Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Siuman


__ADS_3

Jangan lupa like, komen, dan vote yaaaπŸ’–


H a p p y r e a d i n g πŸ˜—βœ¨


_________________________________


"Aaaaghh" keluh Zai. Zai sudah bangun dari tidurnya. Zai bangun setelah 2 hari tertidur pulas.


Zai melihat Zia yang tertidur dipundak Aska. Mereka berdua tidur di kursi samping brangkar.


Hh


"Gue selamat, gue bertahan. Makasih udah jagain gue kak" kata Zai. Zai menatap keduanya. 'bibir kak Zia berdarah? muka bang Aska bonyok? mereka kenapa?' tanya Zai dalam hati.


"Zai? Kamu udah sadar?" tanya Febby saat memasuki ruangan. Suara itu membuat Aska dan Zia bangun.


"Yah kakak ipar kuat banget suaranya. Kak Zia sama bang Aska bangun nih" keluh Zai. Febby cengengesan.


"Zai, Lo udah bangun? Ada yang sakit?" tanya Zia.


"Gue baik baik aja kak, udah berapa lama Zai disini?" tanya Zai.


"Tiga hari" jawab Zia.


"Akhirnya lo bangun Zai" Aska nimbrung.


"Kalian kenapa bonyok?" tanya Zai.


"Udah nanti aja. Nanti gue jelasin" jawab Zia.


"Oh oke deh"


"Bang Ze mana kak?" tanya Zai.


"Di toilet" jawab Febby sambil senyum.


"Zia Aska, makan ini." Febby menyodorkan paper bag berisikan roti.


"Makasih kak" ujar Zia. Febby tersenyum.


Gak lama kemudian, Zean masuk.


"Abanggggg" panggil Zai.


"Eh adek laknat udah sadar. Syukurlah" kata Zean. Febby memukul lengannya.


"Sakit sayang"


"Adeknya baru bangun digituin" Zean cengengesan.


"Dua human itu mana?" tanya Zean.


"Hola" Zia bersuara. Dia disofa.


"Eh adek gaib" balas Zean, Febby memukul lengannya.


"Ada aja sebutannya. Kalau bagus tadi, mending" kata Febby.


"Hahaha, rasain lo. Suruh tidur di luar aja kak nanti malam" ledek Aska.


"Eh adek ipar kok gitu?" tanya Zean menatap geram Aska. Mereka yang berada di dalam ruangan VIP Zai tertawa.


"Papa mama mana kak?" tanya Zai.


"Ke Jerman, grossmutter sakit" jawab Zean.


"Loh apaan? Kok gue gak tau?" tanya Zia kesal.


"Gue juga taunya tadi pagi, suruh siapa beda penginapan. Lagian kalian kemaren gak pulang kan? Sibuk gelut sama war–" Febby menutup mulut Zean atas kode dari Zia.


"War? War apa?" tanya Zai.


"Bukan apa apa dek, kamu tau kan ya, abangmu yang ini to*lolnya diluar prediksi" ledek Febby.


"Wahhh, kak Febby.." Zia berdecak kagum.


"Kenapa?" tanya Febby.

__ADS_1


"Spectacular!!" balas Zia, mereka tertawa lagi.


"Kak Febby semenjak hamil kedua ngehantamin bang Ze terus ya." kata Aska.


"Iya nih, baby nya gak seneng sama Zean kayaknya" jawab Febby. Mereka pun tertawa, sedangkan Zean memanyunkan bibirnya.


Tiba tiba..


Drrrttt... Drtt..


"Sebentar" Aska pamit keluar.


β€”RAPβ€”


Aska; apa?


πŸ“ž Rafael; assalamualaikum.


Aska; astaghfirullah lupa. Waalaikumsalam. Kenapaa?


πŸ“ž Rafael; Lo kemana gblok? Gue tunggu gak balik balik


Aska; nginep dirumah sakit.


πŸ“ž Rafael; bilang aja kalau lo habis berantem sama si waria. Kan udah gue bilang, gue aja yang habisin, lo gak mau malah buat tangan lo kotor sendiri.


Aska; gak usah ceramah tuan Rafaela.


Aska; gue tu kemaren dijegat sama anak buahnya waria.


πŸ“ž Rafael; serius lo? Ck. Anjy kok gak bilang.


Aska; gblok, gue mau panggil lo, bini gue malah bertindak.


πŸ“ž Rafael; oiya gue lupa, bini lo kan barbar hahahaha


Aska; mau ngomong kotor, takut dosa.


πŸ“ž Rafael; cuma ngomong kotor doang ka. Kotor. Udah kan?


Aska; lo dimana rap? Pengen gue cincang deh!!


Aska; udah siuman. Udahlah, gak usah banyak tanya. Lakuin rencana aja!


πŸ“ž Rafael; oya sampe lupa tujuan gue nelpon.


πŸ“ž Rafael; si waria pindah markas. pindah rumah.


Aska; serius?? Dimana??


πŸ“ž Rafael; nanti gue share lokasinya. Gue matiin dulu, adek gue manggil (mematikan teleponnya).


Aska berbalik, ada Zia dibelakangnya. Zia langsung memeluk Aska.


"Mas crush, Zia lapar. Butuh asupan. Rotinya gak ngenyangin" keluh Zia.


"Gemesin banget sih kamu," Aska mengecup kening Zia.


"Makan di kantin RS, atau makan diluar?" tanya Aska.


"Diluar aja, bang Ze sama kak ipeb yang jagain Zai" jawab Zia. Aska melepas pelukannya, berbalik membelakangi Zia, Aska jongkok, memegang kaki Zia lalu mengangkatnya.


"Eh, aku bisa jalan sendirii" keluh Zia.


"Kamu gak boleh kecapekan." jawab Aska.


"Turunin ih, diliatin tau" pinta Zia.


"Iya ntar diturunin pas sampe mobil" jawab Aska. Dia pun terus menggendong Zia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di kafe


"Sayang"


"Iya mas crush?" tanya Zia. Zia sekarang memanggil Aska dengan sebutan 'Mas crush' sedangkan Aska memanggilnya 'Sayang'.

__ADS_1


"Menurut kamu, gimana tentang Kinan?" tanya Aska.


"Hah? Kamu mau selingkuh?" tanya Zia.


"Kok sembarangan sih? Aku sayang sama kamu gak mungkin aku selingkuh" jawab Aska. Zia cengengesan.


"Siapa tau kamu bosen sama aku, mau berpaling ke yang lebih muda" balas Zia.


"Gak bakal. Kalau aku dibayar satu triliun pun, aku gak bakal berpaling dari kamu" ujar Aska.


"Hilih hilihhhh... gayanya." balas Zia.


"Jadi kenapa tanya Kinan?" tanya Zia.


"Ya tanya aja, menurut kamu gimana?" jawab Aska.


"Kinan ya? Kinan baik, humble, ramah, taat agama juga. Kenapa?" tanya Zia sambil memakan makanan yang dipesan.


"Comblangin ke Zai gimana?" tanya Aska.


"Emmm.. cocok sih. Emang Kinannya mau sama tu anak blangsak?" tanya Zia lagi.


"Kita test aja dulu" balas Aska.


"Buruan makannya, gak risih apa belum mandi?" tanya Aska.


"Aku gak mandi pun tetep cantik, wangi"


"Iya iyaa sayangnya mas crush" balas Aska mencubit pipi Zia. Zia cengengesan. Diapun melanjutkan makannya.


"Ay, mau itu dong" rengek Zia sambil menunjuk pedagang kaki lima yang menjual rujak.


"Kamu belom kenyang?" tanya Aska heran.


"Emmm.. gak pala kenyang sih, masih muat kok ini" balas Zia cengengesan.


"Yaudah, kamu tunggu di mobil" suruh Aska. Zia mengangguk. Aska membayar makanannya di kafe, lalu pergi membeli rujak untuk Zia.


Setelah membeli dua porsi rujak, Aska kembali ke mobil.


"Asyik asyik" kata Zia.


"Bener bener perut karet kamu ya" balas Aska. Zia cengengesan.


"Habis ini kemana?" tanya Aska yang mulai melajukan mobilnya.


"Keee.. mall yuk, kasih kado gitu buat Ica, atau kita beli baju gitu. Aku belom mau pulang," ajak Zia sambil memakan rujaknya.


"Ya udah ke mall" jawab Aska.


"Kamu mau?? aaaa.." Zia menyuapi Aska. Saat Aska udah mangap, Zia malah memasukkan kemulut nya.


"Dosa loh nipu suami, hayo loh hayo" kata Aska.


"Ih apaan, nggak ya" balas Zia tertawa.


"Yaudah nih, beneran" Zia menyuapi Aska lagi, kali ini masuk ke mulut Aska.


"Enak" kata Aska.


"Heem" jawab Zia.


"Ini yakin mau ke mall?"


"Kan belom mandi" ujar Aska.


"Emmm.. gak apa apaaa," jawab Zia.


"Yaudah deh" Aska menuruti keinginan Zia.


"Eh, yang nembak Zai itu siapa? Awalnya mau ke aku kan?" tanya Zia.


"Heem, awalnya mau ke kamu."


"Tapi Zai ngelindungi kamu. Kalau aja Zai gak pindah bisa jadi pelurunya nyasar ke ginjal kamu" jelas Aska.


"Siapa pelakunya? mau akuu habisin, ih kesel beneran" kata Zia.

__ADS_1


"Kamu tanya pelakunya siapa?" Zia mengangguk.


"Waria"


__ADS_2