
Setelah di test, darah Zeco lah yang ternyata cocok dengan darahnya Zia. Zeco pun menyuruh tim medis mengambil darahnya sebanyak banyaknya untuk Zia. Setelah mengambil darah, Zeco keluar dan melihat mereka semua masih tetap dirumah sakit.
"Zia ayok bertahan Lo pasti kuatt" ujar Tania dan Ica.
"Ini sambutan Lo Zi? Luar biasa. Sambutan lo bener bener luar biasa" kata Qiara sambil terisak. Samuel menenangkan Qiara.
"Mana janji Lo kak? Lo bilang gak mau buat gue khawatir, tapi sekarang Lo buat gue khawatir kakk" sahut Zia sambil melihat ke arah kamar Zia.
"Dek, bangun. Jangan tinggalin abang." pinta Zeco.
"Kenapa ini harus terjadi sama Lo Zia? Kenapaa?" tanya Ivan.
"Maafin gue zi, gue bukan sepupu yang baik buat lo" lirih Luis.
"Jangan salahkan dirimu Luis, om juga tidak akan mengalahkan kamu" balas Zeco.
"Zia kuat, Zia pasti bisa" sahut Abizar.
"Abizar?" sapa Lionard ketika melihat Abizar. Abizar salam ke arah Lionard.
"Baju kamu penuh darah" ujar Zorisya, Abi hanya tersenyum, tetapi senyum terpaksa.
"Gak masalah tante, yang penting Zia selamat" balas Abi.
"Sekarang, kasih tau ke kita, ceritanya gimana? Kenapa bisa hal ini terjadi?" tanya Hans.
"Zia.." teriak seseorang dengan mukanya yang bercucuran keringat.
"Aska? Gimana bisa kamu disini? Kapan kamu datang??" tanya Hans. Aska tidak menjawab dan langsung melihat Zia dari luar kamarnya.
"Zia bangun, gue mohonn!" pinta Aska, air matanya menetes.
"Zia bangun ayok! Ziaa jangan tinggalin gueee!!" kata Aska. Air matanya terus mengalir.
"Aska" panggil Alice yang sudah disampingnya. Aska langsung memeluk Alice.
"Zia gak apa apakan? Zia baik baik aja kan ma? Iyakan?" tanya Aska sambil terisak. 'aska jarang nangis untuk hal apapun, kenapa sekarang dia nangis. dia pasti cinta banget sama Zia, ayok Zii sadar! kita semua sayang sama lo' batin Dimas melihat ke arah Zia.
__ADS_1
"Tenang lah nak" suruh Alice. Aska sulit menenangkan pikirannya. Sampai akhirnya beberapa menit berlalu dia mulai sedikit tenang.
"Gimana bisa kamu disini nak?" tanya Zeco.
"Aska tadi bermimpi, mimpi kalau Zia ditabrak lari. Didalam mimpi Aska, ada orang yang melempar hp Zia ke jalan beraspal. Karena dilihat jalanan itu sepi, Zia berjalan mengambil hpnya. Setelah dia ingin kembali, Zia..Ziaa.. Zia tertabrak, dia melayang, kemudian terbanting, darah bercucuran dari kepalanya" jelas Aska sambil menyeka air matanya.
"Aska coba hubungi Luis tadi, Luis bilang, itu bukan mimpi, dan Luis juga bilang kalau dia mau ke RS. Seketika Aska minta izin sama kakek dan nenek untuk pergi ke Indonesia menggunakan pesawat pribadinya kakek. Dan sekarang Aska disini" lanjut Aska.
"Ini jawaban dari firasat buruk Aska tadi pagi" lirih Aska.
"Kamu berfirasat buruk pagi ini? Om juga merasakannya" sahut Zeco.
"Luis juga merasakan hal yang serupa" kata Aska.
"Luis apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lee.
"Luis gak tau kejadiannya pa. Karena haus Luis berhentiin mobil didepan supermarket, Luis mau beli Aqua, Luis suruh Zia untuk gak usah turun dari mobil. Zia mengangguk, Luis keluar dari mobil dan masuk supermarket. Antriannya panjang, jadi Luis lama di dalam supermarket. Waktu Luis keluar, Zia sudah bercucuran darah digendongannya bang Abi" jelas Luis.
"Abi, kamu tau ceritanya?" tanya Lionard.
"Ceritanya bergulir" gumam Zai pelan, tanpa didengar siapapun.
"Ketika Abi lihat kesitu lagi, Abi baru tau kalau itu Zia. Abi lari keluar saat mobil itu melaju, karena jaraknya jauh, Abi terlambat Zia sudah tertabrak. Semua cerita yang dikatakan pria yang kalian panggil Aska tadi, semua cerita itu benar benar sama dengan kejadian" jawab Abizar sambil meneteskan air mata. Abi menghapus air matanya, mencoba untuk tenang. 'kenapa? kenapa Aska punya mimpi yang serupa dengan kejadian?' tanya mereka dalam hati.
"Kalian pulanglah, hari sudah malam. Zia pasti baik baik saja" suruh Zeco pada temannya Zia. Semuanya menurut dan kembali ke rumah masing masing.
"Dimana Bian? Kenapa dia tidak ada disini?" tanya Mahen. Lalu mengambil ponselnya.
—Bian—
Mahen; Dimana kamu? Apa yang kamu lakukan?
📞 Bian; Bian di kota Xxx, sedang dibengkel. Kenapa pa?
Mahen; cepat kembali, calon istrimu tertabrak mobil!
📞 Bian; APA? aku akan kembali sekarang (memutuskan panggilannya).
__ADS_1
"Mahen, Hans. Sebaiknya kalian pulang." suruh Zeco.
"Papa, mama, bang Lee, kak Yossie sebaiknya juga pulang. Kasihan jika Lucas berada disini" ujar Zeco lagi.
"Abizar, tidurlah dirumah abang" kata Zeco.
"Tidak usah bang, aku akan merepotkan" balas Abizar.
"Tidak, jangan membantahku. Turuti saja. Zean Febby, Zai kalian juga kembali kerumah" suruh Zeco.
"Baik pa" jawab Zean, mereka semua pun kembali ke rumah. Tersisa Zeco dan Zeva di ruangan Zia.
(Fyi; kalau kalian lupa, Abizar itu anak angkat abangnya Kakek Hitler, jadi Zeco dan Lee sepupuan dengan Abizar. Harusnya Zia, Luis sama yang lain panggilnya om. Tapi Abi gak mau dipanggil om, jadi mereka panggil abi abang.)
Setelah mereka pergi, Zeco masuk keruangan Zia. Zeco menangis melihat putri kesayangannya terbaring lemah dengan segala alat untuk membantunya bertahan hidup. Zeco tidak sanggup jika sesuatu terjadi pada anak anaknya.
"Zia, kamu bangun ya. Jangan tidur terlalu lama, papa mohon" pinta Zeco. Zeva yang melihat suaminya begitu rapuh ikut menangis, mata Zeva sudah sembab karena menangis terus menerus.
"Zia, jangan tinggalin papa sama mama. Kamu kuat kamu pasti bisa melawan semua ini kan? Ayok bangun!" ujar Zeco lagi.
°°°
Disisi lain.
Beberapa menit sebelum ditelepon.
"Kenapa mobil Lo? Kok gini?" tanya Algi.
"Gak tau gue, ntah nabrak apaan tadi. Nabrak sapi apa ya? Tapi gak mungkin ada sapi di aspal" jawab Bian.
"Lo yang punya mobil bisa pula gak tau" balas Algi.
"Benerin mobil gue buru!" suruh Bian. Algi merupakan manajer di salah satu bengkel ternama, dia ahli dalam bidang ini. Algi pun membenahi mobilnya Bian. Gak lama kemudian ada telepon dari papanya, dia mendapati berita bahwa Zia sedang dirumah sakit akibat kecelakaan. Dengan cepat, Bian kembali ke kotanya dengan membawa mobilnya Algi.
•••••
ALLO GUYS!!
__ADS_1
MAAF NIH CIWI BARBAR BARU UP. AUTHOR NYA KEMARIN KAGA ADA SINYAL. DAN SEKARANG BARU ADA. MAKASIH YAU KALIAN SABAR NUNGGU UP NYA CIWI BARBAR. SEE YOU NEXT CHAPTER 🤩❤️