Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
125. Ceroboh


__ADS_3

Mereka dalam perjalanan menuju pulang ke rumah. Karena Cenzo sudah berjanji kepada Mate dan Clay tadi, sebelum pulang mereka mampir dulu untuk membeli es krim. Nara meminta Cenzo untuk membeli makanan di luar saja karena Nara sedang ingin makan makanan luar.


Setelah sampai dirumah, Nara segera turun sambil menggendong Clay dan Cenzo menggendong Mate. Mereka semua langsung menuju meja makan dan memakan makanan yang sudah mereka beli itu. Selagi Nara membuatkan makanan untuk Clay, Cenzo menyiapkan makanan yang tadi sudah dibeli dan menatanya di meja makan dibantu oleh Mate.


"Baby ayo makan" Panggil Cenzo


"Makanlah saja dulu, aku masih harus menyuapi Clay" Ucap Nara


"Kau bisa menyuapinya disini juga sambil memakan makananmu Baby" Kata Cenzo sambil menghampiri Nara dan membawa Nara ke meja makan.


Clay dan Mate dari tadi sudah memperhatikan makanan yang ada didepan mereka sambil terus merengek karena mereka sudah lapar.


Mereka pun akhirnya makan malam bersama sambil Nara menyuapi Baby Clay. Beberapa saat setelah mereka makan Jimin baru pulang dari rumah sakit.


"Jimin, ayo makan dulu" Panggil Cenzo.


Dengan cepat Jimin langsung meletakkan tas kerjanya dan berlari menuju meja makan.

__ADS_1


Jimin mulai mengambil semua lauk yang ada di atas meja dan memakannya. Cenzo dan Nara hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Jimin yang makan seperti orang kelaparan.


Mereka semua telah menyelesaikan makan malam bersama-sama, sekarang saatnya Cenzo bermain dengan dua jagoannya. mereka semua berkumpul di ruang tengah di depan televisi. Cenzo terlihat sangat asik bermain dengan Clay dan Mate. Clay sudah mulai berjalan sedikit demi sedikit.


"Daddy, Papi ayo bermain denganku" Ucap Mate sambil menarik tangan Cenzo dan Jimin.


Mereka bertiga bermain dengan asik meninggalkan Clay sendirian. Nara tak memperhatikan mereka dari tadi hanya sibuk dengan televisi didepannya.


"Huuaaaaa........" Clay menangis karena dia tak bisa keluar dari bawah sofa.



"Oppa Clay mana?" Tanya Nara sambil mencari-cari disekitar.


"Clay ya" Ucap Cenzo kemudian mereka terkejut melihat Clay yang sedang tersangkut di bawah sofa.


Nara dengan cepat berjalan kearah Clay dan membantu Clay keluar. Clay sudah berhasil keluar dari bawah sofa dengan bantuan Nara. Nara segera menggendong Clay dan menenangkannya.

__ADS_1


"Cup cup Baby, Jangan menangis lagi ya" Ucap Nara sambil menepuk-nepuk punggung Clay.


Pandangan Nara tertuju kepada mereka bertiga yaitu Cenzo, Jimin dan Mate.


"Oppa malam ini tidur saja di sofa, jangan berani-berani masuk ke kamar" Ucap Nara dan segera membawa Clay ke kamar.


"Baby, maafkan kami" Teriak Cenzo sambil mengejar Nara.


"Diam saja disana jangan kejar aku, Kau terlalu ceroboh mengurus anak, renungkan dulu kesalahanmu" Ucap Nara.


Jika Nara sudah marah seperti itu Cenzo tak berani melawan perkataan Nara karena itu juga kesalahan Cenzo yang tidak memperdulikan Clay tadi malah asik main sendiri.


Mate kemudian mendekat kearah Cenzo dan menepuk-nepuk paha Cenzo berniat untuk menenangkan Cenzo.


"Daddy dan Papa tidur dengan Mate" Ucap Mate sambil menuntun mereka berdua.


Cenzo tak bisa menolak perkataan Mate dan memilih untuk mengikuti Mate ke kamar mereka. Mereka bertiga tidur bersama di satu ranjang. Sebenarnya Cenzo terlalu malas jika harus tidur bersama dengan Jimin tapi mau tak mau harus mengikuti perkataan Mate daripada dia harus kedinginan tidur di luar.

__ADS_1


Next....


__ADS_2