Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
59. Melarikan diri


__ADS_3

Soobin semakin dekat dengan Nara. Nara mencoba untuk menghindar tapi Soobin dengan cepat meraih rambut Nara dan membenturkan kepala Nara ke pintu sebanyak 3 kali. Darah pun langsung keluar dari kepala Nara.


"Maaf kan aku. lepaskan" Ucap Nara sambil berusaha melepaskan tangan Soobin yang masih menarik rambut Nara dengan sangat kencang


"Kau masih mau melawanku ha?" Teriak Soobin tepat didepan wajah Nara


"Lepaskan brengsek"


Nara sekuat tenaga mencoba untuk melawan Soobin tapi tenaga Nara tak cukup kuat untuk melawan seorang pria seperti Soobin.


Soobin yang sudah kehabisan kesabaran menghadapi Nara langsung menarik rambut Nara dan membawa Nara ke kamar mandi.


Soobin tau jika Nara sangat benci dengan air dingin jadi Soobin akan memberikan pelajaran agar Nara menjadi jera.


"Ikut aku kau" Ucap Soobin


"Enggak. Lepasin gue brengsek"


Setelah sampai di kamar mandi Soobin mendorong Nara hingga Nara terjerumuh ke lantai.


Soobin mengisi bathub dengan air dingin setelah bathub itu terisi penuh Soobin keluar meninggalkan Nara sendiri di dalam kamar mandi dan mengunci Nara di dalam kamar mandi itu.


Nara mulai ketakutan. Nara hanya bisa duduk atas lantai sambil memeluk kakinya.


Tak lama kemudian Soobin kembali dengan membawa es batu yang sangat banyak dan menuangkan kedalam bathub.


Setelah selesai Soobin langsung menarik Nara dan menyebutkan Nara kedalam bathub.


"Aggghhhh..... Ini sangat dingin. Lepaskan aku, aku mohon" Teriak Nara


"Diam lah ******"

__ADS_1


Nara menangis sejadi-jadinya. Nara benci dingin dan ini sangat menyakitkan bagi Nara.


Soobin yang tak tahan mendengar tangisan Nara pun langsung menyiram Nara dengan shower.


"Lepaskan aku Soobin aku mohon" Ucap Nara


"Aku benci mendengar suara tangisanmu itu, jadi berhentilah menangis dasar ******" Teriak Soobin


Soobin tetap menyiram Nara dengan shower dan menahan tubuh Nara agar tak bisa keluar dari dalam bathub.


Nara pun sudah tak kuat lagi hingga Nara kehilangan kesadarannya.


"Hey bangun kau ******" Ucap Soobin sambil menepuk-nepuk pipi Nara tapi tidak ada pergerakan dari Nara.


Soobin pun yang panik langsung mengangkat tubuh Nara dan membaringkan Nara di atas ranjang.


Soobin segera berlari keluar untuk memanggil dokter agar datang ke rumahnya.


Soobin tak menyadarinya dan masih sibuk menghubungi dokter.


Saat Nara akan melewati pintu utama untung saja Soobin membiarkan pintu itu tak tertutup dengan rapat jadi memudahkan Nara untuk keluar.


Nara pun sudah berhasil keluar dari rumah Soobin. Nara hanya perlu melewati gerbang depan saja.


Setelah menghubungi dokter tadi Soobin kembali ke kamar dan melihat ranjang sudah kosong.


"Sialan dia menipuku" Ucap Soobin dan langsung berlari menyusul Nara


Sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak kepada Nara. Saat akan membuka pagar rumah Soobin ternyata terkunci.


Nara sangat kebingungan sekarang. Jika Nara tak cepat Soobin akan segera menyadari bahwa Nara sudah kabur dan akan menangkapnya kembali.

__ADS_1


"Bagaimana itu" Ucap Nara kebingungan.


"Kembali kau ****** kecil" Teriak Soobin dari dalam rumah


Cara satu-satunya sekarang Nara harus memanjat pagar ini. Jika tidak Nara akan disiksa lagi oleh Soobin


Nara segera memanjat pagar itu dan saat Nara sudah sampai di atas Soobin keluar dan melihat Nara sudah ada di atas pagar rumahnya.


"Turun kau" Teriaknya sambil berlari ke arah Nara


Nara begitu panik hingga kakinya terpeleset dan tertancap salah satu pagar besi yang tajam.


Karena tak bisa menyeimbangkan tubuhnya Nara pun terjatuh.


"Aaaauuuuhhhh.... Sialan, sakit sekali" Ucap Nara


Soobin terkejut melihat Nara yang sudah bisa keluar dari rumahnya. Saat Soobin akan membuka gerbang rumahnya ternyata dia kunci dan kuncinya ada di dalam rumah.


Nara segera berlari dengan menyeret kakinya yang terluka itu. Banyak darah yang keluar dari kaki Nara. Nara sekuat tenaga menahannya.


Nara hanya perlu berlari ke jalan raya di depan dan menghentikan taksi.


Entah ini hari keberuntungan atau kesialan bagi Nara, tanpa Nara duga ada sebuah taksi yang melewatinya dan berhenti di depan Nara.


"Nona mau ke rumah sakit, Naik saja Nona mari saya antar" Ucap supir taksi itu dan membantu Nara masuk.


Soobin sudah berhasil membuka gerbangnya. Saat dia akan mengejar Nara, Nara lebih dulu Naik ke dalam Taksi.


"Sialan...." Ucap Soobin dan kembali ke rumahnya.


Next....

__ADS_1


__ADS_2