
"Zia sama Luis juga mau ke kampus" ujar Zia sambil menyalimi seluruh keluarganya
"Yaudah kalian hati hati" kata mamanya. Zia pun berangkat.
Diparkiran Luis menuju ke dalam mobilnya, dia dikasih papanya uang untuk membeli mobil sesuka hatinya. Saat ingin masuk ke dalam mobilnya Zia memanggil.
"Lo naik mobil sendiri?"
"Iya kenapa?" Tanya Luis
"Naik mobil gue aja sini, ribet amat dah lu" suruh Zia. Zia memiliki mobil baru, mobil yang dijadikannya taruhan saat di perusahaan —Hitler z Inovation(HzIn)—. Mobil itu sekarang miliknya, mobil limited edition keluaran terbaru yang benar benar menjadi mobil idaman.
"Naik mobil gue aja. Lo sih ngapain pake beli mobil" ujar Zia, Luis pun menghampiri mobil Zia.
"Biar punyalah"
"Lo nyetir yaa" suruh Zia sambil nyengir kuda, Luis hanya berdehem dan mengeluarkan mobil itu dari garasinya.
Di dalam mobil,.
"Lo tau kan, perusahaan papa terkenal dan jadi no 1 se-Indonesia?"
"Hm? Terus?" tanya Luis masih sambil menyetir.
"Lo jurusan apaan dah??"
"Gue udah nyari di ge-og-le..-"
"Gugel aja bilangnya susah amatt"
"Nah itu maksudnya. Gue masuk manajemen bisnis"
"Gud gue juga, kita sejurusan sama Ivan dan Dimas" sarkas Zia.
"Gak semua manusia baik ya, jadi nanti pas perkenalan diri gak usah pake nama hitlernya." Suruh Zia
"Kenapa gitu?"
"Ntar kita dimanpaatin Lulu"
"Nama gue imut imut Luis, diganti jadi Lulu. Serah lo dah Zi" ujar Luis.
"Gak usah ngambek keles, itukan nama kesayangann" sahut Zia.
"Iye serah lu serah" jawab Luis, dia pun masih tetap mengendarai mobilnya.
/////
__ADS_1
"Dikit lagi nyampe, kok gue degdegan" ujar Luis.
"Sama gue jugaa" jawab Zia. Mereka pun akhirnya sampe di big bang dan masih didalam mobil untuk menetralkan jantung mereka.
Sedangkan di area big bang.
"Itukan Mobil limited edition yang pengen gue beli tapi gak jadi karena mahal banget. Wah itu siapaa?" tanya salah seorang mahasiswa senior.
"Junior baru mungkin" jawab mahasiswa lainnya. Mereka melihat kearah mobil itu. Luis pun memberanikan diri untuk turun, dia sengaja memakai kacamatanya karena terlalu silau. Dia berjalan kearah pintu Zia dan membukakan Zia pintu, Zia juga memakai kacamata.
"eh, bule? Gak salah?" tanya mahasiswa saat melihat Zia.
"Wah yang itu cool banget, gak sanggup gue liatnya" ujar mahasiswi yang berbeda saat melihat Luis.
Zia berbisik ke arah Luis.
"Jangan tebar pesona, orang Indonesia pantang liat yang ganteng dikit langsung di embat" kata Zia.
"Iya tau gue" balas Luis.
"Orang ngira kita pacaran nih pasti, eh Ivan sama yang lain kemana ya?!" tanya Zia.
"Ya mana gue tau, gue kan sama lo" jawab Luis.
Dari kejauhan Ivan melihat keramaian, dia memanggil Dimas, Ica, dan Tania untuk mendatangi parkiran. Mereka pun datang dan masih sulit mengenali Zia dan Luis karena memakai kacamata. Ketika Zia dan Luis membuka kacamatanya Ivan dan yang lain langsung menghampirinya. Zia langsung memeluk Ica dan Tania
"Balik kaga bilang ya lo, gak ngeliat ni semua pada heboh?" tanya Ivan
"Udah biasa, SMA Kebangsaan juga kek gitu kann" jawab Zia sombong.
"Luis kuliah disini?" tanya Ica.
"Iya, buat ngejagain berlian biar gak dicuri orang" jawab Luis sambil melihat ke Zia.
"Kita beda jurusan ya?"
"hm, gue sama Ica kedokteran. Lo si ngambil manajemen bisnis" jawab Tania. Mereka bisa masuk kedokteran karena ber-uang, ingat satu hal, yang ber-uang kalah dengan yang berjuang.
"Kagak suka meriksa manusia" jawab Zia
"Gak apa apa sih beda, yang penting kaga pisahh" jawab Dimas.
"Yak tull pak dimass! Eh ini gue harus ke dekan dulu?" tanya Zia.
"Iya sih kayaknya" jawab Ica
"Mobil limited edition keluaran terbaru bangcattttt. Mobil lu Zi?" Tanya Dimas.
__ADS_1
"Iya mobil gue" jawab Zia.
"Bujugile, sultan mah bebass" sarkas Ivan.
"Mending lu pada ke kelas, gue mau keruangan dekan. Gue minta traktiran Lo berdua ntar di kantin!" suruh Zia.
"Enak dia mah gak pake ospek, gak ketemu para kating laknat" ujar Tania.
"Sabar ya kamuu"
"Alaynya keluar" ujar si Luis.
"Kalian?" tanya seorang mahasiswi yang keliatan lebih tua dri mereka.
"Iya kak?" tanya Ica.
"Kembali ke kelas masing masing." suruh mahasiswi judes itu.
"Kamu Maba?"
"Of course" jawab Zia.
"Kenapa gak ikutan ospek?" tanya nya lagi 'banyak tanyak lu ah' batin Zia.
"Ada urusan di Jerman kak" jawab Luis.
"Yaudah, keruangan dekan sana" suruhnya
"Ya" jawab Zia dan Luis lalu berjalan menuju ruangan dekan.
——
"Oo, jadi kamu yang dapat beasiswa di sini" kata dekan saat mereka tiba diruangannya
"Kenapa masuknya baru sekarang?" tanyanya
"Kemarin ada urusan pak, jadi harus ke Jerman" jawab Zia.
"Oh yaudah nanti dosen kamu bakal nunjukin dimana kelas kamu oke" Zia pun hanya mengiyakan perkataan dosennya.
——
Setelah keluar dari sana, dia di ajak sama dosennya ke kelas, dan di tempatkan di kelas yang sama dengan Ivan dan Dimas.
"Perkenalkan gue Zia Amanda"
"Gue Luis Immanuel"
__ADS_1
"Silahkan menempati tempat yang kosong" suruh dosen itu. Tanpa menjawab mereka menuju tempat yang kosong untuk melanjutkan pembelajaran.