
"🎶 Pernah kah kau bertanya "
"🎶 Seperti apa bentuk, air tanpa wadah"
"🎶 Pernah kah kau mengira"
"🎶 Seperti apa bentuk cintaaa"
"🎶 Rambut warna warni"
"🎶 Bagai gulali, imut lucu walau tak terlalu tinggi"
"🎶 Pipi chuby dan kulit putih, senyum manis gigi kelinci"
"🎶 Membuatku tersadar, bentuk cinta itu "
"🎶 Ya kamuu"
Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi, Zia sudah sarapan. Bian sudah pulang kerumahnya. Dan sekarang Zia sedang video call dengan Aska, si pria Badboy dengan sejuta keromantisan. Seperti sekarang dia sedang bernyanyi sambil menggunakan gitar. Suaranya yang bagus dan petikan gitarnya yang pas, membuat Zia berdecak kagum melihatnya.
Zia; bisa pula di Amerika nyanyi kek begitu? Itu gitar lagi nemu dimana?
📞 Aska; enak aja dikatain nemu, gue bawa dari Indonesia lah.
Zia; oh gituuuu.
📞 Aska; di Indonesia sekarang jaamm.. 10, Lo udah sarapan belom?
Zia; udah dari tadi.
Zia; lu dimana?
📞 Aska; dirumah kakek gue.
Zia; disana jam berapa?
📞 Aska; sekitar jam setengah 12 malam
Zia; begadang lu? Tidur sono udah malemmm!
Zia; pasti itu tadi berisik waktu Lo nyanyi
📞 Aska; kamar gue kedap suara.
Zia; ooohh
Zia; gue mau ke Amerika. Jemput ya!!!
📞 Aska; serius? Kapan?
Zia; sekarang.
📞 Aska; ngadi ngadi lu ya, mau tidur gitu.
Zia; iyaa, gue kesono lewat mimpi.
📞 Aska; syalann
Zia; (tertawa)
Toktoktok..
"Zia" panggil Yossie
"Iya tante?" Sahut Zia sambil membukakan pintu.
"Kamu kenapa ketawa ketawa kayak orang gila gitu?"
__ADS_1
"Dikira Zia sakit jiwa apa? Lagi telponan sama temen Zia tann. Kenapa?" tanya Zia.
"Ayok ngemall mama kamu sama Febby juga ikut"
"Zia magerr"
"Mager mager apa? Lemari kamu itu isinya hoodie semua sama baju tidur, jadi kamu harus ikut ke mall. Gak ada penolakan, ayok!" Paksa Yossie.
"Iya tan iyaa"
"Nah gitu dong, cepet ya, Tante sama yang lain tunggu dibawah" Yossie pun pergi, Zia kembali masuk ke kamarnya.
📞 Aska; Siapa?
Zia; Tante gue, nyokapnya si Luis.
📞 Aska; Lagi dirumah Lo??
Zia; iye lagi pada ngumpul.
📞 Aska; terus itu tadi Kenapa?
Zia; diajakin ngemall, gue magerr tapii.
📞 Aska; udah sana cepet, tinggal berangkat aja, mereka kan jarang dirumahlo.
Zia; iya iyaa, gue matiin ya. Lo istirahat! Gak usah begadang. Gak baek. Oke!! Assalamualaikum.
📞 Aska; iya bawell waalaikumsalam.
Zia pun bergegas mandi setelah itu turun. Ternyata semua orang sudah menunggunya.
"Maaf Zia lama" ujar Zia.
"Dasar karet" sahut Zai
"Yaudah gak masalah." Sahut Yossie
"Naik mobil siapaa?" Tanya Zia
"Ini kembaran dugong ikutt?" tanya Zia lagi sambil menunjuk Zai
"Nggak, Zai gak ikut. Naik mobil mama aja" sahut Zeva.
"Alhamdulillah, naik mobil Zia aja" tawar Zia mereka pun setuju.
"Nah gitu kek, gak pake Hoodiean mulu" protes Zean yang baru muncul.
"Terserah lu bang, kuy berangkat" ajak Zia mereka pun pergi menggunakan mobil sport terbaru punya Zia.
Setibanya di mall, mereka berbelanja berbagai macam bentuk. Zia dipilihkan beberapa baju agar tidak memakai Hoodie terus menerus. Setelah lelah berbelanja mereka makan di kafe mall.
"Banyak amat masyaallah" protes Zia saat mereka di kafe.
"Udah lama gak belanja, sekali belanja overdosis" balas Zeva.
"Kesorrann" sahut Febby. Mereka tertawa mendengarnya. Tak lama kemudian pesanan mereka tiba. Mereka menghabiskannya dan Zia yang membayarnya. Seusai makan mereka pun pulang
^ㅡ^
Diperjalanan menuju rumah, mereka karaokean didalam mobil Zia sambil bercanda tawa. Tiba tiba ada 4 orang pria yang berlagak seperti preman menghadang mobil Zia dengan motornya. Zia memberhentikan mobilnya dan mematikan karaokeannya.
"Gila emang. Gak ada akhlak!" cibir Zia.
"Zia, kamu mau keluar dek?" tanya Febby.
"Zia jangan, itu bahaya." sahut Yossie.
__ADS_1
"Jangan keluar Zia jangan" sambung Zeva. Pria itu terus mengetuk kaca mobil Zia. Dia mengambil masker dan memakainya.
"Tenang aja oke! Jangan keluar, kalau kalian keluar semua makin bahaya. Setelah Zia keluar tutup mobil rapet rapet. Zia bakal baik baik aja oke!" suruh Zia. Dia pun keluar, Zeva langsung menutup pintu mobilnya dengan tombol otomatis di mobil Zia.
"Mau apa sih Lo pada?" tanya Zia.
"Mau apa ya" goda salah satu preman. Zia menjauh dari mobilnya. Preman itu mengikutinya.
"Mau apa kalian? Cepat katakan!!" suruh Zia.
"Mau main sama kamu nih" goda preman yang lain. Zia tidak sabar dan menghajar preman itu.
"Bilang sama gue! Kalian mau apa?" tanya Zia.
"Mau main sama kamu"
"Najiss!" Balas Zia lalu memukul preman yang lain.
"Ngajak berantem?" tanya Preman itu.
"Yang mulai siapa? Kalau itu mau kalian gue jabanin!" Balas Zia.
"Sure" jawab preman itu.
"Sok Inggris" cibir Zia sambil tersenyum sinis. Preman itupun menghajar Zia. Zia membalas mereka 4 lawan 1. Betapa sulitnya Zia menghajar mereka. Salah satu preman mendekat ke arah mobil Zia. Dia mencoba membuka tapi tidak bisa, dia tau kalau mobil itu pasti dikunci otomatis. Dia mengeluarkan pisau dan menggores mobil Zia.
"Aghhh sialannn" kata Zia sambil menarik pisau itu, beberapa jarinya pun tergores. Zia menghajar mereka semua sampai mereka tergeletak di aspal. Jari tangan kanan Zia yang terkena pisau terus mengalirkan darah segar, luka bekas kuku di tangan kirinya yang mulai menutup kini membuka lagi dan berceceran darah. Sudut bibirnya berdarah, dan ada goresan kecil di hidung mancungnya.
Para preman itu menyeringai puas walaupun mereka juga mengalami luka kecil dibagian wajah. Mereka pun pergi meninggalkan Zia.
"EH WOI JANGAN KABUR GITU DONG, WOI PENGECUT!!!!" teriak Zia saat mereka pergi. Zia berjalan ke arah mobilnya.
"Aduh, gila tu orang. Lecet lagi mobil gue jadinya" protes Zia. Mereka yang didalam mobil bisa mendengarnya karena jendela yang baru saja dibuka setelah para preman pergi. Mereka semua tidak tau jika tangan Zia luka. Mereka hanya tau goresan di hidung Zia dan darah di sudut bibir Zia.
"Jangan peduliin mobilnya, yang penting kamunya. Kamu gak apa apa?" Tanya Yossie, Zia hanya tersenyum. Tangannya terasa lemas, tetapi dia tetap menahannya untuk membawa mobilnya sampai kerumah.
"Gak ada yang bisa gantiin Zia bawa mobil?" tanya Zeva.
"Febby gak bisa ma"
"Aku juga gak bisa dek" jawab Yossie
"Lah aku juga gak bisa" sahut Zeva
"Udah, Zia yang nyetir" tawar Zia. Dia pun menjalankan mobilnya dalam keadaan tangannya yang berdarah. Darah darahnya pun sudah menempel di setir kemudinya. Mereka tidak melihat itu, Zia pun mencoba menahan untuk tetap sampai dirumah.
Dilain tempat.
"Gimana?" Tanya seorang wanita.
"Dia terlalu handal bos, tapi tangannya banyak terluka" jawab preman itu.
"Bagus, ini bayaran kalian. Setelah ini anggap kita tidak pernah kenal!"
"Baik bos Gisell" preman itu pun pergi.
"Udah sel?" tanya Hany
"Clear, dia jago dibidang apapun" jawab Gisell.
"Gak yakin gue dia besok ngampus. Rasain noh akibatnya" lanjut Gisell sambil tersenyum sinis.
_______
Oi guys!!
Jangan lupa like, coment, vote sama rate-nya yaa.
__ADS_1
See you next chapter 🤩