
Nara dan Mate pun sudah sampai di kantor Cenzo. Nara menuntun mate agar berjalan sendiri dengan pelan-pelan, kalau Cenzo tau Nara menggendong Mate pasti Cenzo akan marah. Maka dari itu Nara membiarkan Mate berjalan sendiri.
Para pegawai di kantor Cenzo memperhatikan Nara yang berjalan dengan anak kecil.
"Apa itu anak bos?" Bisik para karyawan yang berpapasan dengan Nara.
Nara hanya menanggapi itu dengan senyuman. Biarlah mereka berfikir begitu. Itu terserah mereka mau menyimpulkan bagaimana.
Ting.....
Pintu lift pun terbuka, Nara segera keluar dan langsung menuju ruangan Cenzo. Nara melihat meja kerja Raya yang kosong.
"Pasti dia sedang makan siang" Ucap Nara
Tok... tok.... tok....
Nara mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
"Oppa..." Panggil Nara.
Baru saja Nara akan menutup pintu, Cenzo langsung menarik tangan Nara kemudian mendorong Nara ke pintu dan Cenzo segera mengunci pergerakan Nara.
Cenzo dengan tatapan matanya yang tajam itu memandang bibir Nara dan bersiap akan melahap bibir itu.
"Oppa lihat di bawah mu" Ucap Nara dengan sedikit berbisik.
Cenzo seketika langsung mengalihkan pandangannya dan melihat anak laki-laki kecil yang sedang memandangi mereka.
Cenzo segera melepaskan Nara dan pergi ke sofa.
"Siapa dia Baby?" Tanya Cenzo
"Perkenalkan dirimu pada Uncle sayang" Ucap Nara pada Mate.
Cenzo yang mendengar Nara memanggil Anak kecil itu sayang seketika menjadi kesal.
"Hay Uncle Papa aku Mate" Ucap Mate.
"Uncle Papa" Kata Cenzo dengan sedikit bingung.
"Dengarkan aku dulu...." Ucap Nara dan menceritakan kejadian tadi dirumah sakit kepada Cenzo.
"Jadi boy, kau mau memanggilku Papa" Tanya Cenzo pada Mate.
"Yes, Karena Mate dari dulu tidak punya papa"
"Kenapa begitu?"
"Karena Papa Mate menghilang"
Cenzo yang mendengar perkataan Mate seketika langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Cepat datang ke kantorku. Jika dalam waktu 15 menit kau tidak datang habis kau" Ucap Cenzo dan langsung mematikan panggilannya.
"Papa Uncle apa aku boleh memanggilmu Papa?" Tanya Mate
"Tentu saja, tapi dengan satu syarat" Jawab Cenzo
"Apakah itu"
__ADS_1
"Kau harus menjadi anak yang pintar dan tidak boleh nakal"
"Tentu saja Mate tidak pernah nakal"
"Anak pintar" Ucap Cenzo sambil mengangkat tubuh Mate dan mendudukkan Mate di pangkuannya.
Nara yang melihat pemandangan itu menjadi bahagia. Cenzo yang dia kenal dingin dan overprotektif ternyata sangat menyayangi anak kecil.
"Oppa sudah makan?" Tanya Nara
"Belum Baby, kita pesan makanan saja ya"
"Kau pesanlah aku tak tau kau ingin apa"
Cenzo segera mengambil ponselnya dan memesan makanan lewat ponsel saja agar tidak ribet.
"Mate mau makan apa?" Tanya Nara
"Mate ingin brownis Aunty Mama"
"Oke"
Mereka bertiga saling bercanda seperti keluarga yang sangat bahagia. Sesekali Cenzo mengelus-elus perut Nara. Cenzo tak sabar ingin memiliki Anak juga.
Tak lama setelah itu orang yang Cenzo hubungi tadi tiba disana dan langsung masuk keruangan Cenzo.
"V, kenapa kau memintaku cepat-cepat datang kesini aku baru saja ingin mengistirahatkan tubuhku" Ucap Jimin yang ternyata dia baru saja tiba di Korea.
"Duduk kau" Kata Cenzo
"Wah... wah... Apa anak kecil ini anakmu V" Kata Jimin sambil duduk di depan Nara dan Cenzo yang sedang memangku Mate.
"Kejadian yang mana?"
"Kau dan wanita itu"
Jimin seketika langsung diam. Sepertinya dirinya sekarang tertangkap basah oleh Cenzo.
"Katakan saja sebelum aku membunuhmu" Ucap Cenzo
"Baiklah" Jimin menceritakan kejadian sebelum dia pergi ke itali waktu itu dan lari dari tanggung jawabnya.
Cenzo seketika memberikan Mate kepada Nara dan berjalan menghampiri Jimin setelah itu meninju wajah Jimin dengan sangat keras hingga Jimin tersungkur ke lantai.
"Cenzo sudah berhentilah" Teriak Nara.
Mate yang melihat itu seketika itu menangis dengan sangat kencang.
"Kalian berdua sudah berhentilah, lihatlah Mate menangis" Teriak Nara kembali.
Mendengar teriakan Nara, Cenzo pun menghentikan aksinya.
"Tunjukkan wajah wanita yang kau tiduri waktu itu" Kata Cenzo
"Aku tak punya"
Cenzo mengambil ponsel Nara dan mengotak-atik ponsel itu.
"Siapa Nama mama anak ini" Tanya Cenzo pada Nara
__ADS_1
" Cristal. Tapi apa hubungannya dengan Cristal" Seketika Nara mengerti. Nara memeluk tubuh Mate dengan dan memenangkan Mate yang sedang menangis.
"Apa dia orangnya?" Tanya Cenzo sambil menunjukkan Foto di ponsel Nara pada Jimin
"Bagaimana kau bisa tau dia?" Ucap Jimin
"Kau tau siapa anak ini?"
"Jangan bilang...." Ucapan Jimin tertahan
"Ya, dia anakmu bodoh. Kau lari dari tanggung jawabmu. Apa kau tau bagaimana kehidupan wanita itu setelah tau bahwa dia mengandung anakmu" Ucap Cenzo
"Sudahlah jangan tinggikan suara kalian, Mate ketakutan dari tadi" Ucap Nara.
Mereka pun kembali duduk di sofa kembali. Cenzo sungguh tak menyangka masalah Jimin akan serumit ini.
"Aku sudah memintamu menyelesaikan masalahmu sendiri. Kenapa kau seperti ini Park Jimin" Tanya Cenzo
"Aku terlalu takut V. Melihat orang-orang disekitar ku yang tak pernah berhasil dalam percintaan mereka, aku takut akan seperti itu juga" Jelas Jimin sambil menunduk
"Tapi bukan berarti kau bisa lari dari tanggung jawabmu Jimin"
"Ya aku tau aku salah"
"Baby, hubungin Cristal dan minta dia datang kesini" Ucap Cenzo
"Baiklah" Nara memberikan Mate kepada Cenzo dan pergi untuk menghubungi Cristal.
Jimin memandangi Mate yang sedang dalam dekapan Cenzo.
"Kau tak mau menyentuh darah dagingmu sendiri" Ucap Cenzo
"Berikan kepadaku" Cenzo memberikan Mate kepada Jimin.
"Uncle siapa?" Tanya Mate dengan polos
"Dia Papamu Mate" Kata Cenzo
"Tapi papa Mate kan menghilang"
"Dia sudah ditemukan"
"Jadi dia papa Mate yang asli" Tanya Mate
"Iya sayang" Jawab Jimin sambil memeluk tubuh kecil Mate.
"Papa dari mana saja" Tanya Mate
"Papamu baru saja tenggelam dilaut dan baru saja dimakan ikan paus" Jelas Cenzo
"Bagaiman Papa bisa keluar?"
"Husstt.... Jangan dengarkan Uncle V ya sayang, Uncle V hanya bercanda" Ucap Mate.
Mate pun terlihat bahagia saat mengetahui bahwa Papanya yang brengsek ini sudah kembali. Sebenarnya Cenzo juga merasa bahagia mengetahui bahwa Jimin sudah mempunyai anak, Itu akan membuat Jimin sadar dan tidak lagi bermain dengan perempuan.
Jimin seharusnya akan datang ke Korea sekitar satu minggu lagi, tapi entah kenapa Jimin take off tadi malam seperti takdir sudah dibuat untuk Jimin agar bertemu dengan anak kandungnya.
Next.....
__ADS_1