Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Jalan-jalan [2]


__ADS_3

Setibanya di bioskop. Sesuai permintaan Zia, mereka bertiga menonton film horor dan tentunya Aska yang bayarin semuanya. Termasuk popcorn.


Film dimulai.


Mereka mencoba menonton dengan tenang. Tapi lain halnya dengan Zia. Zia yang memilih film, Zia juga yang ketakutan. Posisinya sedang diapit oleh Aska dan Ivan.


Kalau Zia ketakutan, ia menutup matanya dan reflek sembunyi di belakang badan Aska. Aska yang melihat Zia begitu tertawa pelan.


Sepanjang film seperti itu terus. Sampai akhirnya film pun habis. Mereka keluar dan lanjut pergi menuju kafe karena lapar.


"Parah ni cewek. Dia yang ngerekomendasiin film horor, dia yang ketakutan. Jangan sampe ntar malem tidurnya di kamar Zai ya," ledek Ivan menunggu makanan datang.


"Ahaha. Si Aska jadi menang banyak cokk!" Aska tertawa sekilas melihat Zia malu-malu. "Ya maapp... gue takut horor tapi penasaran pengen nonton. Gue tadi tu reflek ya, Dimm, reflekkk!"


"Agak salting belio."


"Lagian kenapa gak nonton film-film romantis gitu aja tadi?" tanya Aska. "Ogah. Yakalii kita berempat nonton film romantis. Gue juga lagi gak mau nonton romance tadii." Ketiga pria itu berohria.


Pesanan makanan datang, mereka mulai makan dengan tenang. "Btw, makasihhh.. maapp gue jadi ganggu waktu kalian," kata Zia sambil nyengir. Merasa sedikit tak enak.


"Santai aja, Cii, seru juga kok kalau ada luu. Ya kan cokkk?" tanya Ivan pada temen-temennya. "Yoi," sahut Aska dan Dimas bersamaan.


"Sering-sering aja deh gabung sama kita. Lagian enak main sama lu," kata Dimas. "Gak janji sih gue, agak creepy cewek sendiri."


"Gak usah takut, kita bukan cowok mesumm."


"Yaudah. Gue yang bayar makan kali ini." Ivan beranjak pergi membayar makanan. Beberapa menit kemudian, Ivan kembali. Mereka beranjak pergi bersama-sama. "Habis ini kemana?"


"Ngikut lu, lu maunya kemana lagi?"


"Gue gak tau lah mau kemana, ikut kalian aja deh."


"Kalau gitu ayok ke tempat spesial aja." Aska dan Dimas menatap Ivan heran, "Camp."


"Oke, deal."


"Let's goo!" Zia yang masih bingung pun tetap mengikuti. Aska mulai mengendarai mobilnya menuju tempat itu. Dan sebelumnya mereka membeli cemilan di supermarket.


"Ini mo kemanaa siikk?"


"Ntar juga lu tauuu."


...—·—...

__ADS_1


"Ini di manaaaa?" Zia kebingungan setelah sampai ke tempat yang di maksudkan Ivan.


Tempat itu basecamp mereka, basecamp Triplebad. Rumah kayu dengan desain interior yang luar biasa. Zia tidak terlalu mengerti desain rumah, tapi ia suka melihat rumah kayu ini dan berdecak kagum melihatnya.


"Welcome to the Triplebad basecamp!" sambut Ivan dengan senyuman. "Wow, luar biasaa."


"Ayok masuk," ajak Aska, Zia malah diam terpaku. Jujur saja, dirinya merasa takut karena cewek sendiri disitu. "Jangan negatif thinking, Zia. Kami gak bakal ngapa-ngapain lu kok, beneran dehh."


"Iya betull. Gak mungkin kita ngelakuin yang ngga-ngga sama lu," sahut Dimas dan di balas anggukan oleh Aska dan Ivan. Zia menghela nafas untuk menghilangkan rasa takutnya kemudian jalan duluan masuk ke dalam rumah itu.


Sesampainya di dalam lagi-lagi Zia takjub melihatnya. Ia menatap setiap sudut rumah dengan senyuman merekah. Terlihat senang.


Aska berjalan menuju kulkas dan mengambil minuman dingin. "Lu tau gak?" Ivan mengalihkan perhatian Zia.


"Nggak, emang kenapa?"


"Lu satu-satunya cewek yang diajakin kesini. Yang tau tempat ini juga cuma kami bertiga sama satu lagi Sam," jawab Ivan. "Kenapa gitu? Ada apaan emang sama rumah ini?"


"Ini tempat spesial, walaupun gak keliatan spesial. Yang tau juga cuma orang-orang spesial, ya termasuk lu," jawab Aska sambil menyodorkan minumannya.


Zia menerima dengan senyuman mereka. "Thanks udah bawa gue ke tempat senyaman ini. Gue sukaa!"


"Alhamdulillah kalau lu suka."


"Mau nonton horor lagi? Gue punya DVDnya," Zia mendekat dan menyentil kepala Aska. "Begoo luu! Tau gitu kita gak usah ke bioskop, ngabisin uang ajaa."


"Ya maapp, gue juga baru ingat."


"Teruss, mau nonton horor lagi jadinya? Apa mau nonton film romantis?"


"Emmm. Nonton sinetron aja, kalau kebanyakan nonton horor ntar gue jadi beneran takut ke kamar mandi."


"Preman tapi penakut," ledek Aska. Lagi-lagi Zia menyentil kepala Aska, Aska pura-pura meringis kesakitan. "Sok ngga pernah takut ya anda!" Ivan dan Dimas tertawa melihat mereka berdua. Terlihat serasi.


Aska menuju televisi dan memutar sinetron buatan produser Indonesia. Mereka menonton televisi sambil memakan cemilan yang dibeli tadi.


"Btw, Van, gue besok ke Jerman," kata Zia memecah keheningan. "Ngapain? Lu mau kabur dari masalah?"


"Semua orang mikir gue kabur. Kabur gimana sihh? Gue kan tadi skors. Tadi siang gue juga bilang mau qtime sama keluarga, jadi ya ngga kabur."


"Lu sendiri? Gue ikut dong," kata Dimas menengah. "Lu sekolah, goblokk!" omel Ivan.


"Padahal mau bolos. Yaudahlahh."

__ADS_1


"Gue gak sendiri kok. Bokap nyokap ikut, kebetulan memang ada kerjaan di sana kata bokap gue," ujar Zia. "Yaudah kalau gitu mah. Nikmatin dah holidaynya, jangan pikirin yang di sini. Oiya, gue minta oleh-oleh."


"Hahaha, amannn."


Tiba-tiba hp mereka berbunyi semua, kecuali hp Aska. Muncullah obrolan grup chat dari Aska. Aska yang membuat grup itu.


...pasukan bukjia...


Askaiansyah; Hay teman?


Itulah isi chatnya. Ivan, Dimas, dan Zia pun saling bertatapan. "Sengklek mennn!" ledek Zia mengundang gelak tawa. "Kok bukjiaaa?"


"You're a queen, Zi. Lu mau ke Jerman, kan? Nah, ini grup baru buat kita kabar-kabaran. Kan bisa juga tuh vidcall berempat."


"Bener juga sii."


"Jujur, gue merasa aneh ngelihat Aska yang sekarang banyak bicara," kata Ivan. "Emang biasanya?"


"Susah ngomong, Zi. Kulboyy."


"Gak usah percaya, hoax semua."


"Rill cokk! Irit banget suaranya, kek mahal aja."


"Bacot sumpahh." Mereka tertawa melihat Aska kesal. Di saat sedang asik berbincang, ponsel Ivan berdering.


Bang Zee; anter Zia pulang van, udah larut malam ini. takutnya telat dia besok pergi ke Jerman.


^^^Ivan; oke bang, omw.^^^


Ivan berdiri. "Mau kemana?"


"Ayo anter Cici pulang." Mereka semua beranjak, hendak mengantarkan Zia pulang kerumahnya. Skip, skip. Setibanya di depan rumah Zia.


"Thanks for the time, guys! Thank you traktirannya, thank you semuanya, makasih udah ngajakin gue ke basecamp kalian. Maaf karena gue jadi ganggu acara kaliann," kata Zia senang sebelum turun dari mobil.


"Gak ganggu, beneran gak ganggu."


"Iya benerrr. Seneng bisa main sama lu, safe flight until Jerman ya!" sahut Dimas. "Hehe, iyaa, Dimas. Sekali lagi makasiii. Bye-bye!"


"Byee. Ooiyaaa, oleh-olehnya, jangan lupa!"


^^^Revisi, 2021.^^^

__ADS_1


__ADS_2