
Zia sudah terbang menuju Jerman, perasaannya tidak tenang sejak tadi. Dia tidak tau mengapa. Pikirannya terfokus pada senyuman Aska. Teringat selalu memory dia bersama Aska dari pertama bertemu. Ntahlah, dia juga bingung apa yang terjadi dengannya.
"Kak lu kenapa?" tanya Zai.
"Eh?! Gue gak kenapa kenapa." jawab Zia.
"Are you okay?" tanya Zeco.
"Hm, Im fine" jawab Zia sambil tersenyum. Dia sudah berganti dengan baju tidurnya. Tadi saat masuk dia bingung ingin pakai baju apa. Bajunya sudah dikemas dia malas membongkar. Dia pun membuka lemari bajunya yang lain, mengambil satu baju tidur yang baru. Tanpa pikir panjang dia memakainya, dia tidak perduli dengan perkataan orang lain. Yang terpenting baginya dia nyaman.
Di Basecamp OpTb.
Aska sudah berada disana, dia terus menerus meneguk alkoholnya. Tak lama Ivan dan Dimas datang.
"Siapa yang suruh kalian kesini jam segini? Kan udah gue bilang, tunggu selesai Prom!" suruh Aska.
"Tunggu selesai Prom? Keburu Lo udah pingsan kebanyakan alkohol!" jawab Dimas.
"Zia ke Jerman. Gue pergi tanpa melihat wajahnya besok."
"Lo gak bilang mau pergi besok?" tanya Ivan. Aska ingin meneguk minumannya tetapi ditarik Ivan.
"Stop, Lo gak perlu ngerusak tubuh Lo kayak gini!" bentak Ivan. Saat ini Aska sudah setengah sadar dan setengah tidak sadar.
"Perhatian banget kamu sayang" ujar Aska sambil tertawa.
"Najisun, parah ni anak." sahut Ivan, Dimas hanya tertawa.
"Gue gak bilang bakal pergi." Jawab Aska.
"Kapan dia ke Jerman?" tanya Dimas.
"Jam 10 malam"
"Udah lewat anjayy," sahut Dimas.
"Sssttt ssstt jangan bilang gue mabuk" suruh Aska.
"Wah udah hilang kesadaran ni anak, anterin pulang lah kuy" ajak Ivan.
"Balik lagi gak kita ke Prom?" tanya Dimas.
"Terserah, eh balik aja ke Prom. Gue tau si Alya bohong. Diakan pergi sama Jimmy tadi" jawab Ivan. Mereka pun membawa Aska dengan mobilnya. Dimas berbeda mobil. Dan mobil Ivan ditinggal di markas.
Sesampainya di rumah Kusuma
"Wah, nurun banget nih sikapnya sama aku" sahut Hans saat melihat Aska mabok.
"Ya emang, buah jatuh gak jauh dari pohonnya!" kata Alice.
"Bawa ke kamarnya aja ya van" suruh Alice.
"Iya tante" Ivan pun membawa Aska yang mabuk ke kamarnya. Setelah itu dia pamit pulang.
"Acara kalian udah selesai?" tanya Hans.
"Belom om, tadi ada urusan. Pas ditinggal askanya jadi mabuk" balas Ivan.
"Ohh gitu, yaudah makasih udah nganterin Aska ya" ujar Hans sambil tersenyum.
"Iya sama sama om." jawab Dimas dan Ivan, mereka berjalan ke arah pintu keluar tapi terhenti karena Alice memanggilnya.
"Eh Ivan, Dimas, tadi Aska bilang mau berangkat sama seorang gadis. Gadisnya kemana ya?" tanyanya
__ADS_1
"Eh itu tante.." jawab Ivan terbata bata.
"Udah dianter pulang kok tan, soalnya dia mau pergi ke Jerman urusan mendadak" jawab Dimas.
"Kalau gitu, kami pergi dulu ya tan, assalamualaikum"
"Eh iya waalaikumsalam." jawab mereka.
"Jerman?" tanya Hans, dia menelpon Zeco.
Hans; Kau sedang dimana Ze?
📞 Zeco; wah ada apa hans? Aku sedang perjalanan menuju Jerman. Ada urusan mendesak. Kenapa?
Hans; ahh, bukan apa apa.
Hans; apakah kau sendiri?
📞 Zeco; tidak, seluruh keluargaku ikut, termasuk menantuku.
Hans; oo begitu, baiklah. Hati hati, semoga selamat sampai tujuan.
📞 Zeco; ah iya terimakasih.
Hans pun menutup teleponnya. Lalu masuk foto dari orang suruhannya.
"Oh astaga, aska kembali seperti semula" ujar Hans terkejut.
"Ada apa pa?" tanya Alice, Hans menunjukkan foto Zia dan Aska yang sedang bernyanyi.
"Gadis Hitler, ahh aku lupa namanya" sahut Alice
"Zia, Zia Amanda Hitler."
"Suaranya merdu, aku tidak pernah tau aska punya suara bagus" kata Hans.
"Aska berbeda sekarang, namun sepertinya akan berbeda lagi setelah pergi ke Amerika" sahut Alice
"Urus Aska, dia belum packing barangnya." suruh Hans.
"Aku ke kamarnya dulu ya" pamit Alice, Hans hanya mengangguk. Alice mengemas barang barang Aska yang akan dibawa ke Amerika. Disaat mengemas barangnya dia mendengarkan Aska yang sedang mengigau.
"Gimana bisa gue ninggalin tu bidadari"
"Mau gak mau gue kudu ke Amerika bro"
"Kagak kagak. Gue gak mabuk dim, santay"
"Jaga dia disini, jangan sampai dia kenapa kenapa"
"Iye van iye gue bakal balik ke Indonesia"
"Dih bacot"
Racauan Aska tidak jelas, Alice hanya menggelengkan kepalanya mendengar semua perkataan Aska.
"Ntahlah gue gak bisa nemuin cewe yang beda dari Zia, she so Perfect"
Racauan Aska lagi, menghentikan pergerakan Alice.
"Ini pasti berat bukan? Bersabarlah. Semua butuh proses dan perjuangan" ujar Alice sambil menyelimuti anaknya. Lalu keluar dari kamar Aska.
Di acara Prom Night.
__ADS_1
"Eh kok balik lagi?" tanya Ica.
"Emang gak boleh?" tanya Ivan berbisik ke Ica,
"Van gelii" ujar Ica sambil sedikit tertawa.
"Askanya mabuk, udah gue anterin balik" ujar Ivan.
"Mana yang lain?" tanya Dimas
"Kemana ya tadi, ntah gak nampak" jawab Ica. Tiba tiba ada yang menabrak Dimas dan ternyata Tania, untung ditangkap Dimas, jadi dia tidak menanggung malu.
"3 kali, hati hati lohh" bisik Dimas, Tania hanya cengengesan. Dia pun bangkit dari rengkuhan Dimas.
"Eh kok balik lagi?" tanya Alya
"Gue mau jadi ipar yang baik dan bertanggung jawab. Gue gak mau nyusahin ipar gue yang lagi berduaan" jawab Ivan santai
"Eh monyett" sahut Ica menatap sinis Ivan. Tania melihat kearah Dimas yang sedang meminum minumannya.
"Apa?" tanya Dimas.
"Lo.... Gila?" tanya Tania
"Ya kagaklah, gue waras kaliiii" jawab Dimas.
"Terus tadi sebelum pergi Lo ngomong apaan? Ngasal?" tanya Tania.
"Ah.. itu, gue seriuslah. Yakali, gue masih waras belum terpengaruh alkohol" jawab Dimas.
"Coba lo ulangi, tadi Lo ngomong apaan?" suruh Tania, Dimas menarik pinggang Tania, Tania pun terkejut. Semua teman sekelasnya melihat kearah mereka.
"Apaan?" tanya Tania.
"I love you" ujar Dimas.
"Love u to" balas Tania.
"Eh udah tatapannya njir, gue jones ini" suruh Joshua, mereka pun tertawa.
"Raja ratu Prom nya mana nih anak anak?" tanya Roy
"Aska mabuk pak, gak tau kenapa" jawab Dimas.
"Ratunya?"
"Urusan mendesak ke Jerman pak" jawab Ica.
"Jangan bercanda"
"Iyaaa bapakk, gak mungkin kami bercanda" jawab Sam
"Lah si bapak teh kenapa, kok kek begitu ekspresinya. Bingung saya" sahut Alya.
"Saya kan guru yang bertanggung jawab, jadi saya gak mau kalau ada kejadian yang tidak tidak." jawab Roy.
"Bapak bohong nih? bapak demen ya sama Ziaa?" tanya Sam.
"Ehh?! gak tau bapak pergi dulu" ujar Roy lalu pergi.
"Pak Roy kok aneh sih?!" tanya Joshua.
"Au ah, terserah hidup dia aja, heran gue" jawab Alya. Semua tertawa mendengarnya, mereka pun menikmati malam Prom Night itu sampai selesai.
__ADS_1