Ciwi Barbar

Ciwi Barbar
Welcome


__ADS_3

Zia sedang Videocall dengan Luis dikamarnya.


"Haii Zia, kau lagi apa?" Kata Luis dengan bahasa Indonesia.


"Kau bisa bahasa Indonesia sejak kapan?" tanya Zia dengan bahasa Jerman.


"Aku belajar agar bisa saat di Indonesia" jawab Luis dengan bahasa Indonesia yang kaku kaku.


"Kau masih kaku, kapan kau kemari? Akan ku ajari kau." sahut Zia.


"Aku ingin besok, tetapi papaku ingin 2 Minggu lagi, mendekati acara bang Zean." jawab Luis kali ini dengan bahasa Jerman.


"Kau ingin ke Indonesia besok?" tanya Lee pada Luis


"Iya pa.. tetapi aku tau aku harus sekolah." Zia melihat Lee sedang telponan dengan seseorang.


"Pergilah, kau akan pergi pukul 10 nanti" Ujar Lee saat Luis sudah selesai menelpon.


"Papaa, bagaimana dengan sekolahku?" tanya Luis.


"Belajar di Indonesia, kau bisa menggunakan smartphone mu, nanti papa akan menyuruh guru untuk itu. Berkemaslah jangan terlambat"


"Wahhh terimakasih paa" ujar Luis senang lalu Lee keluar dari kamar Luis.


"Kau dengar, aku bisa pulang dan tiba di Indonesia besok."


"Aku senangg sekaliii. Aku akan mengajakmu berkeliling nantinya. Berkemaslah, aku akan menunggumu disini." suruh Zia lalu mematikan teleponnya.


Toktoktok..


"Nona Zia sudah ditunggu diruang makan" ujar pembantu.


"Aku akan datang" sahut Zia lalu keluar dan menuju meja makan.


"Luis akan tiba diindonesia besok" ujar Zia disaat makan.


"Bang Luis?" tanya Zai.


"Bagaimana sekolahnya?" tanya mamanya


"Tanyakan padanya ma, Zia tidak tau"


"Siapa yang menjemput?" tanya Papanya


"Biar Zia aja pa" jawab Zia.


Keesokan harinya, Zia keluar dari tempat semedinya yaitu kamar tercintanya. Dia ingin menjemput Luis dibandara. Ternyata Aska juga sedang menjemput papanya yang kemaren pergi keluar negri urusan bisnisnya. Aska melihat Zia, tetapi Zia tidak. Aska melihat ke arah Zia terus. Saat papanya tiba dia baru tersadar.


"Suka, katakan. Disergap orang baru tau rasa" sahut papanya, Aska masih melihat ke arah Zia. Luis pun datang menuju Zia. Zia memeluknyaa. Membuat hati Aska sakit. Papanya juga ikutan sedih melihat anaknya.


"Mungkin saudaranya, yaudah ayok pulang" ujar papanya Aska mengikuti perkataan papanya.


Didalam mobil Zia.


"Anda mau kemana tuan?" tanya Zia.

__ADS_1


"Ayok pulang aku lelah" jawab Luis.


"Kau tidak ingin makan di kafeku?" tanya Zia.


"Kau punya kafe?"


"Iya aku punya zet-ai-si-ef namanya tulisannya ZiCF kau juga bisa bilang Zi kafe"


"Ajak aku kesana nanti malam. Aku ingin istirahat sekarang"


"Baiklah baiklahh" ujar Zia. Hp Luis pun berbunyi.


"Disini sering pake bahasa lo gue jarang manusia pake aku kamu. Lo harus terbiasa" sahut Zia dalam bahasa Indonesia.


"Lo ngerti?" tanyanya lagi dlm bahasa Jerman


"Gue ngerti" sahut Luis pake bahasa Indonesia.


"Waww" sahut Zia sambil tertawa-tawa.


"Welcome to Indonesia Luis" sapa keluarga Zia.


"Terimakasih om, tante, bang Ze, zaiii" balas Luis menggunakan bahasa Indonesia.


"Lo bisa bahasa Indonesia?" tanya Zean.


"Sedikit" jawab Luis.


"Lo tidur dimana Luis?" tanya Zia.


"Kamar tamu" jawab Luis


Sudah seminggu lamanya Luis di Indonesia, Zia sudah membawa Luis mengunjungi setiap tempat wisata. Hari ini ada perkumpulan teman temannya. Karena Qiara sedang berulang tahun. Mereka hanya berbeque-an Zia datang membawa Luis yang sudah lumayan mahir berbahasa Indonesia.


"Halo, assalamualaikum" sapa Luis saat tiba dirumah Qiara. Semua orang terkejut melihat kegantengan Luis.


"Gue Luis sepupu Zia dari Jerman, gue boleh bergabung?" tanya Luis dalam bahasa Indonesia. Zia pun muncul.


"Gue jadi guru bahasa Indonesia dirumah gara gara ngajarin dia" sahut Zia. Semua orang masih terdiam dan terkejut.


"Woi aelah, balek kuy. Sepertinya mereka gak menginginkan kita hadir" ajak Zia.


"Eeeeeh.. berhenti disitu!" suruh Aska.


"Apaan?" tanya Zia sambil berbalik


"Jadi orang yang lo peluk seminggu yang lalu di bandara dia?" tanya Aska


"Tau darimana lu nyett?" tanya Ivan


"Gue lagi jemput bokap, nemu dia dibandara" jawab Aska.


"Yaudah, kami bedua diterima ganih? Kalau gak gue balik."


"Masuk goblookkk, ngapa jadi sok sopann!" sahut Qiara.

__ADS_1


"Eh kawan laknat, gue emang sopan kali!" jawab Zia mereka pun tertawa.


"Wahh aslinya ganteng banget ini mah" sahut Tania sambil terus menatap Luis.


"Terimakasih" jawab Luis.


"Gak sanggup nih gue ngeliat bule asli" sahut Alya


"Tahan emosi bapak Jimmy. Maklumi aja kali, ntar lo kalau liat cewek Jepang juga terkesima" sahut Zia yang melihat Jimmy cemburu. Mereka pun berkenalan satu persatu.


"Jadi lo udh seminggu di Indonesia, belajarnya homeschooling?" tanya Joshua. Setelah mereka selesai berbeque-an.


"Iya, gue suka di Indonesia, tempat wisatanya banyak. Dan gue makin suka karena Zia ngajak gue ketemu sama kalian" jawab Luis.


"Lo kelas berapa?" tanya Eza


"Sebaya juga sama kalian." jawab Luis.


"Terus lo kapan pulang?" tanya Jimmy


"Banyak bac*t lo semua, capek gue dengernya" sahut Zia.


"Setelah pernikahan Zean gue pulang ke Jerman" jawab Luis.


"Kalau nanya lagi lo gak usah jawab, biarin aja" suruh Zia


"Luis, kok lu punya sodara modelan gini sih?" tanya Aska.


"Ajaibkan." jawab Luis. Zia memainkan hpnya karena bosan


"Lo hp baru?" tanya Ica.


"Hm.. hp gue dipecahin budak gila satu itu" sambil menunjuk Aska. Zia menoleh kesamping dan melihat ada ulat lagi. Sontak Zia menjerit dan berlari, gak tau kenapa dia selalu berlindung dibalik Aska. Zia memeluk Aska dan menenggelamkan wajahnya di dada Aska. Semua melihat pun terheran. Aska melihat kedekat Zia duduk tadi. Dia mengisyaratkan suruh menyingkirkan ulat itu. Setelah tidak ada Zia melepas pelukannya dan duduk di samping Aska. Sehabis melihat ulat dia pasti akan gemetaran seperti sekarang ini. Aska pun menggenggam tangannya untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Qii.. ara.. ke.. napaa.. ru.. rumah.. lo.. a.. ada ulatnya?" tanya Zia sambil terbatabata.


"Zia phobia ulat, sejak kecil" jelas Luis. Qiara dkk mendekat ke arah Zia yang gemetaran.


"Sorry Zi, gue gak tau. Gue gak tau kalau ada ulat disitu" pinta Qiara yang merasa bersalah.


"Im.. finee kok" sahut Zia lagi, gemetarannya pun sedikit mereda.


"Luis lo kesini tadi naik apa sama Zia?" tanya Aska.


"Taksi, mobil Zia dibawa sama Zai." jawab Luis


"Gue antar kalian pulang. Gue balik duluan ya, thanks bbqnya qia" pamit Aska sambil terus menggenggam tangan Zia.


"Aska bener bener beda, gue ngerasa dia suka sama Zia" sahut Ivan setelah mereka jauh.


"Jadi lo cemburu?" tanya Ica.


"Nggak, gue cemburu kalau lo suka sama Luis" jawab Ivan, semua orang tercengang.


"Gue balik dulu ya." pamit Ivan. Yang lain pun ikut pulang.

__ADS_1


__ADS_2