
Seperti yang sebelum-sebelumnya setelah sampai di rumah sakit Cenzo langsung keluar dari dalam mobil dan berlari masuk menuju rumah sakit.
"Kau diberi hati yang besar Suho jadi harus selalu bersabar" Ucap Suho kepada dirinya sendiri.
Setelah memarkirkan mobilnya Suho langsung menyusul Cenzo di dalam.
Saat sudah sampai didalam Cenzo langsung berjalan menuju keruangan Nara dan saat sampai di dalam terlihat Nara yang sedang duduk sambil memangku Clay dan Mate. Cenzo melihat dahi Nara yang terluka dan dibalut oleh perban.
"Baby......" Panggil Cenzo dengan raut wajah yang sangat khawatir
"Daddy" Ucap Mate
"Kau kenapa Baby, mana yang sakit lagi sayang" Ujar Cenzo sambil memeriksa semua tubuh Nara
"Hey hey, aku tidak apa-apa, kau jangan khawatir seperti itu" Nara mencoba menenangkan Cenzo yang terlihat sangat Khawatir itu
Tak lama setelah itu Suho masuk kedalam ruangan Nara. Suho langsung duduk di sofa sambil melihat Cenzo dan Juga Nara.
"Suho bawa anak-anak keluar dulu" Ucap Cenzo tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun dari Nara.
Baru saja Suho mendudukkan bokongnya, bosnya ini sudah mulai memerintahnya lagi. Dengan menarik nafas panjang Suho pun berdiri.
__ADS_1
"Baik bos" Suho langsung menghampiri Mate dan Clay setelah itu membantu Mate turu dari atas ranjang dan menggendong Clay.
Setelah melihat kepergian Suho dan anak-anak, Cenzo pun mulai berbicara serius dengan Nara.
"Bagaimana bisa terjadi" Tanya Cenzo dengan raut wajah yang serius
"Tadi tak tau arahnya dari mana ada yang melempar batu hingga mengenai kepalaku" Jelas Nara
"Bagaimana itu bisa terjadi, pagar dirumah kita sangat tinggi"
"Mungkin hanya anak-anak iseng saja Oppa, sudah jangan dihiraukan" Nara pun langsung memeluk Cenzo untuk meredakan amarah Cenzo.
Hari ini juga Nara sudah diperbolehkan untuk pulang karena lukanya juga tidak begitu serius hanya lecet biasa dan Nara juga sudah merasa baik.
"Oppa nanti setelah pulang mampir di restoran biasa ya, aku sedang ingin makan disana" Ucapan Nara sambil berjalan menuju parkiran mobil.
"Iya Baby, apa pun yang kamu minta suamimu ini akan membelikannya" Cenzo berusaha untuk menghibur Nara
"Kalau begitu bagaimana jika aku ingin berganti suami"
"Jangan coba-coba kau lakukan jika kau tak ingin suami barumu itu tinggal namanya saja"
__ADS_1
"Kejam sekali kau tuan Vincenzo yang terhormat"
Cenzo membatu Nara masuk kedalam mobil dan disana sudah ada Suho dan anak-anak yang sedang menunggu kedatangan mereka.
"Kalian sudah lama disini" Tanya Cenzo
"Sudah dari setengah jam yang lalu Bos, anda tersesat ya tadi" Ucap Suho sambil menjalankan mobilnya
"Kau berani ya...." Cenzo merasa tersinggung mendengar perkataan Suho padahal memang dirinya yang salah karena masih harus menggerayangi Nara terlebih dahulu tadi, itu saja jika Nara tidak marah Cenzo tidak akan mau melepaskannya.
"Sudahlah Oppa memang kau yang salah, jadi tidak usah marah seperti itu" Ucap Nara sambil memangku Clay
"Selamat kau karena ada Nara" Bisik Cenzo kepada Suho
"Dasar suami takut istri" Ejek Suho lagi sambil tertawa.
Cenzo hanya bisa memendam amarahnya dan tak bisa memberi pelajaran kepada Suho.
Mate hanya bisa tersenyum melihat pertengkaran orang dewasa di depannya.
Next.....
__ADS_1