
Di pagi hari yang cerah. Teman-teman Zia masih tidur dan beristirahat, tetapi tidak dengan Zia. Dirinya sudah bangun dan berolahraga sendiri sambil menikmati udara pagi yang segar.
Zia mengira hanya dirinya sendiri yang sudah bangun. Tapi kenyataannya Zia tidak sendiri karena Aska juga sedang berolahraga mengitari villa, menikmati suasana puncak pagi hari.
Setelah selesai berolahraga, Zia kembali ke villanya. Melihat teman-temannya masih tidur, Zia pun ke dapur mencari minum. Kemudian Zia memanggil juru masak untuk menyuruhnya membuat sarapan.
Karena merasa gerah habis olahraga, Zia berniat untuk berenang. Ia mengambil baju renang dan mengganti bajunya yang basah penuh keringat.
Sesampainya di kolam renang, Zia pemanasan. Setelah pemanasan selesai, Zia langsung menceburkan diri dan mulai berenang.
Aska yang juga ingin berenang pagi itu tidak mengetahui kalau Zia juga berada di sana. Ketika Zia selesai, ia keluar dari kolam memunculkan kepalanya dan membuat Aska terkejut.
"Astaghfirullahalazim. Sorry, gue gak tau lu juga di sini," ucap Aska canggung. "Dih sok iye. Ngikutin gue ya lu?!" tanya Zia penuh curiga.
"Ge-er amat jadi manusia. Gue mau berenang lah." Aska mulai berancang-ancang untuk masuk ke kolam. Zia sedikit panik, "Ishh, tunggu-tunggu. Gue keluar dulu baru lu masuk."
"Udah gak usah keluar, kita berenang bareng aja," kata Aska menggoda Zia. "Ogahhh! Balik badan cepett, gue mau naik."
"Kalau gue gak mau?"
"Balik badan, Askaa!! Gue udh kedinginan inii."
"Iya-iya bawel amat!" Aska mulai membalikkan badannya. Zia naik dan berjalan di pinggiran kolam.
Sialnya, jalan yang sedikit licin membuat Zia terpeleset. Karena posisinya Zia tidak jauh dari Aska, dengan sigap Aska menahan Zia agar tidak terjatuh. Tetapi karena kurang keseimbangan, keduanya pun jatuh ke kolam bersamaan.
Tanpa mereka sadari, Ivan juga ada di sana. Melihat mereka berdua jatuh, Ivan malah ngakak. "Sweet banget yaa nyemplung barenggg," ledek Ivan.
__ADS_1
"Bivan monyet! Lu bukannya bantu guee, malah ngakak di sana. Temen lu ini tu otaknya mesum, bantu gue cepet!" omel Zia.
"Bodoamat ahh. Mending gue tidur lagi, byee." Ivan langsung pergi meninggalkan Zia. "WOILAHH! BIVANNNNN!!!"
"Ah kamprett." Aska mentapnya kesal. "Udah, gak usah teriak, ini masih pagi," omel Aska dengan suara yang tegas. Ia berusaha keluar dari kolam sendiri. "Mau gue tolongin gak?"
Tanpa menjawab, Zia menjauh dari Aska dan mencari tangga agar dirinya bisa keluar sendiri. "Di tolongin orang ganteng gak mau? Oke, terserah." Aska beranjak pergi meninggalkan Zia.
Zia tidak perduli, tapi kini dirinya mulai kesulitan menuju tangga karena sudah kedinginan. Aska merasa tak tega, Ia berbalik. "Gengsinya di gedein sih. Siniin tangan lu, biar gue bantu naik."
"Gak usah nolak kali ini, gue gak mau lu sakit."
...—·—...
Jam tujuh lewat seperempat. Mereka semua sudah bangun, dan sekarang sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.
"Gue nanya malah nanya balik, Jimmik. Ini kasian monyet gue di rumah, dia pasti rindu sama gue." Spontan semua tertawa ngakak. "Kasihan banget liatnyaa, efek kelamaan jomblo sih ini."
"Anjj lu, Al!" Alya tertawa.
"Ini terserah kalian mau pulang jam berapa. Tanya Joshua deh tuh, dia ketuanya," kata Zia. "Agak siangan aja kali ya?" tanya Joshua meminta saran.
"Terserah, gue manut."
"Yang lain bagemana? Setuju gak?"
"Manut!" jawab mereka serentak.
__ADS_1
"Oke, ntar agak siangan kita balik."
"Btw, kalian tau gak? Besok kita harusnya dapat traktiran!" kata Ica mengubah topik. "Bener si Ica. Ada dua pasangan, ehh, hemmm empat orang lah, lumayannn. Empat orang traktiran."
"Hah? Apaan siapa? Kenapa?" tanya Tania bingung. "Ituu, tadi malam si Sam baru jadiannn sama Qiara."
"Uwiii, ehmm..." kata Eza mengode.
"Terus satu lagi siapa?"
"Si Cici."
"Lah kok gue ?" tanya Zia heran. "Iyalahh, kan lu tadi pagi berenang berdua sama Aska. Nyemplung barengan ke kolam, aww sangat sweet," jawab Ivan menggoda.
"Pakyu, Van!" Ivan cengengesan.
"Hadeehhh... sakit hati abang," kata Eza mulai perangai buruknya. "Bersabar ya, nak. Bukan jodoh kamu," kata Alya sambil menepuk punggung Eza. "Aduh, sakit goblookk!"
"Hahahaa!"
"Lu pada gak usah percaya, si Ivan mah sotoy.Tadi gue cuma keluar kolam, terus itu mau jatuh. Muncul si Aska, dia nolongin gue. Karena gak seimbang gue sama Aska jatoh bareng-bareng ke dalam kolam."
"Oh."
"Oh doang anyinggg? Gue tandain lu semuaa!"
^^^Revisi, 2021.^^^
__ADS_1