Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Latihan


__ADS_3

Kembali ke Zia dan Aska.


"Gak kenyang?" tanya Zia.


"Aku nggak, kamu?" tanya Aska balik.


"Mayan lah, kamu mau makan apa biar aku buatin?" tanya Zia lagi, dia mulai menggulung lengan baju kaosnya.


"Gak usah, ayok istirahat" ajak Aska.


"Loh tapi kamu masih lapar" balas Zia.


"Makan kamu aku kenyang" jawab Aska.


"Menjauh menjauh!!" Zia mendorong dada bidang Aska. Aska malah cengengesan.


"Aku udah kenyang kok, ayok istirahat" ajak Aska lagi.


"Gak mau ah" balas Zia, dia kembali duduk di meja makan.


"Ya udah terserah" kata Aska. Aska pun pergi.


"Kak gue minta maaf yaa" Zai menghampiri Zia. Zia berdiri dan beranjak pergi. Zai menarik tangannya, Zia berhenti tanpa berbalik. Seluruh keluarga melihat itu, termasuk Aska yang berada di tangga.


"Kak plis, maafin gue. Gue tau gue salah gue be·go. Maafin gue, gue mohon kak" pinta Zai. Zia memaksa lepas tangannya.


"Jangan anggap saya kakak anda lagi" balas Zia lalu berlari menuju kamarnya. Zai bener bener menyesal kali ini. Meskipun Zia seperti itu, Zai sangat menyayanginya sebagai saudara.


"Kan udah kakak bilang kamu sabar, jangan ganggu dulu Zai. Zia butuh waktu, kamu harus ngertiin ya" kata Syifa menghampiri Zai. Zai mengangguk. Lalu menghampiri Zean.


"Bang lo marah gak sama gue? Gue adek lo kan? Iyakan?" tanya Zai mendekati Zean.


"Bang.. bang abang abang.." panggil Zai terus menerus.


"Kenapa alay sih?" tanya Zean sambil melirik kearah Zai. Zai malah cengengesan.


"Makanya lain kali jangan mau digob·lok gob·lokin! Mulai sekarang, apapun yang bakal lo lakuin tanyain ke gue dulu. Jangan sampe hal ini terjadi untuk kedua kalinya." balas Zean.


"Iya maap gue khilap. Itu kak zia gimana jadinya?" tanya Zai.


"Biar gue yang nenangin" sahut Aska dari tangga lalu pergi menuju kamarnya.


Perjalanan menuju kamar Aska rubah, dia berjalan menuju kamar tamu, lalu menelepon seseorang.


—RAP—


📞 Rafael; apaaa?


Aska; dih ga sopan, gue pecat mau?


📞 Rafael; ampun bos haha, kenapa bos?


Aska; Lo dimana ? Masih di Bali?


📞 Rafael; masih, adek gue masih sakit. Kenapa?


Aska; Lo libur berapa lama kampret?

__ADS_1


📞 Rafael; lusa gue balik kerja kenapa sih?


Aska; istri gue lagi punya masalah keluarga, gue mau ajak liburan. Lo temenin gue bisa? Libur lo nambah deh.


📞 Rafael; the best big bossss!! Kapan?


Aska; besok. Lo urus pesawat, hotel dan sebagainya ya.


📞 Rafael; menghemat nih ya. Kalau dirumah bokap gue aja nginepnya mau kagak? Rumah bokap gue cuma ada gue sama adek gue.


Aska; terserah lo. Pokoknya lo urus aja dah. Lo yang ajakin keliling ntar.


📞 Rafael; oke aman.


Aska; gue matiin dulu, mau nenangin istri gue (mematikan teleponnya)


Fyi; Rafael Anji Pangestu (RAP) adalah sekertaris Aska. Dia anak rantauan, dan bertemu Aska saat bertabrakan di pemakaman. Aska dekat dengannya karena mereka mempunyai banyak kesamaan. Bisa dikatakan Rafael adalah Aksa di mata Aska. Zia juga mengenal Rafael dengan baik karena Zia sering diajak Aska pergi ke kantornya.



Aska kembali menuju kamarnya. Melihat Zia sedang tidur di atas ranjang. Aska menyusul Zia menuju alam mimpi.


"Mimpi indah" bisik Aska ditelinga Zia. Lalu menutup matanya, memulai tidur.


_________________


"Woi bangun woi!! Latihan mati kalian hah?!" Zean menggebrak pintu kamar adeknya. Zia yang tertidur di pelukan Aska terganggu hendak bangkit. Aska menarik tangannya, Zia kembali tertidur sambil menatap Aska.


"Biarin aja, udah tidur" suruh Aska. Zia bergerak melihat jam.


"Astaghfirullah" Zia terkejut.


"Ini udah hampir jam sembilan malam" kata Zia.


"Ya jadi?" tanya Aska.


"Ya jadi gimana sih? Udah kelamaan tidur ini tuh. Ayok bangun" ajak Zia.


"Gak mau" jawab Aska sambil bermanja pada Zia.


"Kok serem? Kamu kenapa?" tanya Zia. Aska hanya diam. Zia memeriksa suhu tubuh Aska, menurut Zia semuanya normal. Gak lama kemudian bunyi sesuatu membuat Zia tertawa, bunyi suara perut Aska.


"Ayok bangun, aku buatin ayam goreng bumbu kari spesial untuk kamu" tawar Zia ditelinga Aska. Aska yang kebetulan sangat lapar langsung bangun dari tidurnya.


"Eh gini aja langsung bangun" cela Zia, Aska cengengesan.


"Bang Ze mana ya? Tadi teriak teriak kan?" tanya Zia.


"Capek dia teriak mulu" jawab Aska. Dia menyambar baju kaos hitam polos lalu memakainya.


"Loh tadi gak pake baju?" tanya Zia baru tersadar.


"Nggak panas" jawab Aska.


"Serah deh" Zia kembali merebahkan tubuhnya.


"Eh apaaan tadi katanya mau buat ayam goreng bumbu kari spesial kok malah molor" keluh Aska. Zia menutup telinganya.

__ADS_1


"Sayangg" keluh Aska lagi. Zia pun kembali bangkit sambil cengengesan. Gantian Aska yang merebahkan tubuhnya.


"Ya udah gak jadi" balas Zia.


"Eh enak ajaaa, ayok" ajak Aska sambil menarik tangan Zia. Mereka pun keluar, ternyata di balik tangga ada Zean sambil bersidekap dada.


"Latihan mati?" tanya Zean tiba tiba.


"Astaga dragon" Zia terkejut.


"Gila lu bang, tiba tiba muncul, kayak dedemit lu" ledek Aska.


"Capek gue bangunin kalian tiap jam"


"Kebo banget" balas Zean lalu berjalan menuju ruang keluarga.


"Yang nyuruh bangunin siapa?" tanya Zia sambil mengikuti Zean ke ruang keluarga.


"Eh bumil belom tidur??" tanya Zia saat melihat Febby di ruang keluarga.


"Gak bisa tidur" jawab Febby.


"Lo bilang apa tadi? Yang nyuruh bangunin siapa? Nih kakak ipar lo khawatir karena belom pada makan" jawab Zean.


"Uuuuuwww baiq banget kak Febby, beda sama dedemit modelan bang Ze" ledek Zia. Febby tertawa.


"Mami papi mana? Luis Syifa?" tanya Zia.


"Mami papi udah tidur, Luis Syifa udah balik" jawab Febby.


"Kenapa jadi ngerumpi? Buruan aku lapar" pinta Aska.


"Is bawel" cela Zia. Dia mengikat rambutnya asal lalu pergi ke dapur.


"Lo suruh apa itu anak?" tanya Zean.


"Masak, gue laper bang" jawab Aska.


"Gue gangguin dulu ya bye" pamit Aska.


"Gak mau dimasakin lagi kapok lu" ledek Zean, Aska cengengesan. Febby geleng geleng melihat iparnya itu.


Di dapur, Zia sudah menyiapkan segala macam bahannya. Dia mulai berkutik membuat makanan yang enak. Disela-sela kegiatannya, Aska datang sambil memeluknya dari belakang. Aska selalu bermanja disaat yang tidak tepat, ini contohnya. "Perusuh" cibir Zia.


"Lepasin buruan" suruh Zia. Aska malah pura pura tidur di pundak Zia.


"Gak jadi masak ah bodo amat" ancam Zia. Aska langsung melek.


"Aku laparrr sayang, buruan masaknya" suruh Aska.


"Gimana mau masak kamunya rusuh" jawab Zia. Aska malah menciumi pipi Zia terus menerus. Setelah selesai dia berbisik.


"Aku sayang kamu" bisiknya Aska lalu pergi menuju meja makan. Zia terpaku pipi nya merona. 'aska kampret' batin Zia sambil memegangi pipinya.


Aska yang di meja makan memperhatikan Zia yang masih terdiam. 'gemesin pasti ekspresi nya, aaaahhhhh aska bisa bisanya sebucin ini' batin Aska.


"Buruannn! Cacing di perut aku udah manggil muluuuuu" teriak Aska tidak terlalu keras.

__ADS_1


"Berisikkkkkkkk!!" balas Zia. Aska terkekeh.


__ADS_2