Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Club?


__ADS_3

Aska pun sampai dirumah Ivan, dia melihat ada motor yang familiar di matanya.


"Motor Dimas kan? ada Dimas ternyata" gumam aska, dia mengetuk pintu rumah Ivan dan ternyata mamanya yang keluar.


"Eh kamu. Kapan pulang" tanya Mama Ivan.


"Semalam Tante, Ivan mana tan?" tanya Aska.


"Dikamarnya, ada Dimas juga itu. Katanya sih ngerjain tugas kelompok" jawab Mama Ivan.


"Ooo, Aska ke kamarnya Ivan ya tan"


"Iya, masih ingatkan jalannya?" tanya Mama Ivan


"Masih dong tan hehehe"


"Yaudah, Tante mau ke dapur dulu" pamit mamanya. Aska mengangguk, dia pun menuju kamar Ivan dia tidak mengetuk pintunya dan langsung masuk.


"Eh woi!!" Sapa Aska.


"Aska?" ujar Mereka bersamaan.


"Iya?" tanya Aska.


"Kapan Lo balik? Ngapa nggak ngasih tau kita? Kampret emang lo yaa!!!" ledek Dimas.


"Dadakan, gimana kabar kalian"tanya Aska.


"Baik aja Alhamdulillah, Lo?" tanya Ivan.


"Masih hidup"


"Aaaaa seneng banget gue seneng sumpahh" ujar Dimas


"Emang makin alay gini apa gimana sih Van?"


"Semenjak jadian sama Tania, tingkat kealayannya bertingkat, dan dia jadi bucin akut" jawabb Ivan.


"Kampretttttt Lo pada! Kalau udah gabung aja gue yang kenak buli" sahut Dimas mereka tertawa mendengarnya.


Toktoktok..


"Masuk" kata Ivan.


"Ini makanan sama minuman buat kalian"


"Eh jadi ngerepotin tante" ujar Dimas.


"Nggak kok, Tante seneng kalian bisa kumpul lagi" ujar Mama Ivan.


"Yaudah tante keluar dulu ya, nikmatin kebersamaan kalian"


"Iya Tante" jawab Dimas dan Aska.


"Mama nanti mau pergi arisan ya van,"


"Oh iya ma, hati hati" sahut Ivan


"Hati hati Tante" ujar Dimas dan Aska


"Iya" kata mamanya lalu pergi meninggalkan kamar Ivan.


"Jadi Zia sekarang gimana?" tanya Aska setelah mama Ivan keluar.


"Nah itu dia, dia jadi kalem banget ka, tapi gue rasa kalau dia ketemu sama lo nyawanya bakal balik lagi" jawab Dimas


Plak..


Plak..


Dua geplakan bersamaan dari Ivan dan Aska.

__ADS_1


"Sakit woi, masyaallah dibuli aja gue disini" keluh Dimas.


"Lah Lo ngawur, Lo fikir nyawa Zia ngilang apa?" tanya Ivan.


"ECEKNYA aja gitu" jawab Dimas cengengesan.


"Palalu peang" jawab Aska.


"Lo gak mau temuin Zia?" tanya Ivan.


"Nggak, ntaran aja. Kapan kapan"


"Lo disini berapa lama?" Tanya Dimas.


"10 hari, kalau gak ada panggilan dadakan dari sana." Jawab Aska.


"Ooo, terus kok Lo bisa pulang?" tanya Ivan.


"Gak tau gue, gue dikasih tau temen gue disana. Selesai Lo nelpon gue waktu itu. Gue udah cek sih, emang libur 10 hari" jawab Aska.


"Yaudalah, libur apapun itu bodoamat. Ntar malem ke club kuy" ajak Dimas.


"Nah iya! Gue udah lama gak ke club" sahut Ivan


"Kalian gak ke club? Tumben? Gara gara kagak ada gue ya?" Tanya Aska.


"Kegeeran woiii!" jawab Ivan dan Dimas bersamaan, Aska hanya tertawa mendengarnya.


"Oke oke, ntar malam kita ke club!" kata Aska.


"Oke siap" jawab mereka bersamaan.


"Nah ini kalian ngapa bisa barengan pagi pagi?"


"Ada tugas kelompok. Gara gara Lo ngajak ngomong mulu sih, gue sama Dimas lupa sama tugas" salah Ivan.


"Hah? Kok gue? Sembarangan aja emang" keluh Aska. Mereka pun kembali mengerjakan tugas kelompok yang mereka maksudkan.


"Ada yang gak tau tanya gue" suruh Aska sambil memakan cemilan yang dibawa mama Ivan tadi.


"Ya bisalah, bantu doa" jawab Aska.


Plak..


Plak..


"Astaghfirullah, sakit banget ini sumpah" keluh Aska.


"Lebayy woi anak rantauan" sahut Ivan sambil tertawa.


__________


Malam harinya sesuai yang diinginkan Dimas, mereka bertiga ke club untuk bersenang senang. Sesampainya di club.


"Eh woi, kemana aja baru muncul kalian?" tanya Bertender bernama Raffel, dia lumayan dekat dengan Aska dan temannya. Raffel jugalah pemilik club ini.


"Mereka mah gak mau kemari kalau gak ada gue," jawab Aska.


"Kepdan banget emang" sahut Ivan, Raffel hanya tertawa mendengarnya.


"Pesan apa?" tanya Raffel


"Biasa" jawab mereka bertiga.


"Oke oke tunggu ya!" suruh Raffel, dia pun mulai membuat minuman untuk mereka bertiga. Aska mengedarkan pandangannya dan matanya terhenti pada satu orang, yang mirip dengan orang yang dia kenal.


"Van, dim, itu Zia kan?" tanya Aska.


"Mana?" tanya mereka.


"Ituuu" jawab Aska sambil menunjuk Zia.

__ADS_1


"Eh iya, itu Zia. Sama siapa dia disini? Kok sendirian gitu?" tanya Ivan


"Wait, liat itu botol alkoholnya udah sampe tiga. Udah mabuk pasti tu anak" tebak Dimas. Aska pun menghampiri Zia, Ivan dan Dimas pun mengikutinya


Seperti dugaannya Dimas, Zia sudah mabuk karena terlalu banyak meneguk alkohol.


"Zia" panggil Aska.


"Eih, Aska? Lo kemana aja selama ini?" tanya Zia dalam keadaan mabuk.


"Aska, Lo bawa aja sana anaknya. Ntar bahaya kalau disini" suruh Ivan.


"Iya ka, Bawak aja sono, cepetann!" Sahut Dimas, mereka berdua meninggalkan Aska dan Zia.


"Iya iya." Jawab Aska, dia menggendong Zia.


"Fel, gue bayar ntar ya, mau nganterin ni anak dulu" pamit Aska.


"Kagak usah Lo bayar juga gak masalah" jawab Raffel. Aska hanya tersenyum Pepsodent, lalu membawa Zia menuju apartemennya. Dia ragu ragu membawa zia kerumahnya. Takut jika Zeco marah dan berpikiran buruk padanya jadi dia membawa ke apartemennya yang tidak jauh dari club itu.


"Kok Lo mabuk sih Ziaa" tanya Aska yang tertidur. Dia meletakkan Zia dikamar apartemennya. Lalu mengambil ponselnya versi Indonesia.


 


Aska;


Yuka, ke apartemen kakak sekarang ya! Cepett!!


Yuka;


Alamatnya kak???


 


Aska pun mengirim lokasinya.


________


Dirumah Zia, semua keluarga panik karena Zia tidak pulang kerumah. Mereka sudah mencari keapartemennya ke kafenya dan ke HzIn hasilnya nihil. Tidak ada Zia disana.


"Zia kemana sih Lo dekkk?!" tanya Zean, tiba tiba hpnya berdering.


Aska calling....


"Ngapain ni anak nelpon?" tanya Zean.


"Angkat aja siapa tau penting!" suruh Febby, Zean pun mengangkat teleponnya, dia juga meloud speaker panggilannya.


 


—Aska—


📞 Aska; assalamualaikum bang.


Zean; waalaikumsalam ka, ada apa?


📞 Aska; Abang nyariin Zia kan? Zia lagi di apartemen gue, dia mabuk. Gue takut sama om Zeco jadi gue bawa aja dia ke apartemen gue. Tenang aja gue gak bakal macam macam kok bang. Sepupu gue ntar juga disini.


 


"Aska anaknya Hans?" tanya Zeco.


"Iya pa," jawab Zean


"Ah syukurlah." Kata mereka. Zeco mengambil alih teleponnya Zean.


 


Zeco; jaga Zia disitu ya Aska.


📞 Aska; iya bang, eh omm. Kalau gitu aska tutup dulu teleponnya assalamualaikum.

__ADS_1


Zeco; waalaikumsalam.


 


__ADS_2