
Pagi-pagi sekali Cenzo mengantarkan Lucca ke bandara karena Lucca akan kembali ke Itali.
Cenzo sudah meminta pengawalnya untuk menyiapkan jet pribadinya untuk mengantar Lucca pulang.
Di dalam mobil selama perjalanan ke bandara mereka berdua saling mengobrol memberi masukan satu sama lain.
"Kau cobalah minta maaf lagi ke kakak ipar dan jangan meninggikan suaramu" Kata Lucca
"Akan ku lakukan, tapi tak tau kapan"
"Kau jangan biarkan masalah jadi semakin berlarut-larut kak, kau bahkan belum menikahinya"
"Itulah sebabnya Lucca, aku mau menikahinya tapi dia masih marah padaku. Kau tak lihat tadi malam saat aku mencoba berbicara padanya, dia bahakan tak menatap wajahku"
"Dia terlalu gengsi, kau sebagai laki-laki harus peka"
"Aagghhh.... Sudahlah jangan dibahas lagi aku pusing"
"Ya sudah terserah kau saja, aku hanya mengingatkanmu. Jangan sampai dia pergi dari sisimu karena keegoisan mu sendiri"
"Diam kau, sekarang turunlah kita sudah sampai" Ucap Cenzo
Cenzo berjalan mendampingin Lucca sampai didepan jet pribadinya.
"Kabari aku jika kau sudah sampai" Ucap Cenzo
"Baiklah kakakku" Jawab Lucca sambil memeluk Cenzo.
"Aku berangkat kak"
"Hemmm... Hati-hati dijalan"
Setelah melihat pesawat sudah lepas landas, Cenzo segera pulang kembali ke rumah utuk bersiap-siap berangkat ke kantor.
__ADS_1
Dirumah Nara baru saja keluar dari dalam kamar dengan wajah yang sembab karena semalaman menangis.
Nara sekarang akan keluar untuk membeli beberapa camilan dan beberapa ramyeon. Sudah 1 bulan lamanya Nara tak pernah makan ramyeon lagi.
Nara telah bersiap-siap dan segera pergi ke swalayan. Saat Nara akan berangkat entah mengapa suana dirumah sangat sepi, bahkan Nara tak menemukan satu pelayan pun.
"Biarlah, aku pergi juga sebentar saja" Ujar Nara dan langsung pergi menggunakan taksi yang sudah ia pesan
Bertepatan dengan itu Cenzo baru saja pulang ke rumah dan segera menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Sekitar 20 menit Cenzo sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapi dan sudah siap berangkat ke kantor. Sebelum berangkat Cenzo sarapan terlebih dahulu.
"Sepertinya belum tuan, saya tak melihat Nona dari tadi" Jawan pelayan itu
"Coba kau panggil di kamarnya" Perintah Cenzo
Pelayan itu segera pergi untuk memanggil Nara agar segera makan.
"Nona makanan sudah siap" Ucap pelayan itu sambil mengetok pintu kamar Nara.
Tidak ada jawab dari dalam seperti biasanya, pelayan itu berinisiatif membuka pintu kamar Nara yang ternyata tidak dikunci.
__ADS_1
"Nona ayo sarapan, makanan sudah siap" Ucap pelayan itu sekali lagi tapi tak menemukan siapapun didalam ruangan.
Pelayan itu juga mengecek kedalam kamar mandi tapi tak menemukan keberadaan Nara.
Dengan berlari pelayan itu menghampiri Cenzo untuk memberitahukan bahwa Nara menghilang.
"Tuan Vincenzo... Tuan" Teriaknya
"Kenapa kau berteriak-teriak" Ucap Cenzo
"Nona tak ada di kamarnya tuan"
"Bagaimana bisa tidak dia ada di kamarnya, apa kau sudah mengecek semuanya?"
"Sudah tuan"
Cenzo seperti tak percaya dan pergi memeriksa kamar Nara sendiri. Cenzo mencari Nara kesana-kemari. Mengecek di balkon, Kamar mandi bahkan didalam lemari tapi Cenzo tak menemukan keberadaan Nara.
Seketika Cenzo mengingat perkataan Lucca tadi.
"Jangan sampai dia pergi dari sisimu karena keegoisan mu"
"Sialan kemana sebenarnya dia pergi. Kenapa harus kabur lagi seperti ini" Ucap Cenzo
__ADS_1
Next......