
Mereka berdua tiba di big home Hitler tepat pukul setengah delapan.
Sebelumnya mereka sempat berhenti, sekalian sholat Maghrib di masjid terdekat.
"Assalamualaikum, princess datanggg!!!" teriak Zia keras.
"Gak usah teriak bisa?"
"Aaaaa" Zia berbalik memeluk Aska.
"Eh kenapa?" tanya Aska.
"Titisan setan!" kata Zia sambil menunjuk Zean.
"Adek gak ada akhlak emang" keluh Zean lalu pergi. Aska tertawa.
Zia melepas pelukannya dengan Aska dan langsung menghampiri keluarga yang berkumpul di ruang tamu.
"Lari teros lari! Gasadar apaa bawa nyawa di perut?!" tanya Mamanya sinis. Zia cengengesan lalu menyalami satu persatu keluarganya.
Aska yang baru datang juga ikut menyalami lalu duduk di sofa sebelah Zia.
"Ma, Zia mau tanya"
"Tanya apa?" Mamanya menatap Zia.
"Bang Ze ada titisan setannya ya?"
"Bwhahahahahaa" tawa Zai dan Luis paling keras.
"Akhlaknya dijual ya gini" cibir Zean lagi.
"Loh, Zia tanyaa tau. Semalam abang tiba-tiba dirumah, ehh tadi juga tiba-tiba muncul ya Zia kan bingung jadinya" kata Zia.
"Banyak cerita" Zia tertawa.
"Rame banget" sahut seseorang.
"Eh??? Tante? Kapan kesini?" Zia menghampiri Yossie menyalami tangannya.
"Kamu kemari dua hari yang lalu. Ada tante jugaa, kenapa masih tanya?" tanya Papanya.
"Hah?" Zia berbalik.
"Fiks inimah fiks, otak Zia lagi proses transformasi" cibir Luis.
"Sepupu setan!!" Mereka tertawa.
"Zafrann mana?" tanya Zia.
"Tidur dikamarnya, gak usah ganggu lo!!" suruh Zean.
"Dih, iya loh ah" jawab Zia.
"Karena Zafran bobo, jadi hadiahnya kasih ke Lucas yaa" Zia mensejajarkan tingginya dengan Lucas.
"Jadi, Zaflan ga dapat ya aunty?" Lucas memanggil Zia aunty karena dia bingung harus memanggil apa. Kalau dalam keluarga, Lucas lebih tua dari Zia. Sama seperti Luis yang lebih tua dari Zia.
"Dapat, tapi nanti. Punya kamu dulu ini" jawab Zia.
"Hadiahnya mana aunty?" tanya Lucas.
"Masih di tokonya, belum aunty beli" jawab Zia cengengesan.
"Sumpah deh sumpahh!! gue pengen tendang ni anakkk dari bumi" cibir Zean. Semua tertawa.
"Gaboleh syirik bang. Abang dah gede juga, anaknya udah dua masih aja pengen dapet hadiah" balas Zia.
"Kan gak nyambung kan!!" Zia tertawa.
"Sayang, mana hadiahnya?" Tanya Zia.
"Dimobil, besok aja kasihnya" suruh Aska.
"Dihh, bukannya diambil sekalian. Sini biar aku ambill" Zia minta kunci mobil.
"Besok ajaa"
"Iyaa, besok aja. Lucas juga belom pulang besok" kata papanya.
"Yadeh yaa"
"Besok aunty Zia kasih yaa" Lucas mengangguk pelan.
"Aaah kyutnyaa"
"Gak terasa Lucas, si kang kopi dah gede" Zia menghampiri Lucas lagi, saat ini Lucas berusia hampir lima tahun.
"Kang kopi, kang kopi. Lo kira adek gue orang susah apa jadi kang kopi?!" tanya Luis sinis.
__ADS_1
"Ni lah ini, gak hits!! Sering-sering nonton tipi boss. Kang kopi di tipi gantengnya valid!!" jawab Zia.
"Kak Febby pasti tau lah" Zia melirik Febby.
"Cobain Kuyy!!" ujar mereka berdua lalu ketawa.
"Aaa, tau gue tau. Orang Korea kan?" tanya Zai.
"Ho'oh, ganteng ah pokoknya. Bobrok bangettt sefrekuensi sama gue" jawab Zia bangga. Aska sudah menatapnya tajam, bahkan sangat tajam.
Sebenarnya Zia merasakan tatapan tajam dari Aska. Namun dia mencoba untuk tidak memperdulikan dan berusaha bersikap tenang.
"Lucas, sama aunty yuk" Zia mau kabur.
"Mau kemana aunty?" tanya Lucas dengan ucapan khas anak kecil.
"Main" jawab Zia dan sambil senyum.
"Main kemana?" tanya Aska sinis.
"Kamu mau tolong aunty?" Lucas mengangguk.
"Ayok pergi sama aunty. Singa jantan lagi marah" kata Zia. Lucas mengangguk lagi. Zia menarik tangannya pelan lalu pergi.
Aska masih menatap Zia. Ketika Zia sudah sampai pintu depan, Aska berlari. Dia membalikkan tubuh Zia dan menggendongnya seperti yang biasa ia lakukan.
"AAAAAAAA kebiasaaaaaaaaannnnn"
ย โยท
"Sehari aja gak bikin aku cemburu bisa?" tanya Aska sinis. Mereka berdua dikamar Zia sekarang.
"Nggak bisa sayang, kamu gemesin kalau lagi cemburu" jawab Zia, dia ingin mengecup pipi Aska tapi Aska menghindar.
"Nggak usah ngebujuk" kata Aska sinis.
"Astaghfirullah berdosa banget sama istri"
"Kamu juga berdosa banget sama suami, orang lain dipuji. Suami sendiri gak pernah" Zia memanyunkan bibirnya.
"Baby, besok yang kayak Daddy kamu ya. Pengen banget di puji. Padahal, gak perlu mommy bilang Daddy emang ganteng. Ganteng banget malah. Tapi yasudah lah, Daddy kamu em--"
Cup~
"Ngomong depan orangnya sini" suruh Aska.
"Ngambek tapi nyosor, maunya apasih?" Aska malah cengengesan.
"Ngapain?!" Aska kembali sinis.
"Cari Lucas, terus aku mau foto sama Lucas. Ma---"
"Baby, mommy kamu jahatt" potong Aska sambil mengadu pada anaknya. Zia tertawa.
"Mana hp kamu?" tanya Aska. Zia memberikan ponselnya. Mencari di gugel, yutub, dan ig tentang Lucas.
Askaaa, Lucas itu masa depan author.
Eh halu :")
"Ganteng kan, avv"
"Sayangg ih" Zia tertawa.
"Ngapain jugaa cemburu sama yang gak pasti, kalau cemburu aku deket sama karyawan kamu tadi mah mending" kata Zia.
"Kan kan"
"Baperannn"
"Ya jelas!!" Aska malah merebahkan tubuhnya dengan paha Zia sebagai bantal.
"Baby kita cewek apa cowok ya sayang?" tanya Aska.
"Menurut kamu?"
"Cewek"
"Karena?"
"Kamu suka dandan, suka warna pink. Bertolak-belakang gitu sekarang sama kamu yang dulu" jawab Aska.
"Emm"
"Menurut kamu?"
"Co.. eh cewek. Eh gak tau juga deh" jawab Zia.
"USG ya besok" ajak Aska.
__ADS_1
"Nggak usah, ntar rahasiaa ajaa cewek atau cowoknya" jawab Zia.
"Kenapa gitu"
"Karena maunya gitu"
Tok tok tok
"MAKAN MALAMM!!" teriak Zean.
"Pake toa sekalian, suka banget teriak" protes Zia juga kuat. Aska tertawa.
"Dah ayok, makan"
"Gak laper"
"Ngambek lagi nih ya?" tanya Aska
"Ngambek kok laporan, lucu kamu ih"
--
Keesokan paginyaa
"Aunty Zia mau kemana? Lucas ikutt"
"Zap jugaa mauu ikut ama aunty"
"Kalian dirumah aja ya sayang sayangnya aunty"
"Mau kemana?" tanya Zean pada Zia yang berada dihalaman depan.
"Eh gak kerja bang?"
"Liburr. Lo mau kemana?"
"Pasar dongg" jawab Zia bangga.
"Nggak usah!! Lo anteng aja dirumah!" suruh Zean.
"Ah bosen bangg"
"Udah izin ke Aska?" Zia menggeleng cengengesan.
"Izin sebelum pigi!!"
"Iyyaa bawel!!" Zia mengambil ponselnya.
๐ "Assalamualaikum sayang, kenapa?"
"Emm"
๐ "Kenapa?? Ada apa??"
"Aku izin mau pergi yaa"
๐ "Kemanaa?"
"Pasar"
๐ "Ck. Gak usahlah"
"Boleh la, yaaa sayangg"
๐ "Sama siapa?"
"Pembantunya mama"
๐ "Nggak, nggak, nggak usah. Besok aja sama aku. Awas aja kamu pergi, gak bakal aku kasih keluar rumah dua bulan!" mematikan teleponnya.
"Yahh" keluh Zia.
"Diizinin?" Zia menggeleng.
"Udah dirumah aja, nonton kek apa kek biar ga bosen"
"Yaaayaaaa!"
"Bang Abi manasih? Zia gak ada liat dari semalam"
"Kenapa?"
"AAAA KAMPRETTTT!! KAYAK TITISAN SETAN SEMUAA!! HOBINYA TIBA TIBAA MUNCULL"
"Bwaaahahahah"
...___________________...
...Hayoo tebak, cewek atau cowok??...
__ADS_1
...See you next chapter โฃ๏ธ...
...___________________...