
Sepulang sekolah, Zai yang benar-benar baru pulang melihat abangnya sedang bersantai di depan televisi. Tanpa menuju kamarnya, Zai langsung datang menghampiri.
"Bang, ini harus gue gitu yang jadi umpan sasaran?" tanya Zai memelas. "Iyaa. Yang lain gak meyakinkan. Bisa-bisa nanti gagal. Emang kenapa? Melas banget tu muka."
"Gimane kagak, bang. Jujurly gue ini sangat amat mau muntah liat dia tau gak?!" jawab Zai kesal. Zean tertawa melihatnya, "Mantan terindah tapii?"
"Gak sama sekali!"
"Kalau gitu, dulu kenapa lu pacarinn?" tanya Zean menjebak. Zai terdiam sejenak. "Khilap, bang, khilapp. Toh dulu tu waktu sama gue dia cakep, sekarang malah jelek bangett."
"Kacau lu. Sok ganteng amatt, dahal muka kek topeng monyett!" cibir Zean tertawa. "Gue aduin papa lu!"
"LAHH?? Lu bocil tukang ngaduu sekarang??" Zai nyengir. Itu tadi hanya sebatas ancaman yang memang tidak akan Zai lakukan. "Ini kalau rencananya sampe gagal, gue rendam ntar lu di kamar mandi pake air mendidih," ancam Zean beneran.
"Jahat banget kamprett!"
"Makanya gak usah banyak ngeluh, ini demi kakak lu juga. Itu nanti lu mau jemput dia pake apa? Kalau mau pake mobil, ambil mobil gue, gue naik motor lu ntar."
"Hah?? Seriuss??? Anjayy, akhirnya aku merasakan mobil tampanmu itu, bang Zeeee!" kata Zai mendadak terlihat sangat gembira. "Giliran gue giniin aja lu langsung sumringah yaa?!"
"Mobil lu susah disentuh. Lu pelit soalnya, udah tau gue demen sama mobil lu, mo minjem aja gak dikasih," dumel Zai. "Ya hari ini gue kasih pinjam. Awas aja sampe mobil gue rusak, gue kubur idup idup luu!"
"Iya, abangkuuu, iyaaaaa!" jawabnya sembari berjalan pergi menuju kamar. "Setelah rencana ini selesai. Lu cuci mobil gue. Kena najiss itu!" Zai berbalik dan melihat abangnya dengan tatapan memelas.
"Bukan karena lu, Zai, tapi mantan lu itu. Ntar duitnya gue kasih." Zai mengangkat dua jempolnya tanda setuju lalu lanjut berjalan menuju kamar. Sedangkan Zean mengambil ponselnya dan menghubungi Aska.
"Assalamualaikum. Kenapa, bang?"
^^^"Wa'alaikumsalam. Udah semua? Cewek yang lu saranin juga udah?"^^^
"Naaah itu dia bang, ini lagi sama gue barengan sama Ivan sama Dimas. Sialnya dia gak mau."
__ADS_1
^^^"Kenapa gak bilang dari tadi, kan bisa gue bantu. Sekarang di mana posisi?"^^^
"Tadi gue baru mau call bang Ze, tapi udah call duluan. Gue di kafe, alamatnya gue shareloc."
^^^"Oke. Tahan orangnya, gue kesana. Assalamualaikum."^^^
"Oke, bang. Wa'alaikumsalam."
Zean mematikan panggilan, menghabiskan minumannya, mengambil jaket ke kamar, kemudian mengambil kunci motor Zai. "Zai! Adekk! Woii, Zaii!"
"Apaan busehh, teriak-teriak kek di hutan?" tanya Zai dari tangga. "Gue bawa motor lu."
"Oke, aman, isiin aja bensinnya. Btw, lu mau ke mana, bang?" tanya Zai. "Nemuin Aska."
Zean pergi mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi layaknya pembalap. Hanya butuh waktu beberapa menit untuk tiba jika berkendara dengan cara Zean.
Setibanya di parkiran, Zean melepas helm dan melihat sekitar. Tampak Aska sedang melambaikan tangannya. Zean berjalan menghampiri Aska dan yang lain.
"Bentar ya, gue tinggal sebentar. Ada perlu sama Aska. Van, Dim, lu berdua di sini aja, temenin dia ngobrol." Keduanya mengangguk, kemudian Aska dan Zean pergi sedikit jauh.
"Itu lu nemu di mana?" tanya Zean setelah cukup jauh dari sana. "Dulu pernah liat di jalan." Zean mengangguk-angguk lalu membawa Aska kembali ke tempatnya.
"Nama?" tanya Zean duduk. Aska, Ivan dan Dimas menunggu di belakang sambil berdiri. "Avika Nadasya." Setelah mendengar namanya, Zean langsung menghubungi temannya.
"Cukup lama Zean menatap ponselnya sampai beberapa menit setelah itu, notifikasi masuk. Zean membaca semuanya secara teliti. Itu adalah informasi tentang Avika.
Ternyata umur Zean selisih dua tahun dengan Alika. Tetapi Alika tidak ingin kuliah, karena tidak berniat dan memang sedikit mengalami kesulitan. Alika sedang merantau, dan mencari pekerjaan.
"Ini udah? Gue sibuk."
"Tolong bantu gue, Avika," kata Zean setelah meletakkan ponsel. Avika menoleh. "Apa?"
__ADS_1
"Tugas lu gak susah kok, cuma pura-pura jadi cowok aja dalam satu malam," kata Zean. "Gue gak mau."
"Kenapa?"
"Ya karena gue gak mau."
"Avika," panggil Zean terjeda lalu menatap Avika. Situasi jadi sedikit mencekam sekarang. "Gue cuma minta waktu lu sebentar kok, cuma sebentar. Tugasnya juga lu pasti udah di kasih tau sama dia, kan?" tanya Zean sambil menunjuk Aska.
"Iya gue udah di kasih tau dan gue gak mau!" Avika beranjak pergi. Namun baru satu langkah menjauh, Avika berhenti setelah mendengar suara Zean. "Avika, sebentar."
"Kalau lu mau, besok datang ke sini lagi, ketemu gue di meja yang sama. Gue bakal kasih lu pekerjaan. Gue tau lu lagi butuh kerjaan."
Avika berbalik badan dan menatap tajam Zean. "Ada apa? Gue gak bohong. Kalau lu mau silakan duduk kembali. Kalau gak mau, lu bisa melanjutkan perjalanan lu. Pekerjaan yang bakal gue kasih juga pekerjaan positif kok dan gue pastikan gajinya besar."
Avika kembali duduk. "Jadi lu mau?"
"Iya."
"Nice. Lu tenang aja, yang fotoin lu bukan gue dan bukan mereka bertiga juga kok, ada tim khusus untuk itu." Zean mengulurkan tangannya. "Jabat tangan gue kalau lu setuju?"
Sambil ragu-ragu Avika membalas uluran tangan Zean. "Jangan bohong sama saya tentang pekerjaan yang anda katakan!"
"Tenang saja, nona Avika. Gue bukan seorang yang ingkar dengan omongan gue sendiri. Nanti malam jam setengah delapan, lu datang ke hotel. Di sana ada 4 cewek yang nungguin lu. Bergayalah seperti cowok."
"Oh iya, sebelumnya gue tanya, lu tulus atau enggak dengan tugas ini. Gue gak mau rencana ini gagal karena lu yang kerjanya asal-asalan."
"Gue tulus. Nama lu siapa? Nomor hp? Jangan kepedean, nomornya cuma untuk ngabarin lu kalau lu bohong." Zean tertawa. "Gue Zean, dan gue gak bakal geer juga kok."
Zean mengambil pena di saku jaket lalu menulis nomor handphonenya di tangan Avika. "Itu nomor gue. Silahkan hubungi aja nanti." Zean berdiri. "Gue balek dulu, bro," ujar Zean tersenyum lalu pergi duluan.
"Terimakasih partisipasinya, Avika. Kami pergi dulu," pamit Dimas lalu pergi bersama Ivan dan Aska. Avika menatap kepergian mereka. "Semoga gue bisa dan gak ngebuat rencananya jadi rusak. Semoga."
__ADS_1
^^^Revisi, 2023.^^^