Zia.


"Blasteran Indonesia-China ya?" tanya Aska. Joshua mengangguk.


"Mantep dah" balas Jimmy.


"Gila bener. Kita kayak siswa siswi SMA Kebangsaan tau" ujar Eza.


"Kita alumninya" jawab Tania bangga.


"Wiiww, gue rindu lapangan tempat tarung beladiri" ujar Zia.


"Gue rindu apa ya?!" tanya Eza.


"Lu rindu sama gue kayaknya za" sahut Jimmy.

__ADS_1


"Gue normalll. No gay gay an" balas Eza.


"Hahahahahaha"


"Eh iya, kenalin. Ini istri gue. Orang Cina asli. Tapi bisa bahasa Indonesia kok" ujar Joshua.


"Hai. Nama saya Yue Yan" ujarnya masih tergugup gugup.


"Gue bingung panggil apaan" ceplos Tania.


"Sama gue juga bingung" sahut Alya.


"Panggil aku Yue" kata Yue


"Ni Hao Yue" ujar Zia.


"Ni Hao" balas Yue Yan.


"Dih sejak kapan jago bahasa cina?" tanya Ivan.


"Gue kan tau apapun" Zia menyombongkan diri. Mereka tertawa.


"Taunya cuma Ni Hao doang karena si Cici yang bilang. Benerkan?!" tebak Aska. Zia mengangguk.


"Dasar gelo" ledek Tania.


"Hahahaha"


"Dalaa yuk masukk" ajak Zia. Mereka pun menyusuri setiap lorong yang ada di SMA itu.


¶~¶


"Jadi tu gini. Kemaren pas gue baru balik dari Singapura. Tiba tiba gue dikamar hotel tanpa baju. Terus ada cewek sexy body aduhai..."


Pletakk!


Jimmy menggetok kepalanya. Mereka berada dikantin memakan makanan yang dikantin, dibayarin Ivan.


"Betapa tidak ada akhlaknya manusia satu ini" cibir Alya.


"Hiya! Gue cowok normal wei" balas Eza.


"Gue normal, tapi gak kayak lu" sahut Aska.


"Ya maap kan khilap" jawab Eza.


"Lanjut" suruh Dimas.


"Cewek itu samperin gue langsung nyerang gue. Eh tiba tiba, Shinta dateng. Udah gue jelasin salah paham. Eh dia mau minta pisah" jawab Eza.


"Gak lu bujuk?!" tanya Qiara dengan tatapan sinis.


"Udahh, tetep kekeh gak mau" jawab Eza.


"Bujuk laaa. Cemen banget lu. Kalau lu lepas, berarti lu gak sayang sama Shinta" ceramah Samuel.


"Udah coyyy"


"Pake 2001 cara lah!" sahut Tania.


"1001 gak si?" tanya Ica.


"Enakan 2001, lebih mahal" jawab Tania.


"Lah kalian bahas apa?" tanya Joshua.


"Ntah" jawab Ica dan Tania. Mereka tertawa.


"Gini lo bro. Gue jadi penasehat cinta ni sekarang" ujar Jimmy.


"Penasehat cinta apa. Gosa dengerin, dia sering bohong" sambar Alya.


"Mamposs luu" bales Dimas sambil ngakak smabil melempar kuaci.


"Kampret lu dim" balas Jimmy.


"Seharusnya kamu bujuk dia kalau kamu bener bener sayang. Kamu berjuang semampu yang kamu bisa. Jangan langsung menyerah. Itu saran saya" ujar Yue dengan bahasanya yang kaku.


"Noh dengerin," balas Qiara.


"Gumawo sarannya Yue, gue bakal coba bujuk lagi nanti" balas Eza.


"Eza goblokk. Gumawo-kan bahasa Korea" protes Zia.


"Hahahaha"

__ADS_1


________


Ni Hao ; Halo


__ADS_2