Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Surprisee


__ADS_3

Beberapa bulan setelahnya


Kini kandungan Zia berusia enam bulan.


"Askaa," Aska menatap Zia datar.


"Sinis amatt" Aska buang muka.


"Dih ngambek"


"Sayang"


"Hm?"


"Aku ke HzIn yaa"


"Nggak!" tolak Aska.


"Aaa.. boleh napaaa yaaa"


"Nggak"


"Sayang"


"Nggak pokoknya enggak"


"Is.. orang mau ke HzIn aja gaboleh" gerutu Zia. Aska langsung menatapnya.


"Mau ngapain?"


"Main"


"Gak usah kurang kerjaan. Dirumah aja"


"Aish.. yaudah ke ZiCF aja ya"


"Nggak sayang enggak"


"Bosen tau dirumah ajaa, kamu ni gak pengertian" protes Zia.


"Ke rumah Hitler atau ke rumah Kusuma. Aku gak bolehin kamu ke ZiCF ataupun HzIn" ujar Aska.


"Kalau ikut mbak Jum ke pasar boleh?"


"Dibilang gak usah kurang kerjaan"


"Kejam kamu mah"


"Yaudah yaudah" Zia menatap Aska penuh tanya sambil senyum lebar.


"Yaudah apa?"


"Aku mau kerja"


"Bolehkan???"


"Siapa yang bilang bolehh?"


"Aaaaaah jahatt"


"Kerumah mama aja lah.. ya"


"Yaudah iyaaa. Anterin tapi"


"Iyaaa aku anterin" Zia pergi ke kamarnya.


Aneh! Marah marah mulu kerjaan. Apa apa di larang. Ngeselin!' gerutu Zia dalam hatinya.


- }{ -


"Jangan kemana mana, kalau mau keluar izin. Nanti aku jemput" Zia berdehem lalu keluar mobil.


"Kirim salam sama mami papi" lagi lagi Zia berdehem. Aska pun melajukan mobilnya menuju Asz.


"Di mobil diem aja, ngomong nggak. Ngecup pipi juga nggak. Kenapa sih tu anak?!" tanya Zia heran.


"Lu gila?"


"Gila pala kau petak" balas Zia kesal.


"Ya abisnya ngomong sendiri"


"Bacott"


"Eh kak, tadi lu gerutuin apaan?" tanya Zai.


"Abang ipar lu aneh. Di mobil biasanya bawel eh tadi diem. Biasanya ngecup pipi atau kening gue, tadi nggak. Marah-marah mulu lagi" jelas Zia.


"Ada dua kemungkinan tau"


"Apa?"


"Yang pertama, Lo abis buat dia kesel. Yang kedua dia selingkuh atau ada cewek lain yang buat dia nyaman"


"Gue sih yakinnya yang kedua. Secara lu nya bawel, cerewet, jelek lagi ya pasti bang Aska capek lah liat lu" lanjut Zai. Zia menatap lekat Zai dengan mata nya sudah berkaca-kaca.


"Eh kak? Kak gue becanda sumpah"


"Hiks hiks.. mamaaaaaaa" Zia masuk kerumah.


"Kan kan, dalah tinggal nama gue" keluh Zai sambil ikut masuk.

__ADS_1


"Zia kamu kenapa nak?" tanya Zeco panik.


"Hiks hiks..."


"Kenapa? Ada apaa? Bilang sama papa"


"Zaii paa. Masa iya Zai bilang Zia jelek, Zia gendut, terus hiks.. hikss.. Zai bilang Aska selingkuh. Huaaaaaaa hiks hiks..."


"Mampusss lu anying mampusss" ledek Zean. Zean memang berada di sana karena kedua orangtuanya merindukan sang cucu.


"Aish.. pa itu tadi Zai becanda doang kok sumpah"


"Zai juga gak ada bilangin kak Zi gendut. Gak ada suer deh" pembelaan Zai.


"Hiks.. hikss... Jahattt!!" Zia pergi menuju kamarnya.


"Mampussssss mampussssss RASAKANNN mampossssss" ledek Zean lagi.


"Abang laknat"


"Lagian kamu bercanda kebablasan. Kak Zia tu hamil, bumil itu sensitif. Cari gara-gara sih" sahut Kinan.


"Zai.."


"Iya pa ampun pa, Zai bakal bujuk kak Zi" Zai lari menuju kamar Zia.


"Kak o kak.. maapp maappppp.. gue bener bener minta maapppp. Maafin gue yaaaaa.. ntar gue bujukin bang Aska deh biar lo bisa ke Namsan tower, janji!!"


"GAK BUTUH!! GAK MAU!! GAK MINAT!!" teriak Zia dari dalam kamarnya.


"Mampusss la kau anak bawang" ledek Luis.


"Lu lagi bang astaagaaa bukannya bantu gue malah ngeledekin kayak Zean"


"Bodo amat, aku tak perduliii"


"Sabar Zai sabarr..."


"Moga ajaaa lu kualat di cuekin kak Syifa aamiin" balas Zai.


"Minta di geplak emang"


"Mampossssss wahahahaah!!"


- -


Di satu sisi, Aska sedang berada di ruangannya bersama dengan Aksa.


"Tebayang muka jengkelnya Zia lu cuekin" Aska tertawa.


"Kesel banget lah pasti. Nggak pernah gue cuekin tu anak"


"Sebego-begonya bini gue gak ngelakuin hal di luar batas sa. Yakin seribu persen gue"


"Yodah iyain yainn"


"Terus gimana tu?" tanya Aksa.


"Apanya?"


"Surprise prank kurang kerjaan lu itu ha? Cuekin bini teros apala itu?"


"Sesuai rencana" Aska menunjukkan cctv keadaan rumah big home Hitler.


"Njibb.. abis nangis ke kamar gue kira makin nangis. Taunya buka laptop nonton drakor" komentar Aksa setelah melihat kelakuan Zia dirumah.


"Bini gue ya, limited edition. Cuma satu di dunia"


"Dia mikir lu selingkuh gak ya?" tanya Aksa.


"Bisa jadi sih, belakangan juga dia pikirannya negatif mulu"


"Terus yang mau lo jadiin pancingan saha?"


"Emm.. ada deh"


- }{ - }{ -


23.51


"Kamu gak dijemput ya Zi? Udah mau tengah malem kenapa gak datang-datang Aska?" tanya mama Zeva yang menemani Zia di depan televisi.


"Entahlah ma. Mungkin lagi sama karyawatinya" jawab Zia asal.


"Nggak usah ngaco kamu tu. Gak boleh negatif thinking sama suami"


"Loh ya bener kok. Masa iya tadi pagi tiba-tiba cuek ke Zia?" balas Zia.


"Kamu bikin kesalahan kali, makanya dia cuekin kamu"


Ting.. Ting


Zia mengambil ponselnya dan melihat isi chat WhatsApp.


Zia terkejut sampai menjatuhkan cemilan yang ada di pangkuannya.


"Kenapa?" tanya mama Zeva. Zia menunjukkan foto itu pada mamanya.


"Nggak mungkin lahhh.. ya kali Aska selingkuh. Editan" ujar Zeva.


"Editan apaaan maa? Ituutu Zia kenall.. Zia pernah liatttt.. siapa ya? Lupaa.. is.. ituu Novita, iya Novita! Kalau gak salah itu Novita" celoteh Zia.

__ADS_1


"Nggaklah, mama yakin editan"


"Ahshh" Zia menggerutu.


"Sepuluh menit lagi gak muncul, Zia gak bakal bukain pintu sampe baby lahir!"


"Ziaa?" Zia diam dan melihat ponselnya membuat timer.


Sepuluh menit kurang dua detik...


Suara ketukan pintu muncul. "Awas aja kamu yaa, tandai pokoknya kalau bener bener selingkuh gak usah temu baby!!" dumel Zia.


Tiba-tiba...


Semua lampu yang ada dirumah mati.


"Mamaaa" rengek Zia.


"Kamu bukain pintunya yaa, mama cari penerangan dulu" ujar mamanya.


"Hati-hati"


Zia jalan meraba-raba menuju pintu.


Ceklek..


"Surpriseeeeee!!!"


"Happy anniversary sayang.. apapun yang terjadi aku cinta kamu aku sayang kamu"


"YEYY HAPPY ANIVVV!!" semua penghuni rumah ikut berseru happy anniversary.


Zia melihat itu dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Dia terharu karena Aska memberinya kejutan yang luar biasa. Bahkan dirinya tak ingat jika pukul dua belas dini hari adalah hari anniversary nya dengan Aska.


"Thank y--"


Lampu hidup.


"Bodo amat" Zia masuk kembali.


"Lah lah? Bodo amat pie ta?" tanya Aska bingung lalu masuk.


"Ya bodo amat gak peduli"


"Kamu marah aku telat pulang?"


"G"


"Dikata ngirim pesan jawab g doang" cibir Zai.


"Bacot" jawab Zia.


"Ngambek coy mampuss" sahut Zean.


"Bodo amat bodo" Zia berjalan menuju kamarnya.


"Amat siapa sih? Mau di bunuh?" tanya Aska.


"Nah gue suka nih, goblog nya natural" balas Luis.


"Sialan" Mereka tertawa.


"Ehh sayangg.."


"Apaaa?!" balas Zia.


"Mana selingkuhan kamu itu? Mbak Novita itu hah?!" tanya Zia kesal.


"Cemburu ya?"


"Mau mati ya? Sana sama selingkuhan kamu! Jangan temui aku" ujar Zia pedas.


"Makkk dalam ahhh" ledek Zai.


"Zia.." suara seorang wanita. Zia menoleh.


"Salah paham"


"Itu cuma prank yang dibuat Aska. Saya.. punya suami yang saya sayangi, mana mungkin saya mengambil suami orang" wanita ini Novita.


"Tipu aja terus" Zia menaiki tangga.


Aska menahan tangan Zia, "Tunggu sebentar" Aska merogoh sakunya.


Setelah itu dia menyodorkan satu amplop pada Zia.


"Apa ini?"


"Gak mau terima? Yaudah dehh"


"Aishhh tunggu" Zia merampas amplop itu.


"Tiket?"


"Ini serius??" Aska mengangguk perlahan sambil senyum.


"Kamunya gak mau kan? Aku tarik aja deh"


"Etss tidak bisaa"


"Namsan tower.. I'M COMING!!!"

__ADS_1


__ADS_2