
Setelah pengusiran secara mendadak tadi, Suho datang kembali dengan membawa beberapa kantong makanan ditangannya.
Kali ini sebelum masuk Suho mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok.. tok.. tok...
"Masuk" Ucap Cenzo dari dalam
Setelah mendengar jawaban Cenzo, Suho pun langsung masuk ke dalam. Dia pun meletakkan makanan itu diatas meja.
"Makanannya bos, nona"
Cenzo segera membantu Nara untuk berjalan kearah sofa. Cenzo tak membiarkan Nara memakan makanan lain kecuali bubur itu semua demi kebaikan Nara agar Nara cepat sembuh dan kembali ke rumah.
Awalnya Nara sempat menolak, tapi karena bujukan dari Cenzo akhirnya Nara mau
Cenzo duduk disebelah Nara dan memperhatikan Suho yang hanya berdiri disebelahnya.
"Kenapa kau hanya berdiri saja, makanlah juga" Kata Cenzo kepada Suho
"Beneran bos" Tanyanya polos
"Ya sudah kalau kau tak mau"
Suho pun langsung bergegas duduk didepan Cenzo dan langsung menyantap makanan itu.
__ADS_1
Cenzo yang melihat Suho dan Nara yang makan seperti orang yang rakus hanya bisa menghela nafas.
"Kalian berdua ini sama saja" Ucap Cenzo dan mulai makan juga.
Mereka pun akhirnya telah menyelesaikan makan siang yang sudah terlewatkan itu. Berhubung pekerjaan Cenzo di kantor masih banyak jadi dia dan Suho akan kembali ke sana.
Sebenarnya Cenzo enggan untuk meninggalkan Nara, tapi pekerjaannya juga penting. Dia berjanji ke Nara setelah pekerjaannya selesai Cenzo akan langsung ke rumah sakit lagi.
"Aku pergi dulu ya baby" Ucap Cenzo sambil mengecup kening Nara
"Iya"
"Jangan kemana-mana dulu, didepan akan ada bodyguard ku jika kau butuh sesuatu bilang saja padanya"
"Baiklah, baiklah.... Sekarang pergilah"
"Hemm... Iya"
Selepas kepergian Cenzo dan Suho, Nara hanya berbaring sambil membaca novel di ponselnya.
Koma selama beberapa minggu membuatnya merindukan kegiatan favoritnya itu.
Tak lama kemudian terdengar suara bising di depan ruangan Nara seperti orang yang sedang berdebat. Nara pun berjalan untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Saat Nara baru saja membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat temannya Dita yang sedang berdebat dengan bodyguard Cenzo
__ADS_1
"Dita" Ucap Nara
Dita yang mendengar suara itu pun langsung menoleh kearah Nara.
"Naraaaaaa" Teriak Dita sambil berlari kearah Nara dan bersiap akan memeluk Nara namun langsung dihadang oleh bodyguard Cenzo.
"Yakkkkk... Minggir lah" Kata Dita tapi bodyguard itu tidak bergerak sedikit pun
"Sudahlah kau minggir lah tuan, tidak perlu khawatir dia temanku" Setelah Nara berkata demikian bodyguard itu pun pergi dan kembali ketempat semula.
Nara pun mengajak Dita untuk masuk kedalam karena Nara sudah sangat lelah dan sangat mengantuk. Biarlah nanti Dita menemaninya tidur.
"Sejak kapan kau sadar" Tanya Dita
"Sekitar 3 jam lalu mungkin aku lupa" Jawab Nara
"Kenapa tak mengabariku, aku cemas memikirkanmu yang tak kunjung sabar selama beberapa minggu ini"
Mendengar omelan dari Dita membuat Nara menjadi semakin mengantuk dan Nara pun akhirnya tertidur.
Dita yang sedari tadi mengomel kemudian melihat Nara yang sudah tidur dengan sangat lelap membuat dia sangat sebal dan akhirnya dia mengumpat.
" Anak sialan, udah tau temennya khawatir malah tidur. Udah deh gue tidur juga capek"
Dita pun akhirnya tidur disofa ruangan tersebut. Dia sudah menyempatkan waktunya izin pulang dahulu kepada bosnya untuk melihat keadaan Nara, udah dijenguk malah ditinggal tidur.
__ADS_1
Sebenarnya Dita sangat bahagia mengetahui bahwa Nara sudah sadar saat ini. Dan Dita juga tau bahwa Nara memiliki hubungan dengan Cenzo. Itu terbukti saat Dita datang menjenguk saat Nara sedang koma pasti ada Cenzo di sana.
Next....