
Didalam taksi Nara sudah sangat-sangat kesakitan. Darah yang keluar dari kaki dan kepala Nara juga semakin banyak.
"Nona sabar ya, bentar lagi kita sampai dirumah sakit" Ucap supir taksi itu.
Mendengar tidak ada jawaban Supir itu pun menoleh kebelakang dan ternyata Nara sudah pingsan.
"Aduh Nona bersabarlah" Ujar supir itu dan langsung menancap gas dengan sangat kencang.
Akhirnya supir taksi itu sudah sampai di rumah sakit. Supir itu tak berani langsung mengangkat tubuh Nara, jadi Supir itu memanggil Suster untuk membawa Nara.
Nara langsung ditangani oleh Dokter. Luka di kaki Nara cukup dalam dan luka di kepalanya harus segera ditangani.
Supir taksi itu menunggu di depan ruangan Nara hingga dokter keluar. Supir itu yang bernama Pak Han tak tega melihat Nara yang berjalan dengan kaki yang mengeluarkan banyak darah. Pak Han teringat akan anaknya, maka dari itu dia menolong Nara.
Dokter pun telah telah keluar dan selesai memeriksa Nara.
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Pak Han
"Apa bapak keluarganya"
"Bukan Dok, saya kebetulan bertemu dengannya tadi dijalan, jadi saya membawa Nona itu kesini"
"Apa anda tak menemukan barang milik Nona itu?" Tanya Dokter
"Ada dok ini ponselnya"
"Serahkan ponsel itu ke resepsionis pak agar mereka dapat menghubungi keluarganya"
__ADS_1
"Baik dok"
"Mengenai keadaan Nona sudah stabil, kita hanya perlu menunggunya siuman saja"
"Iya dok terimakasih"
Setelah kepergian dokter itu, pak Han melihat Nara dari balik pintu setelah itu Pak Han pergi untuk kembali kerumahnya. Sebelum pergi pak Han menyerahkan Ponsel Nara ke resepsionis.
Pihak resepsionis pun langsung mengecek panggilan terakhir di ponsel Nara dan mengabari orang tersebut.
"Halo selamat malam Tuan" Kata sang resepsionis
"Malam. Dengan siapa ini"? Tanya orang dari balik telepon
"Apakah benar anda keluarga dari Nona Nara?, beliau sedang dirawat dirumah sakit X sekarang"
Tanpa menjawab ucapan itu, Pria itu langsung mematikan panggilan dan langsung berangkat rumah sakit.
Tapi begitu mendapat kabar keberadaan Nara, Cenzo langsung berlari meninggalkan Anak buahnya.
Suho yang melihat Cenzo seperti sedang terburu-buru langsung mengikuti Cenzo.
"Bos biar aku yang menyetir" Ucap Suho saat melihat Cenzo akan masuk ke mobilnya.
Cenzo langsung melemparkan kunci mobilnya dan langsung duduk di kursi belakang.
Suho langsung melajukan mobilnya dengan kencang. Suho rasa beberapa hari ini jika Suho mengantarkan Cenzo pasti selalu mengendari mobil dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Kita kemana bos?" Tanya Suho
"Rumah sakit X. Cepat"
Suho mengendari dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga mereka sampai hanya sekitar 10 menit. Bayangkan betapa cepatnya Suho mengemudikannya
Setalah sampai Cenzo langsung berlari ke resepsionis dan bertanya dimana ruangan Nara dirawat.
"Pasien atas nama Nara" Ucap Cenzo
"Pasien atas nama Nara ada di ruangan 546 Tuan"
Cenzo pun berlari lagi keruangan Nara dirawat.
Suho sungguh sangat kelelahan mengikuti Bosnya berlarian seperti itu.
"Sebenarnya siapa yang sedang dirawat disini hingga bos seperti cacing kepanasan seperti itu" Ujar Suho dengan nafas yang ngos-ngosan.
Setelah sampai didepan ruangan tempat Nara di rawat Cenzo langsung masuk dan melihat Nara dengan keadaan yang cukup parah.
Kepala Nara yang diperban dan luka jahitan di laki Nara, sungguh Cenzo gak kuat melihatnya.
Suho pun sampai di ruangan itu dan langsung masuk kedalam. Suho terkejut saat melihat Nara yang terbaring disana.
"Loh Nona kenapa bisa ada disini" Ucap Suho secara polos.
" Suho kau cari siapa orang yang membawa Nara kemari. Cepat, kali ini jangan sampai ada kesalahan lagi" Kata Cenzo
__ADS_1
Suho pun pergi untuk menyelediki masalah yang tidak ada habisnya itu.
Next.....