
Kembali ke Zia..
Bian menyusul Zia di dapur, dia melihat Zia yang sedang memangku baby Zap sambil berfoto gaya gaya lucu dengan baby Zap. Baby Zap seperti mengerti foto foto mereka, dia terlihat cengengesan, atau kadang tersenyum. By the way, baby Zap sudah berumur setahun lebih.
'kagak ngerti lagi deh gue, keibuan banget dia' batin Bian sambil tersenyum senyum melihat Zia. Oh iya, orang tua Bian sudah pulang lebih dahulu tadi.
"Bian, ngapain kamu disitu?" tanya Febby saat melihat Bian.
"Bian? Kamu gak gila kan? Masa iya kamu senyum senyum sendiri gitu?" tanya Febby lagi.
"Hah? Enggak kak, Bian masih waras." jawab Bian.
"Kakak kira kamu gila" balas Febby.
"Zia," panggil Febby kalem. Zia tidak merespon, entah itu dia memang tidak dengar, atau hanya pura pura tidak mendengar.
"Woi dek!!" panggil Febby sedikit ngegas.
"Zia Amanda Hitler!" panggil Febby lagi. Zia pun menoleh.
"Kamu budek dek?" tanya Febby.
"Sembarangan lu kak, ya kagak lah" jawab Zia.
"Ngapa dari tadi kakak panggil gak denger coba?"
"Lagi main sama baby Zap, gak bisa diganggu" jawab Zia.
"Eh semprul" balas Zean yang tiba tiba muncul.
"Apa lu bapak bapak?" tanya Zia.
"Pengen di geplak lu? Siniin anak gue! Kalau mau buat sendiri" suruh Zean.
"Ohhh, jadi gitu. Mulai pelit sekarang oke oke fine." sahut Zia, Zia memberikan Zafran pada Febby kemudian pergi dari dapur menuju kamarnya.
"Eh eh, kok baper gitu. Dek ooo dek, adekk" panggil Zean membujuk, tapi tidak mempan. Zia menuju kamarnya mengambil tas ranselnya, memasukkan beberapa barang penting. Setelah itu dia berganti baju lalu keluar.
"Zia mau kemana?" tanya Zeco. Zia tidak menjawab, ekspresi mukanya sekarang benar benar datar. Zean yang melihat Zia mengambil kunci motor dari tempatnya, menyusul Zia.
"****** gue, di amuk massa kalau gini" gumam Zean lalu mengejar Zia.
"Adek, adek gue tercantik. Yuhuu, jangan ngambek dong" bujuk Zean, dia memegang tangan Zia. Zia berhenti ditempat.
"Dek, gue beliin apapun yang lo mau deh. Beneran!" bujuk Zean lagi. Zia tetap tidak meresponnya.
"Zia kenapa Ze?" tanya Zeco.
"Nggak pa, nggak apa apa" jawab Zean.
"Udahlah awas" sarkas Zia. Dia berjalan ke arah pintu.
"****** gue ******" gumam Zean lagi.
"Dek, ooo adekk. Zia sayangnya bang Ze." bujuk Zean lagi.
"Udah berubah kan jadi ice princess." cibir Febby yang baru keluar dari dapur. Bian menyusulnya sambil menggendong Zafran.
"Kenapa Zia nak?" tanya Zeva.
"Di gangguin Zean pa, 'siniin anak gue, kalau mau buat sendiri' kata Zean gitu, habis itu Zia merajuk deh" jawab Febby.
"Kagak ngerti lagi gue, punya abang segila dia" sahut Zai diruang keluarga.
__ADS_1
"Eh itu, Zia sama bang Ze kenapa berhenti?" tanya Bian. Mereka melihat ke arah Zia dan Zean. Zeco dan Zeva menghampiri Zean. Seketika mereka mematung, Zeva pun menarik Zia, dan Zean.
"Ayah, ibu?" panggil Zeva sambil terkejut.
"Iya kenapa? Kami datang, tidak boleh?" tanya Santi —ibu kandung zeva—
"Silahkan masuk ayah ibu" suruh Zeco ramah.
"Zean, Zia ikut mama" ajak Zeva.
"Apa ma? Gak lah, Zia disini aja" tolak Zia sambil meletakkan tasnya tidak jauh dari situ.
"Zean juga" sahut Zean. Ayah dan ibu Zeva pun duduk di ruang tamu dekat pintu masuk rumah, ruangan yang jauh dari ruang keluarga.
"Kenapa? Ada apa ayah sama ibu kesini?" tanya Zeva.
"Apa kau harus seperti itu bertemu kami Zeva?" tanya Zucky—ayah kandung zeva—
"Tidak, bukan seperti itu." jawab Zeva.
"Mbakkk, buatkan minuman" teriak Zeco.
"Cucuku apa kabar?" tanya Santi pada Zia.
"Maaf sebelumnya, apa saya cucu anda?" tanya Zia.
"Zia" panggil Zeva.
"Apa ma?" tanya Zia.
"Apa kau tidak bisa mengurus anak sampai dia seperti itu?" tanya Santi.
"Inilah yang selalu saya pertanyakan. Mengapa mama saya yang baik ini punya ibu yang nyinyir seperti anda" balas Zia.
"Zia tau pa, dia orang yang buat mama sakit hati," jawab Zia.
"Kamu ingat dia, tapi tidak ingat dengan yang lain?" tanya Zeco lagi.
"I remember, I can remember the bad people in my life, and the bad people in my family." jawab Zia.
"Zia tau kok pa, Zia tau. Zia bisa ingat, because mereka orang jahat. Mereka orang yang mau pisahin mama dari papa" jawab Zia.
"Apa yang kau ajarkan pada anak mu ini? Dia sangat tidak sopan!!" balas Santi.
"Listen to me! Orang tua saya mengajari saya sopan santun, mereka mengatakan pada saya untuk tidak membenci anda. But, saya tidak bisa jika tidak membenci anda. Because, anda terlalu buruk untuk diperlakukan dengan baik" sarkas Zia.
"Omongan kamu!!" balas Santi.
"Ze, bawa Zia ke kamarnya" suruh Zeco.
"Why? Why me? Papa suruh Zia ke kamar, dan setelah Zia pergi kalian denger lagi omongan pedas dari nenek lampir ini? Gak pa! Zia tetep disini"
"Kamu sudah kelewatan!" kali ini Zucky yang berkata.
"Maaf sebelumnya tuan Zucky yang terhormat, saya tidak bisa bersikap santun terhadap orang yang sudah menorehkan luka dalam sejarah hidup keluarga saya" balas Zia.
"Didepan mata saya sendiri, dia datang. Memaki dan menghina mama saya. Mengatakan hal hal yang tidak pantas, dan lebih parahnya dia memukuli, menjambak dan menendang mama saya. Dia mengajak mama saya pergi, menyuruhnya berpisah dengan papa saya. Saat itu saya tau alasannya kenapa."
"Because at that time, my father did not have anything, and you do not know about the Hitler family." balas Zia, dia mengambil tasnya.
"Saya rasa uneg-uneg saya selama ini keluar juga. Rahasia ibu kandung yang seperti ibu tiri, bahkan lebih parah dari ibu tiri sudah saya bongkar. Sebelumnya saya berterima kasih karena sudah melahirkan mama saya kedunia. Setelah ini jangan pernah datang lagi kesini! Karena sampai kapan pun, saya hanya punya satu nenek. Nyonya Zorisya, istri tuan Lionard Hitler" ujar Zia lalu pergi.
"Zean, kejar adikmu. Jangan sampai dia kembali tidur lama!" suruh Zeva.
__ADS_1
"ZAI! ZAI!" teriak Zean.
"Apa bang?"
"Kejar Zia cepat!!!" suruh Zean, Zai pun mengejar Zia, disusul Bian.
~
"Ayah sama ibu ada perlu apa kemari?" tanya Zeva.
"Tidak, aku hanya ingin marah pada kalian, kenapa saat cucu ku koma tidak satupun dari kalian memberi tahu padaku" jawab Zucky.
"Saya sudah coba hubungi ayah, tidak pernah ada jawaban" cela Zeco.
"Zeva juga hubungi ibu, tapi sama saja gak ada jawaban" sahut Zeva.
"Lantas siapa yang salah disini? Bukan mama dan papa saya kan?!" tanya Zean.
"Kami disini untuk bertamu, bukan perang. Tapi kenapa respon kalian seperti menyatakan peperangan?" tanya Zucky.
"Kami kesini untuk meminta maaf pada kalian. Tapi sepertinya tidak ada kata maaf" lanjut Santi.
"Halah basi, lagi butuh duit kan kalian?" tanya Zean.
"Ini serius, kami bener bener ingin minta maaf" lanjut Zucky.
"Ibu menyesal telah memukulimu, dan menyuruhmu berpisah dengan Zeco" kata Santi.
"Iya aku tau, kalian pasti sangat tidak menyukai ku. Aku juga tadi sedikit emosi mendengar perkataan Zia tadi. Tapi sebelum kesini aku benar benar berniat untuk minta maaf pada kalian. Ini benar benar tulus dan bukan settingan" jelas Santi.
"Aku menyesali semua perbuatanku. Benar kata Zia, aku seperti ibu tiri yang kejam" lanjutnya.
"Kami sudah memaafkan ibu dari dulu. Maaf atas perilaku Zia dan Zean terhadap ibu." sahut Zeco.
"Aku merasa malu, kamu begitu baik dengan ku. Tapi aku tidak pernah begitu. Hiks.. hiks.. maafkan aku Zeva. Maaf...." ujar Santi.
"Sudahlah Bu, biarkan semua itu jadi masa lalu. Yang terjadi biarlah terjadi" balas Zeva.
"Sekali lagi kami minta maaf" kata Santi. Tiba tiba ponsel Zean berbunyi.
—Adklaknat—
📞 Zai; assalamu'alaikum, bang gue kehilangan jejak. Zia naik motor laju banget, gue udah ngebut juga tapi susah ngejer dia.
Zean; waalaikumsalam, arahnya ke mana Lo tau gakk?? (Zean bergegas, mengambil kunci motornya)
📞 Zai; Bukan ke arah kafe, bukan ke arah HzIn. Gue gak tau kemana beneran. Maaf.
Zean; Lo dimana sekarang? (mengambil jaket memakainya. menghampiri Febby dan Zafran. mengecup kening istrinya, dan mencium pipi gembul anaknya). "Aku pergi dulu sebentar" pamit Zean pada Febby, Febby mengangguk.
📞 Zai; Jalan doub C.
Zean; oke gue kesana. Coba lo telepon Bian, tadi dia juga buntutin Zia.
📞 Zai; iya bang, assalamualaikum. (memutuskan panggilannya)
"Kenapa Ze?" tanya Zeco.
"Zai kehilangan jejak Zia, Zean mau nyusul. Assalamualaikum" jawab Zean lalu pergi.
______________________________
Mon maap lama, gak tau ini kenapa kagak bisa masuk:"
__ADS_1
______________________________