
Empat tahun kemudian..
"Asya kamu siap?"
"Asya siap mommy!!"
"Azril kamu siap?"
"Selalu siap daddy!!"
"Oke kalau gitu mari kita.... Serang!!!!"
Azril menyerang Asya, sedangkan Aska menyerang Zia.
Ntah apa yang mereka lakukan di dalam air siang ini. Mereka saling melempar air di kolam renang mini khusus yang bisa digapai anak-anak mereka.
Mereka bercanda tawa tanpa beban.
Aska yang terkenal sangat sibuk, menyempatkan diri bermain dengan anak dan istrinya. Mereka prioritas utama bagi Aska.
"Asyaa awasss, ada singa gede yang mau makan kamuu" kata Zia meledek Aska singa.
"Yaaaa mommy tolonggg asyaaa, Asya ditangkap singaaa"
"Mommy bakal tangkap anaknya singaaa"
"Eh.. anak singa ya anak gue, berarti gue singa. Yakan emang anak gue, tapi gue kucing. Ah gimana sih?" gumam Zia. Aska yang di dekat Zia tertawa ngakak mendengarnya.
"Mommy, Azril jadi anaknya mommy aja deh, anaknya kucing. jadi anaknya singa serem. Singanya suka ketawa sendiri" kata Azril dengan polosnya. Zia tertawa ngakak mendengar penuturan anaknya yang mengata-ngatai daddynya.
"Azrilll kamu kok gitu sama daddy"
"Yaa.. abisnya daddy seremm ketawa-ketawa sendiri" jawab Azril. Zia makin tertawa ngakak.
Puas dengan meledek suaminya, Zia naik. "Udah ayok pada naik, udah siang" ajak Zia.
"Mommy, bantuin singanya nggak mau lepasin" rengek Asya yang berada di gendongan Aska.
"Bilang dulu daddy ganteng"
"Daddy ganteng"
"Gitu doang?"
"Kan daddy nyuruhnya gituu" kata Asya.
"Oiya lupa, anak gue cerdasnya overdosis" gumam Aska. Zia tertawa lagi.
"Siniin Asya" Zia jongkok ingin mengambil Asya. Namun, dengan jahilnya Aska malah menariknya hingga Zia kembali tercebur.
Aska gantian tertawa melihat wajah kesal Zia. "Anak anak, mari kita serang daddy" ajak Zia.
"Ayo mommy"
"Oke, serang!!!" mereka semua menggelitik Aska dalam air. Aska pun menggeliat kegelian.
"Ampun ampun.. oke daddy kalah, daddy kalah" ujar Aska.
Mereka berhenti lalu tertawa bersama. "Yaudah yok naik" Asya dan Zia naik duluan.
"Mommy, tolong Azril, Azril engap di ketekin" adu Azril. Zia melihat Aska mengetekin anak gantengnya. Bapak yang satu ini benar-benar hobi menjahili anaknya.
"Sayang.. Azril engap tu. Ketek kamu baukk" ujar Zia.
"Enak aja. Ketek aku wangi, kamu mau coba?"
"Nggaaa nggaa nggaa, asya ayok kaburrr" Aska tertawa lagi melihat tingkah istrinya.
𓆧𓆧
"Daddyy, kita jadi kerumah opa?" tanya Azril, mereka sudah rapi dengan tampilan casual.
"Jadi dong.. sebentar lagi kita berangkat ya" jawab Aska.
"Yah.. jadi ketempat opa ya? Kan kata mommy mau ketemu caka, ical, apin, sama dindin daddy. Emang gak jadi?" tanya Asya.
"Iya nanti kita kesana dulu abistu kita kerumah opa" jawab Aska.
"Asya kirain gak jadi"
"Emang kenapa kalau gak jadi?" tanya Zia.
"Em..."
"Asya kan suka sama Ical sama Caka pa. Kalau gak ketemu ntar rindu" jawab Azril.
"Dih tau-tauan darimana yang begitu?" tanya Zia.
"Dari mommy yang rindu ke daddy kalau daddy gak pulang-pulang" jawab Azril.
__ADS_1
"Ini anak kenapa jujurnya kebangetan?" gumam Zia. Aska yang mendengar itu cengengesan.
"Jadi, mommy sering rindu sama daddy?" tanya Aska sambil menyetarakan tinggi dengan anaknya.
"Iyaa daddy. Mommy sering marah marah kalau daddy ga pulang-pulang. Kalau ditanya kenapa marah jawabnya rindu daddy" jawab Azril.
"Nggak gitu Azril. Rindunya dalam artian rindu gebukin daddy kamu" balas Zia.
Asya dan Azril tertawa. "Bini gue limited edition emang"
♧♧
"Cakaaa.. apinn.. ical.. dindinn.."
"Asyaa, Ajlil"
"Ihh, aku Azril bukan Ajlil!!" protes Azril sambil marah.
"Azlil.."
"Azrill dindin!"
"Azlil"
"Dahlah"
"Azril ngambekk kek anak anak"
"Kamu juga anak anak Ical gendut!" protes Azril.
"Oiya lupa"
Para orang tua tertawa mendengar interaksi mereka. "Mbul banget si Ical. Gemes" ujar Tania.
"Katanya ya katanya, kata mertua gue. Ical nurun dari bapaknya. Bapaknya dulu juga segitu gedenya. Kayak boboho" Mereka tertawa bersamaan.
"Jadi Ipan boboho?" tanya Jimmy.
Ica mengangguk. "Hahahaha"
"Si Sam boboho gak?" tanya Qiara.
"Juga samaa" jawab Ica.
"Hahahaha"
"Bentar bentar, gue bayangin gedenya Ipan boboho" ujar Zia. Mereka semua makin tertawa membayangkan Ivan boboho.
"Emang kenapa kalau nggak sayang?" tanya Ica.
"Gak apa-apa. Ke kamar yuk, bikin adeknya Ical"
"Gue kira otaknya udah balik. Ternyata belom" ledek Dimas.
"Otaknya lupa jalan pulang"
"Hahahahahahahah"
✡✡
16:35
Keluarga kecil Aska kusuma tiba di Big Home Hitler.
"Asyaaa datangg" teriak Asya begitu masuk rumah.
"Duplikatnya Zia asli ini mah" ledek Zean. Zia tertawa.
"Ya kan anak gue" Zia menyalami seluruh anggota keluarganya diikuti Aska, Asya, dan Azril.
"Bang japran, abang ganteng" puji Asya pada abang sepupunya.
"Asya juga cantik"
Tiba tiba raut wajah Asya berubah..
"Eh Asyaa kenapa??" tanya Zafran.
"Kenapa Asya berbeda? Kenapa Asya selalu dibilang cantik? Asya kan maunya ganteng" jawab Asya sambil menunduk.
Ketawa mereka pecah ketika mendengar penuturan Asya.
Lelah tertawa, Zean menghampiri ponakan cantiknya. "Asya sayang, ponakan ongkel.. kamu itu cantik karena kamu perempuan. Kalau ganteng itu cowok, kayak Azril, bang Zafran, Frizy, ataupun Kevan"
"Ih tapi ongkel, Asya maunya ganteng"
"Asya sini onty kasih tau" Febby maju.
"Lebih enak tau jadi cantik. Nanti kalau Asya udah gede dijagain sama abang abang Asya kayak princess. Jadi cowok itu gak enakk sayang"
__ADS_1
"Gak enaknya?"
"Gak enaknya.... Oh iya, gak enaknya karena cowokkk jelek"
"Tapi bang Zafran ganteng onty"
"Itu karena nurun onty yang cantik. Coba kamu liat cowok disebelah onty" Febby menunjuk Zean.
"Ongkel Zean?" Febby mengangguk.
"Emang kenapa sama ongkel Zean?"
"Ongkel Zean kan jelek"
"Mantapp!!!"
"Hahahahaahahaa"
______________
Hai guys i'm comeback!!
Wah akhirnya saya kembalii:v
Ohyages, ini part spesial yang sekilas tentang masa kecil Asya sama Azril, author nggak terlalu paham cara ngerawat anak gituuu. Jadi, di story Asya Azril mereka langsung part gedenya.
Author juga gak tau gimana tahun berikutnya kan karena author bukan cenayang yang bisa nebak masa depan.
Jadi.. author bikin cerita Asya Azril gede setara sama tahun ini, eceknya tahun mereka itu ya tahun kita ini. Maklumlah ya, namanya masih amatiran :")
Author minta maap kalo ada salahhh sama kalyannn, author minta maap lagi gak bisa kasih visual karena takutnya gak sesuai keinginan.
Visualnya kalyan bayangin aja, gimana cantiknya Zia si blasteran Indonesia-Jerman sama gantengnya Aska yang blasteran Indonesia-Amerika.
Author juga berterimakasih banyakkk karena kalian author bisa sampe dua ratus chapterrrr..
YEEE SAYANG READERS BANYAK BANYAK WKWKWK <3
Semoga kalian sehat-sehat ya readers <3
Stay safe ՞ ᗜ ՞
Untuk sekuelnyaaaaa, dahh muncul loh yaa. Klik aja profil authorr, atau cari aja "Barbar Generation".
Sekali lagi, terimakasih banyakkk karena udah setia menunggu upnya CBB, author usahain yang new ituuu rajin up ˃̵ ᴗ ˂̵
Okee sekian bacotannya authorr. Jangan lupa baca yang ituuuu. Jangan lupa like, komen, dan vote🥰
*Ini sekilassss about sekuel...
"Syukuri aja sih sya. Diluar sana banyak yang pengen hidup mewah megah kayak kita gini" balas Azril. Asya mendorong Azril sampai jatuh kebawah.
"Gak usah sok bijak adek laknat" Asya beranjak pergi dari kamar Azril.
"HYAAAAAAAAA!!! ASYA LAKNATT"
"HAHAHAHAHAHA"
___
"Lagian lo kenapa sih?! Bisa bisanya lo kejar-kejaran sama Arsen pas didepan pacarnya. Goblokk bangeut. Untung pacarnya baik" tanya Haikal.
"Baik? Tatapannya mau bunuh gue gitu. Besok gua viral! Yakin deh. Gegara Arsen juga noh, babik tu orang" jawab Asya ngegas.
"Awas loh, benci jadi cintaaa" ledek Azril.
"Kagak ada yang benci dia somplak"
"Gak yakin" sahut Dino.
"Rasanya pengen mukul" mereka tertawa.
"Gak kuat aku tu, nggak kuat" keluh Asya.
"Ngeluh lagi gue tabok nih!!!!"
"Plis, Dinosaurus ku tercinta. Tolong, jangan dzolimi wanita cantik seperti ku" kata Asya dramatis.
"Dih dih dih, sumpah ya. Pengen gue lempar deh ke Amsterdam!!"
"Hahahah"
___
"K- kak Fauzi?!"
NJIRRRR KAKAKNYA TARAAA!!
_______
__ADS_1
Yaudaaa segitu ajaaa cukup lah yaa.. moga senikmat CBB juga :')
SAMPAI JUMPA DISANA! ❤❤