
Setelah sampai dirungannya, Cenzo membaringkan Nara disofa. Cenzo melihat tangan Nara yang terluka akibat diinjak oleh hills.
"Kau tunggu disini ya, akan ku panggilkan dokter"
"Tak usah Chagiya aku baik-baik saja"
"Kau serius" Ucap Cenzo
"Aku serius. Aku tak apa, hanya saja hatiku yang sakit. Tidak ada obat untuk itu"
Cenzo memandang Nara dengan iba. Cenzo tau bagaimana rasanya hati nyang terluka oleh sebuah kata-kata.
"Tidak apa-apa baby. Jangan dengarkan ucapan mereka ya" Ucap Cenzo sambil membawa Nara kepelukannya.
"Aku... aku... apa aku seorang ******" Ujar Nara sambil menangis sesenggukan
"Hey.. hey... jangan berbicara begitu. Kau bukanlah seorang ******, Kau adalah kekasihku"
Mendengar perkataan Cenzo membuat Nara sedikit tenang. Jujur perkataan tadi memang sangatlah menyakitkan. Entah apa salahnya hingga perempuan tadi memaki Nara dengan begitu kejam.
"Kau sekarang istirahat lah disini ya, aku harus mengurus sesuatu" Ucap Cenzo sambil membaringkan tubuh Nara.
Sebelum pergi Cenzo mengecup kening Nara terlebih dahulu.
"Jangan lama-lama" Ucap Nara.
"Iya. Aku pergi dulu"
Cenzo pun pergi ke suatu tempat dengan ekspresi wajah yang terlihat sedang menahan amarah.
Beberapa saat kemudian Cenzo telah sampai di sebuah Club. Untuk apa Cenzo kesana disiang bolong seperti ini. Kalian akan tau sendiri nanti.
__ADS_1
"Hay bro" Sapa seseorang saat Cenzo baru saja masuk.
Cenzo menjabat tangan seseorang itu dan duduk mengobrol dengannya.
"Gimana kabar lo Mark" Tanya Cenzo ke seseorang itu
"Baik. Lo sendiri gimana?"
"Gue baik"
"Mau minum apa lo V, gue yang bayar"
"Terserah lo aja"
"Oke gue tinggal pesen minum dulu"
Mark pun pergi memesankan minuman untuk Cenzo. Mark sendiri adalah teman Cenzo disini. Kerjaan Mark selain dia memimpin perusahaan dia juga seorang penjahat kelamin wanita. Entah berapa wanita yang sudah dia tiduri. Setiap hari berganti.
"Nih minum" Ucap Mark
"Thanks" Cenzo mengambil minuman itu ndak meminumnya.
"Kalau boleh tau kenapa lo ngajak gue ketemu mendadak banget nih" Tanya Mark
"Oh iya gue sampek lupa. Nanti malam li datang ke Hotel gue, gue udah siapin sesuatu yang spesial. Bawa temen cowok lo sebanyak mungkin"
"Lo habis ada masalah?" Tanya Mark
"****** sialan salah macem-macem sama gue. Udah lo urus aja. Nanti malem jangan lupa. Kalau bisa jangan kasih ampun"
"Siap. Lo datang ke orang yang tepat. Mumpung gratisan"
__ADS_1
"Gue Cabut dulu ya, Masih banyak kerjaan"
"Oke bro hati-hati dijalan. Thanks ya"
Cenzo pun segera kembali ke kantornya. Sebelum itu Cenzo membelikan makanan kesukaan Nara dan beberapa es krim.
Sesampainya Cenzo di kantor. Cenzo mendapati Nara sedang tidur pulas dengan mata yang masih bengkak. Mungkin saat dia pergi tadi Nara masih menangis.
Cenzo membangunkan Nara dengan perlahan-lahan.
"Baby bangunlah" Ucap Cenzo
Nara pun membuka matanya dan melihat Cenzo sedang ada di hadapannya.
"Kau sudah pulang?" Tanya Nara
"Baru saja Baby. Ayo makan, aku membelikan makanan kesukaanmu"
Nara pun bangun dari posisinya tidurnya dan duduk.
"Aku tidak lapar"
"Mau tidak mau kau harus makan"
"Tapi sedikit saja ya"
"Terserah kau saja lah"
Cenzo mulai membuka makannya dan menyuapi Nara. Awalnya Nara menolak, Berkat paksaan dari Cenzo akhirnya Nara mau. Nara pun telah menghabiskan makanannya lagi-lagi dengan paksaan Cenzo.
Next.....
__ADS_1