Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Wacanaa?


__ADS_3

Seminggu setelahnya, kehidupan Aska Zia semakin harmonis. Tidak ada lagi hama pengganggu dalam hubungan mereka.


Rencana Aska seminggu yang lalu berhasil. Hayr sekarang sudah berada di rumah sakit jiwa. Bagaimana dengan Bian??


Bian hanya mengundang makan malam biasa untuk permintaan maafnya.


Orang orang terdekat Aska juga lebih bahagia. Rafael? Dia sudah lebih dekat dengan Keiko. Bahkan, dua bulan lagi mereka akan mengadakan akad nikah.


Karena orang tua Keiko sudah meninggal, kakaknya juga menikah dan pindah agama. Keiko pun memutuskan untuk m koengikuti kepercayaan Rafael dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.


Lain dengan Zai dan Kinan, mereka sedang mengatur tanggal untuk menyusul Rafael. Untuk saat ini mereka masih sepasang tunangan yang romantis.


Squad squad SMA Aska dan Zia juga baik baik saja tanpa masalah. Bang Zean serta Kak Febby, sedang bahagia ingin menyambut anak keduanya.


"Semoga aja, gak ada lagi pemisah diantara kita ya sayang" Zia menatap Aska lalu mengangguk. Aska mengecup bibir Zia sekilas, lalu kembali tidur di paha Zia.


"Sayangnya ayah, apa kabar? Kamu baik baik aja kan? Jangan bandel yaa" Aska mengelus perut Zia.


"Iya ayah" Zia meniru suara bayi. Aska malah tertawa.


"Kenapa suaranya kayak gitu?" tanya Aska.


"Ya kan, anggep aja anaknya cowok. Jadi suaranya kayak cowok gitu" jawab Zia. Aska tertawa.


"Gemesin bangett siihh" Aska duduk lalu mengecup pipi Zia.


"HOLLAAA" teriak seseorang. Mereka tanda ini suara siapa.


"INI RUMAH BUKAN HUTAN!! NGAPAIN TERIAK WOI?!" balas Aska.


"Lah lo teriak?" tanyanya polos.


"Mampuss mampuss, keluar sana lu keluar! Rusuh amat" kata Aska.


"Sungguh tegaa, kenapa babang Aksa diusir?" sok dramatis. Ya, dia Aksa si perusuh. Dia datang bersama Refiona.


"Najissuunnn" balas Aska. Zia dan Refiona hanya tertawa melihat adu mulut mereka berdua.


"ASSALAMUALAIKUM ADA ORANG GAKK?!" teriak seseorang lagi.


"Ini rumah gue ngapa jadi kea hutan sih?" tanya Aska.


"SIAPAAA?!" teriak Aska. Masuklah squad blangsak.


"Kami datang membawa sejuta kerinduan" sahut Qiara. Mereka tertawa.


"Eh, kok dirumah gue?! Harusnya dirumah Ipan" protes Aska.


"Rumah gue gak muat, disini lebih epic. Pemandangannya juga cantik, secantik bini gue" jawab Ivan.


"Iii, pengen gue tennnnndangg" sahut Jimmy, mereka tertawa.


"Duduk coy, gue mau buat minuman dulu" ujar Zia. Aska menahan tangannya, lalu menggeleng.


"Pembantu kita siapa namanya?" tanya Aska.


"Wah parah wah!! Pembantu sendiri gak tau namanya" protes Dimas.


"Ya gimana, gue cuma ingat nama bini gue" balas Aska.


"Prettt... Gue yakin nih Zi, pasti banyak nama cewek yang ada di otak dia" sahut Alya.


"Woi" Aska protes ke Alya. Mereka tertawa.


"Biiiiiiiikk" teriak Aska. Mbak Jum datang.


"Ada apa tuan?" tanya Mbak Jum.


"Bikin minum buat mereka, jangan lupa dikasih racun sianida" suruh Aska.


"Mo bunuh orang ni anak" protes Samuel. Aska tertawa sambil mengangkat dua jarinya.


"Pada mau minum apa tuan?" tanya Mbak Jum.

__ADS_1


"Terserah bibi aja" jawab Ica.


"Eh mbak jangan dikasih racun ya" suruh Zia.


"Hehe, iya non. Bibi pergi dulu" Zia mengangguk, mbak Jum pergi ke dapur.


"Tunggu tunggu tunggu, kalian ngapain dikasih minum, kan bisa bikin sendiri?" tanya Zia.


"Iya ya. Biiii gak usah jad---"


"Pliss deh pliss kami tamu" Aksa menutup mulut Aska.


"Kan tamu tak diundang" jawab Zia polos. Aska menatap Zia, lalu mengangkat tangannya.


"Top" mereka bertos.


"Parah, laki bini kagak ada akhlak emang" protes Samuel. Zia dan Aska tertawa.


"Eh ini Aksa?" Ica nunjuk ke Aksa. Aska berdehem.


"Gak mirip punn" ujar Qiara.


"Qiara, fiks lo katarak!" balas Alya.


"Hahahaha"


"Wah enak lu ya, punya temen banyak" kata Aksa.


"Temen gue ya temen lo akso!" balas Aska.


"Iyaa, kita juga temen lu kali. Jangan jaim kalau udah biasa bobrok" sahut Dimas.


"Parahh, hilang otak Dimas mode on" komen Jimmy.


"Hahahaha"


"Gue Aksa, ini istri gue. Refiona" ujar Aksa.


"Seumuran kita kan?" tanya Ica. Aksa mengangguk.


"Hai juga, semoga bisa berteman baik ya" balas Refiona.


"Jadi segen ngebobrok gue" ujar Ivan.


"Sok segen, heran!!" protes Zia.


"Hahahahaha"


__


"Jadi? Lo pada ngapain kesini?" tanya Aska.


"Gue harap, liburan ke Padang bukan cuma wacana ya" ujar Alya.


"Hmm, bener" sahut Ica.


"Kode kodean mode on!!" kata Jimmy.


"Makanya peka oon" balas Dimas.


"Sok peka budak ni" Ivan menatap Dimas.


"Ah hyak gelot mulu dah heran gue" kata Samuel.


"Gak gelot gak idop" jawab Dimas dan Ivan bersamaan. Mereka tertawa lagi.


"Yaudah kapan mo pergi kapan?" tanya Aska.


"Buldep gimana?" usul Qiara.


"Kelamaan Qi. Besok aja gimana?" tanya Zia. Semua menatap Zia.


"Apa we? Gue salah?" tanya Zia heran.

__ADS_1


"Deal besok!!" sahut mereka bersamaan.


"Goyang nasi Padang pake sambel rendang sama orang Minang" Tania bernyanyi.


"Hahahahaha"


"Eh, coy ayok ikut ke Padang" ajak Ivan pada Aksa.


"Kamu mau ikut gak?" Aksa tanya ke Fiona.


"Ya jelas ikutlahh, rugi kali gak ikut" jawab Fiona cengengesan.


"Nah mantep mantep, jadi makin rame" sahut Alya.


"Eh, Eza gak diajak?" tanya Jimmy.


"Ajak aja, Rafael, Zai, bang Zean, Joshua. Ajakin aja, makin rame makin seru" jawab Ivan.


"Bang Zean gak bisa, kak Febby mau lahiran" jawab Zia.


"Joshua juga gak bisa, lagi di China" ujar Samuel.


"Yaudah ajak rap sama Zai aja" usul Ica.


"Besok nih?" tanya Dimas. Serentak berdehem.


"Bagi tugas lah" usul Samuel.


"Gue yang beliin tik--" omongan Aska terhenti setelah membaca schedule-nya besok.


"Kenapa?" tanya Alya.


"Gue ada rapat penting besok. Lusa aja gimana?" tanya Aska.


"Ah gak jelas lu, tadi katanya bisaa!" protes Dimas.


"Gue lupa dim, bener bener lupaa" Aska menunjukkan schedule-nya.


"Eh.. kalau Rafael ikut kita.. yang ngurus perusahaan lo siapa?" tanya Aksa.


"Lah iyaya" sahut Ivan.


"Berarti gak jadi diajak?" tanya Ica.


"Yaa.. iyalah" jawab Samuel.


"Yaudah gini aja. Jadinya tu kapan?!" tanya Qiara.


"Besok" jawab Aska.


"Awas aja diundur lagi" ancam Alya.


>><><<


Malam harinya, tepat pukul 21:30.


"Aaayy" Zia membangunkan Aska yang tertidur.


"Ayy"


"Hm?" tanya Aska dengan mata yang masih tertutup.


"Ayy!!"


"Apa sayang?" tanya Aska lagi. Kali ini matanya terbuka sedikit melihat ke Zia.


"Mau salad buah" ujar Zia sambil senyum merayu.


"Udah malam sayang. Mana ada yang jual salad buah jam segini" Aska menutup matanya.


"Iss.. gak mau beliin yaudah. Aku beli sendiri!!" Zia turun dari tempat tidur. Dengan sigap, Aska menarik tangannya.


"Yaudah iya tunggu" Aska bangun dari tidurnya menuju kamar mandi untuk cuci muka.

__ADS_1


Aska mendekat ke Zia, mengecup keningnya sekilas. "Jangan keluar kamar, aku pergi dulu"


Zia mengangguk. Zia mengecup pipi Aska. "Hati hati ayah" Aska tersenyum lalu pergi.


__ADS_2