
"Saya terima nikah dan kawinnya Kinan..."
"Oke kita ulangi ya mas, pelan pelan aja dan santai"
Zai menghela nafas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Kinanti Syahira Pangestu binti....."
"Jangan gugup Zai santai ajaa" ujar Aska.
"Kita ulang sekali lagi" sahut pak penghulu.
"Saya nikah terima kawin Kinan..."
"Peakk juga adek gue" gumam Zia dan Zean yang di dengar Zai.
"Kita batalkan saja pernikahan hari ini. Saya harus menghadiri acara pernikahan yang lain"
"Eh pak, pak gak bisa gitu dong!!"
"Pak!!"
"Pak!!!"
"WOIII Aaaaaaaaaaasuuuuu!!"
Byurrr
Zai terbangun
"Eh? Kenapa Zai disiramm?" tanya Zai keheranan.
"Kamu kenapa teriak teriak?! Bukannya tidur di kamar malah buka lapak di sini" protes Zeva.
"Emang tempat favorit terbaru disini nih mi, kemaren-kemaren Aska, terus papi, Luis, lah ini Zai" ujar Aska.
"Zai ketidurann" jawab Zai sambil mengusap wajahnya.
"Mimpi apaan lo? Buruk??" tanya Zia.
"Banget banget buruknya" jawab Zai.
"Mimpi apa?"
"Mimpi pas Zai ijab qobul macet-macet terus gabisa terus dibatalin terus penghulunya pergi"
"Terus terus aja, kek anak teka" cibir Zean.
"Aish!!" Zean tertawa.
"Belajar sama ahlinya, satu kali pengucapan langsung sah!!" ujar Aska sombong.
"Emang siapa?" tanya Zai.
"Gue" Aska menunjuk dirinya.
"Dih" Aska tertawa.
"Udah pada besiapp kerja!!!" protes Zeva.
"Oke mi" Aska pergi ke kamar sambil menarik Zia.
-
"Kenapa aku ditarik coba? Mau bantu bantu di bawah" kata Zia.
"Ngapain? Kurang kerjaan. Gak ada itu gak ada, istirahat aja dikamar"
"Suntuk sayangg"
"Nggak. Nanti kamu kecapekan" Zia menatap Aska sambil mengeluarkan ekspresi wajah yang sok imut imut.
"Gak jadi ketemu Exo nih ya"
"Hah? Jadi ke Korea??" tanya Zia.
"Nggak, siapa mau ke Korea?" tanya Aska. Zia menatap Aska lagi dengan tatapan sinis.
"Pesta nya Zai aja ya undang ke sini"
"Udah telat jugaa kan, nikahnya aja besok. Walaupun nikahnya diundur tau sendainya kamu bilangnya kemaren-kemaren aku tetep gak mau sayang! Maunya kesana" omel Zia.
"Kek nya bagusan gak aku ingetin deh" gumam Aska.
"Suruh siapa ngingetin" balas Zia.
"Kita buat kesepakatan aja gimana?"
"Kesepakatan gimana?" tanya Zia.
"Kalau kamu mau kita ke Korea, kamu izinin aku beli mobil baru"
"Gajadi, gajadi ke Korea. Gak gak" Zia keluar kamar.
"Nggak loh nggak!! Nggakk" Zia masih bersuara meskipun sudah diluar kamar. Aska tertawa mendengar penolakan Zia.
"Oke, karena ditolak. Rombak yang lama jadi kayak baru" Aska bermonolog. Dia bersiap diri untuk ke kantor lalu keluar dari kamar.
-
Di meja makan, Zia tetap melayani Aska namun masih tidak ingin berbicara dengan Aska. Bahkan, Aska saja di cuekin.
"Woi, lu bedua abis gelut lagi?" tanya Zai.
"Kagak" jawab keduanya.
"Kok gak yakin" sahut Luis.
"Ya!!" kompak lagi.
"Kalian selalu sehati ya" Zeco bersuara.
"Ya!!" kompak untuk ke tiga kalinya.
"Ada yang gak beres ini!!" ujar Zean.
"Ya!!"
"Makin gak beres karena dijawab iya" sahut Lee.
"Bang Aska gak selingkuh ya?"
"Yaa!!"
"Eh nggak anjim astaghfirullah" sekeluarga pun tertawa.
~ - ~
__ADS_1
Sore hari tiba, pernikahan Zai tinggal hitungan jam. Zai terus berada di kamarnya berjam-jam tanpa keluar sama sekali.
"Assalamualaikum sayang" tak mendengar sahutan, Aska masuk ke kamar. Dia baru saja balik dari kantornya.
"Zai kenapa? Katanya gak ada keluar" Aska mengedarkan pandangannya.
Yang ditemukan Aska adalah istrinya sedang tertidur lelap dengan laptop juga jajanan di dekatnya.
Aska mendekat lalu mengecup pipinya.
Aska membenahi posisi Zia lalu Aska memeluk Zia, "Maaf ya sayang, aku gabisa turutin semua keinginan kamu" bisik Aska.
"Aku ngerti kok, aku tau kalau kamu cemburu sama oppa oppa" balas Zia. Aska melepas pelukannya lalu melihat ke Zia yang melek sambil tersenyum.
"Kamu tidur pura-pura?" tanya Aska. Zia menggeleng.
"Tidur beneran, tapi kebangun pas kamu peluk" jawab Zia.
"Aku ganggu?" Zia mengecup bibir Aska.
"Nggak sayang" Aska memeluk Zia lagi. Dia menyembunyikan wajahnya di dekat leher Zia.
"Ada masalah dikantor?" Aska menggeleng.
"Jadi?"
"Just miss you baby" bisik Aska.
"Really?" Aska berdehem.
"Tumben, ada masalah kan? Jujur!"
"Gak ada sayang cuma capek dikit" jawab Aska.
Tiba tiba perut Aska berbunyi. "Telat makan atau nggak makan sama sekali?"
"Aku ngebut, jadi cuma minum"
"Kamu itu kenapa sih!!! Makan itu penting kesehatan itu penting bukan cuma kerja gimana sih kamu itu malah pekerjaan jadi prioritas?! Gak ada yang lebih penting dari kesehatan tau gak?!"
Zia ngerap!!
"Pelafalan kamu cukup bagus sayang" Zia menatapnya kesal.
Cup~
"Aku tau aku salah, aku minta maaf ya. Jangan ngambek ya baby?"
"Janji deh gak bakal telat makan lagi" Aska cengengesan. Zia merentangkan tangannya.
"Kenapa?"
"Gendong kebawah.. aku juga laperr" rengek Zia. Aska tersenyum manis melihat Zia.
Aska pun menggendong Zia, mereka berdua pergi menuju dapur.
"Kamu mau makan apa?" tanya Zia.
"Makan.. apa aja deh" jawab Aska.
"Tentuin kek, plin plan banget"
"Yaudah iya, makan kamu"
"Aaaaa seremmm suami ku kaniballl"
Tok tok tok
"Zai?"
"Masih hidup gak sih dia?" tanya Zean.
"Ngomong yang bener aja napa sih? Adeknya lagi galau juga" protes Febby di belakang Zean.
"Iya sayang iya, maaf ya cup~" Zean mengecup pipi Febby.
"Dasar gak tau tempat" cibir Febby.
"Salah lagi" keluh Zean. Zia dan Aska yang juga ada disana tertawa.
Tok tok tok
"Zai, buka pintunya" bujuk Zia.
"Kagak di respon pemirsa.." kata Zean.
"Pake cara kasar kalau gini" Aska mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.
"Eehh mau ngapain?!" tanya Zia.
"Dobrak pintulah"
"Nggak usahhh, kan ada kunci cadangan" balas Zia.
"Aish bambang ini, bukannya dari tadi!" protes Zean, Zia tertawa.
"Mbak maaaa, ambilkan kunci serep kamar Zaiiyn Malik" teriak Zia.
"Zayn Malik lah pulak" lagi lagi Zean protes.
"Bapak dua anak ini emang minim otak ya?!" tanya Zia kesal. Febby tertawa.
"Otaknya terkikis dek" sahut Febby. Zia dan Febby tertawa.
"Bully Zean adalah prioritas utama" kata Aska.
"Gue pecat jadi adek ipar lu ya" ancam Zean.
"Eh ampun bang ampun" Aska cengengesan.
Ceklek..
Pintu terbuka, Zai berada di depan pintu sambil menatap mereka tanpa ekspresi.
"Zai.. auwh adekku tercinta, kamu kenapa?" tanya Zia ngalay.
"Najissss dengernya" komen Zean.
"Bacot kau abang coconut!" balas Zia.
"Coconut?" tanya Febby.
"Bagus coconut kak dari pada potato" jawab Zia. Mereka tertawa termasuk Zai yang baru membuka pintu.
"Seneng gue liat lu senyum. Lu ada masalah apa?" tanya Zia serius.
"Cuma.. khawatir, cemas, gugup, takut dan sejenisnya" jawab Zai sendu.
__ADS_1
"Betina, go" suruh Zean.
"Cem betol aja bah" Zia pergi diikuti Febby. Sedangkan Aska dan Zean masuk ke kamar Zai.
-~-•••-~-
Keesokan harinya...
"Saya terima nikah dan kawinnya Kinan Syahira Pangestu binti Raka Pangestu dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!!"
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"Sah~~"
Zai bernafas lega setelah mendengar satu kata pertanda kehalalan hubungannya dengan Kinan. Dia melirik ke Kinan yang tersenyum sangat manis. Senyum terpancar dari wajah mereka berdua.
"Akhirnya adek gue nikah jugaaa" ujar Zean.
Zean, Febby, Aska, dan Zia, mereka berempat sedang memperhatikan Zai dan Kinan yang sedang di pelaminan.
Zean dan Febby hanya berdua sekarang karena kedua anaknya dibawa oleh para nenek dan kakek.
"Wahhh.."
"Kenapa?" tanya Aska.
"Gue baru tau si Zai se-cantik ini" jawab Zia.
"Ganteng oonn, ngapa jadi cantik?!" protes Zean.
"Up to you bapak-bapak!" Zean menatap Zia sinis.
"Selo bos" Zia cengengesan.
"Eh iya, gue penasaran deh, lu bedua ngomong apaan kemaren dikamar Zai?" tanya Zia.
"Kakak juga penasaran Zi, pas keluar kamar, Zai jadi sumringah banget gitu. Kalyan jampi jampi ya?" sahut Febby.
"Eyhh.. mana ada begituan kak feb. Aska sama bang Ze cuma kasih tau dan jelasin suatu pengalaman" ujar Aska.
"Pengalaman apa?" tanya Zia.
"Pengalaman satu malam sebelum kata sah di pernikahan kita" jawab Aska.
"Emangg pengalaman apaan? Mau denger dongg" pinta Zia.
"Secret" bisik Aska.
"Kamu gak boleh tau berat, biar aku saja" kata Aska.
"Lebay amat" komen Zean untuk kesekian kalinya.
"Pengen nabok takut bedosa" gumam Aska.
"Apa?"
"Nggak bang nggak, itu Zai ganteng" jawab Aska menggaruk kepalanya. Mereka tertawa.
"Kalau Aska ceritain pengalaman, si Zean cerita apa?" tanya Febby.
"Mau tau kak?" Febby mengangguk. Aska mengode mereka untuk merapat.
"Ka diem" ujar Zean.
"Nanti mereka mati penasaran bang"
"Yaudah buruan apaaa?" tanya Zia gak sabar.
"Bang Zean cerita tentang malam dimana pembuatan Frizy" Febby memukuli lengan Zean. Zean pasrah sambil cengengesan.
__ADS_1
Zia menatap datar abangnya itu, "Emang.. bapak dua anak ini makin tua makin gak berakhlak!"