Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Drakor


__ADS_3

Zia terus saja melihat mereka sampai sampai tidak sadar ada orang disampingnya.


"Zia?" panggil orang itu.


"Demi apapun jangan ganggu gue" sahut Zia sambil menutup matanya. Orang itu tertawa mendengarnya, saat Zia melihat ke samping ternyata dia adalah..


"Varo? Kampret lu ya"


"Lah kamu ngapain ngeliatin kesana?"


"Sok kamu kamuan, geli gue" balas Zia.


"Biar terbiasa. Yakali sampe nikah panggilnya tetap Lo gue. Lo juga harus panggil aku kamu paham"


"Iya sayang" balas Zia. '****** keceplosan panggil dia sayang' batin Zia. 'parah nih bocah, jantung gue maraton kan jadinyaa' batin Bian. Seketika suasana menjadi canggung.


"Ekhm hm.. Lo tadi liatin apaan?" tanya Bian mencoba menghilangkan kecanggungan ini.


"Mas mas ganteng" jawab Zia.


"Gue? Gak ganteng?" tanya Bian.


"Ganteng ganteng. Ganteng banget, kayak Sehun EXO" jawab Zia.


"Halah"


"Tapi bohong" gumam Zia pelan namun terdengar oleh Bian.


"Loh kok kamu disini?" tanya Zia. 'kamu? rada gimana gitu ya' pikir Zia.


"Mau liatin calon istri gak boleh?" tanya Bian.


"Ya nggak gitu juga, lah kok jadi sensi?" tanya Zia sinis.


"Lah nggak." jawab Bian.


"Ngeselin ya Lo" balas Zia.


"Kan belajar dari kamu"


"Sejak kapan? Aku gak pernah punya murid kayak kamu" jawab Zia.


"Ha kan, kok gini? Makin kyut kamu tuh."


"Mending kerja aja sono. Jangan gombal disini!" suruh Zia.


"Ngusir?"


"Nggak" Bian pun beranjak pergi.


"Eh mau kemanaa? Kan sensi amat. Pms kamu?" tanya Zia.


"Aku cowok sayang"


"Ya siapa taukan." jawab Zia lalu meninggalkan tempatnya menuju ruang keluarga. Bian mengikutinya


"Nonton apaan?"


"Goblin, malaikat pencabut nyawanya ganteng" jawab Zia.


"Cowok lain dibilang ganteng. Lah gue gak pernah"


"Kepengen banget dipuji ya mas ya?" tanya Zia.


"Eh Bian?" tanya Zeco yang baru turun bersamaan dengan Luga.


"Om" sapa Bian lalu menyalimi tangan Zeco.


"Ini siapa om?" tanya Bian menunjuk Luga.


"Suami kedua Zia" jawab Zia. Bian melotot.


"Becanda bang becanda" ujar Zia lalu kabur ke kamarnya.


"Hahaha, ini Luga. Sekretaris pribadi om"


"Raflysa Luga"


"Bian Varo"


"Ya udah, om tinggal dulu ya. Yang lain pada pergi. Jadi kamu jagain Zia"


"Oke siap om" jawab Bian.


"Om mau kemana?"


"Ke kantor bentar" jawab Zeco lalu pergi bersama Luga. Bian menetap dirumah Zia sambil menonton film Goblin. Gak lama kemudian Zia sudah turun dengan baju tidurnya.


"Baru siap mandi?" tanya Bian.


"Hm" jawab Zia.


"Ngapain Lo masih disini?" tanya Zia.


"Papa mertua yang suruh, orang rumah pada pergi jadi gue disuruh jagain Lo" jawab Bian. Zia tidak menjawab perkataan Bian, mereka berdua sama sama menonton film Goblin.


"Kamprett, sedih bangett itutuu pas dicabut pedangnya si Kim Shin" ujar Zia. Mereka masih saja menonton. Posisi mereka sudah tidak karuan. Saat ini pahanya Bian dijadikan bantal oleh Zia. Mereka nonton ditemani banyak cemilan, sambil nonton ya sambil makan.


"Yah yah, udah dicabut. Jadi abu si Kim Shin. KASIANNNN" ujar Zia.


"Berisik!" sahut Zean.


"Astaga, romantisan mulu kalian ya" sahut Zai.

__ADS_1


"Diem jangan berisik. Itu lagi sedih sedihnya. Ji Eun Tak kasiann" balas Zia. Tiba tiba tvnya dimatikan.


"Eh apaan, kok dimatiin?" protes Zia.


"Ini udah isya, kalian udah nonton dari ashar. Mau sakit mata hm?" tanya Zeco, Zeco yang mematikan tvnya.


"Papa gak seru, kan tadi udah berhenti pas sholat Maghrib" jawab Zia.


"Udah gak apa apa. Tidur sana" suruh Bian.


"Masih jam berapa. Awas aja ntar kalau papa malah liat dangdutan di Indosiar" balas Zia.


"Hahahaha" tawa Zean dan Zai.


"Bian pamit dulu ya om, bang, Zai" ujar Bian.


"Gak nginep bi?" tanya Zeco.


"Nggak om" jawab Bian, lalu dia menyalimi tangan Zeco. Dia menghampiri Zia dan mencium keningnya.


"Jangan jadi pembangkang! Gue balik. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan. Bian pun pergi meninggalkan rumah Zia. Zia pun pergi ke kamarnya. Saat dia dikamar, ponselnya berbunyi. Panggilan video dengan orang jauh.


—Qiara'Samuel, Jimmy'Alya, Tania—


Jimmy; Hallo mas broo.


Qiara; Berisik lu ya!!


Samuel; Gak berubah si Jimmy, gebleknya bertambah.


Jimmy; Julid mulu kalian ya, untung jauh nih!!!


Zia; hahaha, Alya mana alya?


Alya; Apaan? Rindu ya Lo???


Tania; Gak usah geer, dia cuma mastiin lu masih hidup apa kagak.


Zia; wah parah si Tania hahahaha


Qiara; hahahaha


Alya; Busett, lo pengen gue telen Tan?


Qiara; Telen lah konon, kanibal lu ya?


Zia; eh betewe gak seru cuma berempat. Kurang Ica, Dimas, Ivan sama Aska.


Tania; Watsap kalian udah diperbarui belom? Setau gue bisa Vidcallan ber 8


Jimmy; Gak gak, Tania nipu itu.


Alya; nih nih wa gue udah diperbarui.


Zia; wa gue juga udah.


Tania; gue juga udah.


Qiara; kasih tau Ica, Ivan, Aska sama Dimas noh.


Jimmy; Ribet amat sih kalian


Zia; BODOAMAT


Samuel; hahahha, ngegas banget lu Zi.


Zia; kesel gue sama lakinya si Alya.


~ (Qiara calling Aska, Ivan, Dimas, Ica)


~ (Aska tersambung, Dimas tersambung)


~ (Ica tersambung, Ivan tersambung)


Aska; Bjirr, rame jugaa.


Ica; Allo gaysss!!


Dimas; gue dimana?


Zia; Dimas kok ***** sihh??


Bersamaan; Hahahaha


Ivan; Kok bisa sebobrok ini temen gue ya allah


Dimas; gue salah server mamang? Kan gue bukan anak IPS 3


Samuel; kan Lo lakinya Tania, anggep aja lu warga IPS 3 juga


Aska; gue kira lo pada SOMBONG.


Qiara; lu yang sombong ege!!


Aska; nggak ya, gue kan ganteng baik hati dan tidak sombong.


Zia; pengen tampol aja bawaannya, untung jauh kann.


Alya; tunggu tunggu, tangan lu kenapa zi? Kok kayak dibalut perban gitu?


Zia; hah? Bukan, ini selimut.

__ADS_1


Dimas; abis baku hantam sama preman tangan dia kena pisau


Zia; DIMAS!!!


Dimas; apa salah gue?


Aska; yang bener aja? Kok bisa?? IVAN!


Ivan; eh merasa terpanggil apaan bang?


Aska; ceritain!


Ivan; jadi tu gini abistu gitu dan gitu jadi gini.


Qiara; Pengen gue tabok beneran, Sam sodara lu kok ginii?


Samuel; karena gak gitu.


Jimmy; emang sama modelnya, sama pabriknya.


Aska; balik ke topik dah, Ica, Tania, Dimas, Ivan ceritain!!


Tania; merasa terpanggil.


Zia; gimana disana Ra?


Aska; jangan mengalihkan pembicaraan Zia..


Zia; emmmm ..


Ivan; Zia dihadang preman sehabis dari mall, dia pergi sama mamanya, mama Luis, dan kak Febby. Karena mereka gak bisa baku hantam, jadi Zia yang ngelawan semua, 4 lawan 1.


Jimmy; Barbarnya gak ngilang ternyata


Aska; pelakunya udah tau siapa?


Ivan; belum nemu.


Zia; Udah! Udah selse jangan bahas itu!!


Zia; Qiaraa, alyaa kapan ke Indonesia??


Alya; Beberapa hari lagi kayaknya iyakan Jim?


Jimmy; Iya, bentar lagi kita balik ke Indonesia. Gue tau Lo pada rindu kan


Tania; geer amat jadi manusia, heran gue!


Jimmy; tunggu beberapa hari lagi gue tabok lu bener dah.


Bersamaan; hahahaha


Zia; Lo ra? Kapan?


Samuel; besok pagi kita naik pesawat, besok sore baru sampe.


Zia; gue tanya Qiara yang jawab sepupu biawak


Aska; *****, asal bunyi ae lu sumpah hahaha


Ivan; cot bacot kamu, gak mngkin Lo pulang besok.


Samuel; lo tanya mama sana van.


Ica; lah??


Ivan; (berjalan mencari mamanya) Ma? Si Sam besok sore sampe di Indonesia?


Ivan; *mamanya Ivan: iya


Samuel; tuh kan bener gue.


Ivan; *mamanya Ivan: loh kok ada suaranya van?


Ivan; ini lagi telponan sekampung, *mamanya: buset rame bener.


Bersamaan; Hallo tante


Mama Ivan; eh? Iya halo. (Ivan pamit pada mamanya untuk kembali ke kamarnya)


Zia; Jimmy barengan sama Alya??


Jimmy; ya iyalah, kan sepaket.


Zia; sabar sabar gue ngadepin makhluk bumi kayak lu Jim.


Zia; si Qiara sama Sam?


Qiara; iya, jangan lupa sambutannya ya bapak ibu saudara saudari.


Samuel; Sambut gue sambut.


Tania; ogah gue ogah.


Jimmy; Aska kapan mudik indonesia?


Aska; Udah lewat.


Samuel; Lah???


Dimas; Zia belakang lu siapa?


Zia; buset dim jangan nakutin gue!!

__ADS_1


Zia; aaaaaaaaaaaaaaaaaaa


__ADS_2