Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Chapter 138


__ADS_3

"Kenapa ada ap— ngapain Lo disini? Pergi!" bentak Aska, dia menarik tangan Zia. Zia bersembunyi dibalik badan Aska.


"Gue cuma mau ketemu bentar" balasnya, dia adalah... Bian.


"Gue bilang pergi ya pergi!" bentak Aska lagi.


"Zi, Zia" panggil Bian.


"Astaga!!! Pergi lo, istri gue ketakutan liat tampang Lo!" suruh Aska.


"Oh ayolah, gue mau ketemu pacar gue" kata Bian. Ucapannya sukses membuat Aska kesal, tanpa ba-bi-bu Aska langsung memukul Bian.


"Bini gue dikata pacar? Sakit otak lo?" tanya Aska.


"Lo kebanyakan halu!!"


"Gue mohon sama Lo, jangan gangguin Zia. Dia udah cukup menderita karena Lo, PAHAM?!" tanya Aska tegas, dia menarik tangan Zia lalu pergi dari sana. Mereka kembali kerumah dengan berjalan santai, Aska menggenggam tangan Zia dan dimasukkan ke kantong Hoodienya.


"Kenapa dia harus muncul lagi sih?" tanya Aska kesal.


"Lo diapain tadi hah?" tanya Aska pada Zia, mereka berhenti sejenak.


"Tadi dia cubit pipi gue berkali-kali, gue kira itu Lo yang jahil. Eh ternyata bukan" curhat Zia, Aska memeluknya, mengecup bibir nya.


"Mana yang kena? Biar gue sterilkan" tanya Aska. Zia menunjuk pipinya, Aska mencium pipi chubby Zia berkali kali.


"Udahhh" pinta Zia.


"Udah steril tadi kan udah Lo cium." jawab Zia.


"Baguslah, kita pulang sekarang" ajak Aska, dia menggenggam kembali tangan Zia. Zia berhenti ditempat.


"Eh kenapa??" tanya Aska. Zia melihat ke penjual ice cream, Aska mengikuti pandangan mata Zia.


"Masih pagii, nggak!" balas Aska tegas. Zia mengeluarkan puppy eyesnya.


"Nanti kamu sakit perut sayang, jangan sekarang ya" pinta Aska, dia gak mau Zia sakit.


"Agak siangan nanti, aku beliin banyak. Oke?" tanya Aska.


"Janji!" Zia menunjukkan jari kelingkingnya.


"Kok kayak anak anak gini sih hm?" tanya Aska sambil cengengesan, dia juga mengeluarkan jari kelingkingnya. Zia nyengir lalu memeluk Aska.


"Gue takut ketemu Bian lagi, jangan tinggalin gue, gue mohon" ujar Zia.


"Aku gak bakal tinggalin kamu, sampai kapan pun" balas Aska. Zia tersenyum, lalu melepas pelukannya.


"Sok aku kamuan" ledek Zia.


"Gak ingat yang dibilang bang Zean kemaren?" tanya Aska. Tadi malam Zean bilang pada Zia dan Aska untuk tidak bicara Lo gue saat bicara sama pasangan. Zean bukan hanya bilang pada Zia, tapi teman temannya juga.


"Iya iyaa"


"Ya udah ayok pulang" ajak Aska, Zia pun mengikuti keinginan Aska.


Sesampainya dirumah..


"Eh nona Zia sudah pulang" sapa pembantu mereka, Zia dan Aska memanggilnya Mbak Jum.


"Loh? Mbak udah pulang?" tanya Zia, Zia memeluk mbak Jum.


"Eh non, ngapain di peluk peluk ini?" tanya Mbak Jum.


"Gak apa apa kali mbak, lagian kita itu sederajat. Sama sama makhluk ciptaan Allah" jawab Zia.

__ADS_1


"Gimana kabar ibunya mbak?" tanya Zia.


"Alhamdulillah, udah mendingan non."


"Mbak kapan pulangnya? Kan bisa di jemput sama mang Eyon." ujar Zia. Aska sedari tadi hanya diam.


"Tadi pagi non, nona sama den Aska lagi joging. Gak perlu dijemput lah non hehe" jawab Mbak Jum.


"Hah? Iya deh. Zia sama Aska mau kerumah papa mbak, nginep, jadi mbak istirahat aja oke" suruh Zia.


"Eh? Iya non" jawab mbak Jum.


"Mang, siapin mobil. Kalian istirahat aja nanti, jangan kerja. Saya sama Zia ke atas dulu" ujar Aska pada Mang Eyon. Aska dan Zia pun naik ke lantai atas menuju kamarnya.


"Ada lagi gak ya pria kayak den Aska? Den Aska teh gak pernah ngomong sama saya. Dia cuek pisan kalau sama cewek lain selain nona Zia. Idaman pisan eyy" ujar Mbak Jum pada Mang Iruh, security dirumah Aska.


"Nona Zia beruntung pisan punya den Aska, den Aska juga beruntung pisan ketemu nona Zia. Nona Zia teh baik, tadi dia mau meluk teteh" sahut Mang Iruh.


"Eh udah atuh, jangan pada gosip. Lanjutin kerjaan masing masing" timpal pak Luk, tukang kebun.


"Mang Iruh, selama saya pergi nona Zia sama den Aska makan-nya gimana?" tanya Mbak Jum.


"Nona Zia yang masak, waktu teman temannya datang juga nona Zia yang masak" jawab mang Iruh.


"Wah goals couple pisan ya mereka" balas Mbak Jum.


"Couple goals mbak, bukan goals couple" cela mang Iruh.


"Nah eta maksudnya" jawab mbak Jum cengengesan.


"Yaudah, ayok kembali kerja" ajak mang Iruh, mereka pun kembali ke pekerjaan.


★★★


Aska dan Zia sudah berangkat beberapa menit yang lalu, menggunakan mobil sport warna hitam kesayangannya Aska.


"Gak lupa kok tenang aja. Nanti siang loh, ini masih jam 10 pagi" balas Aska.


"Iya deh iyaaa" kata Zia. Zia memainkan ponselnya, dia teringat dengan Rere dan menelepon abangnya.


—Si bapak bapak—


Zia; Waeoo, assalamualaikum bapak bapak!!!!


📞 Zean; Dih dih, waalaikumsalam. Kenapaa?


Zia; Adikmu tercantik, terimut, terlucu sejagat raya ini mau kerumah papa. Lo jangan kerja yaa.


📞 Zean; Narsis amat Lo?!


Zia; Kan Lo yang ajarinn gimanaaa sih?


📞 Zean; Kagak pernah woe!!


Zia; hahahahaha, gue punya misi nih bang.


📞 Zean; Misi apaan??


Zia; ya kalau udah sampe dong gue kasih tau, dah ya bapak bapak. Gue lagi dijalan. Bye! Assalamualaikum. (memutuskan panggilannya)


"Misi apaan?" tanya Aska setelah Zia selesai teleponan


"Misi pengujian calon adek ipar" jawab Zia.


"Eh? Serius?" tanya Aska.

__ADS_1


"Ya kali istri mu bohong sayang" balas Zia.


"Mau digimanain?" tanya Aska.


"Emm gimana ya, bingung juga akutu"


"Dih, yang bener ajaa" kata Aska, Zia cengengesan. Dia masih memikirkan cara untuk itu.


Sesampainya di garasi rumah Zeco, Zia dan Aska turun dari mobil, saat berjalan ke pintu masuk baby Zap berlari sambil berteriak.


"Samchonn auntyyyy" teriaknya. Aska didepan pintu itu sambil merentangkan tangannya. Begitu Zafran sampai dia langsung memeluknya dan menggendongnya. Zafran memanggil Aska Samchon karena disuruh Zean, gak tau mengapa disuruh memanggil begitu. Samchon artinya Om, itu berasal dari bahasa Korea. Saat Aska protes di panggil samchon, Zean berkata “itu panggilan spesial”.


"Sayangnya aunty, Mommy Daddy mana?" tanya Zia.


"Didalam aunty" jawab Zafran tersenyum. Zafran anak yang cerdas dan bijak, walaupun usianya 3 tahunan.


"Kamu masuk duluan" suruh Aska, Zia pun masuk.


"Kita ambil hadiah dulu ya, Samchon tadi beliin sesuatu buat kamu" ujar Aska, Zafran tersenyum kegirangan. Sambil menggendong Zafran dia mengambil mobil mobilan yang sempat dibelinya sebelum kerumah Zeco.


"Waaa, danke samchon" ujar Zafran, Daddynya pernah mengajarinya berbahasa Jerman, jadi dia tau beberapa tentang bahasa Jerman.


"Kita masuk yuk" ajak Aska, Zafran mengangguk.


"Mommy Daddy, Samchon kasih Zap mobilann" teriaknya saat sudah didalam. Aska menurunkan Zafran.


"Mami, papi mana?" tanya Aska, dia ke dapur mengambil minuman kaleng lalu duduk di samping Zia.


"Lagi pergi sebentar" jawab Febby sambil mengeluarkan kue buatannya.


"Debes banget kakak ipar," puji Zia dia memakan kue itu sambil melihat Zafran yang sibuk dengan mobilan barunya.


"Anak Lo mana?" tanya Zean. Zia tersedak.


"Pelan pelan" ujar Aska memberikan minuman yang baru saja diminumnya.


"Kampret Lo bang" cibir Zia setelah dia minum.


"Lah gue nanya" kata Zean.


"Baru 3 bulan gua nikah gob*lok. Ih lu mah, cabut aja deh gue" balas Zia.


"Loh, yang kalian tidur sekamar waktu liburan gak ngapa ngapain?" tanya Zean.


"Aneh Lo bang, ya gak ngapa ngapain lah belum sah mana berani gue. Takut lo coret dari daftar calon adek ipar." jawab Aska.


"Ye kirain udah, gak bakal gue coret. Lo mah udah nyangkut di hati adek gue." jawab Zean.


"Gue tabok juga Lo ntar" cibir Zia. Zean cengengesan.


"Zai mana? Katanya mau bawa calon istri nya" tanya Zia.


"Iya gitu sih, katanya dia mau bawa calon istri nya. Tapi gak tau. Dia ngelamar aja belum," sahut Zean.


"Lagian dia masih kuliah, belum cari uang." sambung Febby.


"Lamaran? Jadi ingat beberapa bulan yang lalu." ujar Aska.


____________________________


Ayoooo..


Jangan lupa like, koment dan vote ya 😍


See you next chapter 🤩

__ADS_1


____________________________


__ADS_2