
Sudah sepuluh menit tapi Sam tidak bangun juga dari pingsannya, hal itu membuat Cenzo semakin kesal.
"Lucca" Ucap Cenzo
Lucca yang sudah mengerti maksud dari Cenzo segera menghubungi anak buahnya.
"Bawakan 1 ember air kesini. Cepat" Kata Lucca dan langsung mengakhiri panggilan itu.
Anak buah Lucca dengan sigap langsung mengambilkan air dan membawanya ke Lucca.
"Ini bos" Ucap Dirly
"Kak ini"
Cenzo langsung mengambil air itu dan menyiramnya ke Sam. Sam seketika terbangun dan langsung terbatuk-batuk.
"Uhukkkk.... uhukkkk...."
"Bangun pak tua, aku belum menyelesaikan perkataanku kau dengan enaknya tidur" Ucap Cenzo
"Tolong lepaskan aku" Sam memohon hingga menangis
"Kak kau membuat calon mertuamu menangis" Ujar Lucca berbisik kepada Cenzo sambil mengejeknya
"Hahaha... diam lah kau"
Cenzo mulai mendekat kearah Sam dan berdiri tepat didepan Sam.
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur. Jika tidak maka satu tembakan akan menembus kulitmu"
"Baik baik apa pertanyaannya"
__ADS_1
"Kenapa kau menyuruh Soobin menculik Nara"
Sam terlihat begitu gelisah entah bagaimana caranya dia menjawab sekarang. Lucca tiba-tiba mendekat dan menaruh pistolnya ke kepala Sam. Tubuh Sam seketika langsung bergetar dan keringat dingin mulai membasahi badannya.
"Cepat katakan pak tua. Atau perlu aku hitung kembali, satu, dua, tii....." Ucap Lucca mencoba memancing Sam
"Baiklah akan aku jawab. Aku menyuruh Soobin menculik Putriku agar putriku tidak bersama dengan pria berhati iblis sepertimu. Aku tak ingin kau berhubungan dengan putriku dan perusahaan mu lebih besar dari perusahaan ku itu akan membuat orang memandang rendah aku karena jika kau benar akan menikah dengan Nara maka orang berfikir perusahaan milikku tidak ada apa-apanya lagi dengan milik mu"
Cenzo dan Lucca diam sejenak mencoba untuk mencerna penjelasan dari Sam. Sedetik kemudian Cenzo dan Lucca tertawa dengan sangat keras.
"Hahahahahahaha......"
"Jadi kau melakukan itu hanya agar perusahaan mu tidak kalah denganku, sampai-sampai kau rela jika anakmu sendiri diperkosa?"
"Memang kenapa, dia putriku sendiri, anak kandungku sendiri" Teriak Sam
Cenzo seketika langsung menampar pipi Sam dengan sangat kencang.
Cenzo dengan brutal memukuli Sam hingga wajah Sam penuh dengan darah. Lucca langsung menghentikan Cenzo yang kehilangan kendali.
"Kak tenanglah kau bisa membunuhnya" Ucap Lucca sambil menahan Cenzo
"Biarkan dia mati, dasar brengsek, bajingan" Teriak Cenzo.
"Berhenti kak. Tenangkan dirimu" Teriak Lucca
Cenzo seketika langsung diam.
"Ayo bawa dia ke kantor polisi, aku sudah tak tahan lagi melihat wajahnya" Ucap Cenzo sambil berjalan meninggalkan tempat itu
"Dirly capat angkat orang ini dan bawa kekantor polisi" Teriak Lucca
__ADS_1
Dirly dan yang lain langsung mengangkat tubuh Sam yang terlihat sangat berantakan tapi Sam masih sadar.
"Tolong jangan masukkan aku ke penjara, Perusahaan ku bisa hancur nanti"
Cenzo dan Lucca segera menuju ke kantor polisi diikuti oleh anak buah Lucca dibelakang.
Cenzo terlihat sangat sedih, Cenzo hanya menundukkan kepalanya dari tadi.
"Kau kenapa" Tanya Lucca
"Aku rindu papaku Lucca, aku ingin bertemu dengannya walaupun hanya sebentar"
"Aku sedang berusaha kak, aku sudah mencarinya di seluruh kota di italia. Kita akan mencarinya bersama-sama"
"Tapi melihat Sam seperti itu membuatku prihatin dengan Nara, bagaimana jika dia tak bisa melarikan diri waktu itu. Mungkin dia sudah terjebak akan rencana papanya yang gila itu"
"Iya kak"
Selama perjalanan Cenzo hanya bercerita dengan Lucca dan dia ingin istirahat saat ini. Cenzo pun menghubungi Suho agar datang ke kantor polisi untuk menggantikannya.
"Kau gantikan aku mengurus kasus ini di kantor polisi dengan Lucca. Aku begitu lelah" Ucap Cenzo pada Suho dari balik telepon
"Baik bos saya akan segera kesana" Mendengar jawaban dari Suho, Cenzo langsung mengakhiri panggilan tersebut.
"Kau jangan lupakan bukti yang sudah kita rekam" Ucap Cenzo
"Semua sudah beres"
"Baiklah, Nanti saat sudah sampai disana aku turun saja mobilnya akan ku bawa pulang. Kau bisa pulang dengan Suho nanti"
"Oke"
__ADS_1
Next.....