Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
89. Hadiah pernikahan paling berharga


__ADS_3

Finally, hari adalah hari pernikahan Cenzo dan Nara. Pernikahan dilakukan di JW Marriott Hotel Seoul. Cenzo mengundang sekitar 1000 orang termasuk rekan bisnis dan saudara dan temannya.


Bagaimana dengan Mama Cenzo?. Mama Cenzo tidak datang, Lucca sudah datang kerumahnya dan memintanya untuk ikut ke Korea tapi beliau menolak. Cenzo sempat sedih karena tak ada satu orangpun orangtuanya yang hadir.


Nara sekarang sedang dirias oleh MUA terbaik di seluruh kota Seoul. Dari pagi Nara sudah merasakan sangat gugup untung saja ada Dita yang menemaninya.


"Dit, aku sangat gugup. Bagaimana ini" Ucap Nara sambil memegang tangan Dita


"Gila lo Nara, tangan lo kok dingin banget sih. Lo itu mau menikah bukan mau diculik"


"Lo belum pernah merasakan sih"


"Ya belum lah tolol. Calon aja nggak punya mau nikah sama siapa gue"


"Sudah Nyonya Vincenzo, uuuhhhh..... Anda cantik sekali" Ucap MUA itu


"Terimakasih"


Tok.... tok.... tok....


Setelah mengetok pintu Suho masuk kedalam.


"Nona 10 menit lagi acara akan dimulai, cepatlah and bersiap-siap" Ucap Suho


"Baiklah Suho"


Nara seketika menjadi gugup setengah mati, keringat dingin langsung membasahi kulitnya.


"Tenang Nara, kalau kau keringatan seperti ini make up mu bisa luntur" Kata Dita


Nara perlahan-lahan mulai mengatur nafasnya hingga 10 menit pun berlalu.


"Sudah saatnya turun Nona" Ucap Raya yang akan mendampingin Nara turun bersama dengan Dita.


Dibawah Cenzo sedang berbincang-bincang dengan Lucca dan Jimin sambil menunggu Nara datang. Bukan hanya Nara, Cenzo pun gugup setengah mati. Memang ini bukan yang pertama baginya, tapi rasa gugup itu tidak bisa dipungkiri.


"Kak lihatlah" Tunjuk Lucca kearah tangga


Terlihat Nara yang sedang berjalan menuruni tangga dan terlihat sangat anggun dan cantik. Seketika rasa gugup dalam diri Cenzo menghilang.


"Lihatlah bidadari ku datang" Ucap Cenzo


"Dasar bucin" Ejek Jimin


"Bukan aku yang bucin, kau saja yang tidak laku" sahut Cenzo

__ADS_1


"Enak aja lo"


Para tamu undangan menatap kagum kepada Nara dan Cenzo, pasangan yang sangat serasi dan sempurna. Yang satu cantik dan yang satu tampan.


Baju pernikahan Cenzo dan Nara




Cenzo segera menghampiri Nara saat Nara sudah sampai di tangga terakhir.


"Baby" Ucap Cenzo sambil mengulurkan tangannya.


Nara dengan senang hati menerima uluran tangan dari Cenzo.


"Kau terlihat sangat Cantik Baby" Ucap Cenzo


"Kau juga terlihat tampan"


Cenzo dan Nara pun melangsungkan pernikahan didampingi oleh pendeta. Begitu mereka berdua sudah sama-sama pengucapan janji para tamu undangan bertepuk tangan.


Cenzo segera mencium Nara. Kebahagiaan mereka berdua tak bisa dibilang dengan kata-kata lagi. Walaupun orang tua dari Cenzo dan Nara tidak ada yang datang.


Saat mereka berdua akan melemparkan bunga tiba-tiba Nara merasa sangat pusing. Nara mencoba menahannya dengan sekuat tenaga.


"Satu.... dua.... tiga...." Buka bunga yang terlempar, tapi Nara malah jatuh pingsan.


"Naraaa....." Teriak Cenzo.


Para tamu undangan pun menjadi histeris melihat pengantin wanita yang pingsan.


"Suho siapkan mobil cepat" Ucap Cenzo sambil berlari menggendong Nara.


"Kalian berdua urus disini, aku akan segera kembali" Kata Cenzo pada Lucca dan Jimin.


Cenzo segera melajukan mobilnya ke rumah sakit. Nara mungkin kecapekan karena mempersiapkan acara pernikahan kemarin. Nara sampai tidur larut malam karena harus menyiapkan ini itu.


Sepanjang perjalanan Cenzo sangatlah panik. Tak henti-hentinya Cenzo menciumi dahi Nara agar Nara cepat sadar.


Sesampainya dirumah sakit Cenzo segera membawa Nara menuju ruang rawat sedangkan Suho pergi memanggil Dokter.


Dokter dengan cepat menghampiri ruang rawat Nara dengan sedikit berlari.


"Dokter cepat periksa keadaan istri saya" Ucap Cenzo

__ADS_1


Dokter itu dengan sigap langsung mengecek keadaan Nara dan Cenzo senantiasa menemani Nara.


"Suster tolong panggil Dokter Selena" Ucap dokter itu


"Iya dok"


"Kenap dengan istri saya dok" Tanya Cenzo


"Sebentar tuan, saya tidak ingin menyimpulkan sendiri karena saya bukan ahlinya, kita tunggu dokter Selena sebentar lagi"


Tak lama kemudian Dokter Selena pun sampai dan segera memeriksa keadaan Nara. Dokter itu mulai meraba-raba perut Nara dan mengecek denyut nadi Nara.


"Maaf tuan Vincenzo, kalau boleh tau kapan terakhir kali kalian berhubungan" Tanya dokter Selena.


Cenzo mulai berfikir keras. Terakhir kali berhubungan sekitar 4 minggu yang lalu, Nara sudah mendiamkannya sekitar 3 minggu setelah berhubungan dan satu minggu menyiapkan pernikahan.


"Sekitar 4 minggu ya lalu" Jawab Cenzo


"Selamat Nyonya sedang hamil. Usianya sekitar 3 minggu dan itu sangat rentan, beliau tidak diperbolehkan melakukan hal berat dan melelahkan"


"Hamil dok?. Istri saya hamil" Ucap Cenzo memperjelas


"Iya tuan, selamat sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah. Kalau begitu kita permisi, Selamat malam"


Setelah kepergian dokter itu Cenzo langsung terduduk di kursi samping Nara. Tak bisa dipungkiri Cenzo sangat bahagia mendengar kehamilan Nara.


Suho pun segera masuk menghampiri Cenzo.


"Bagaimana tuan" Tanya Suho


Cenzo segera menghampiri Suho dan memeluk Suho dengan sangat kencang.


"Istriku hamil Suho. Sebentar lagi aku akan menjadi ayah" Ucap Cenzo dengan air mata kebahagiaan


"Benarkah. Selamat tuan, aku akan memberitahukan kabar bahagia ini ke Lucca dan Jimin"


"Baiklah kau pergilah aku akan menemani Nara disini. Tolong handel masalah disana"


"Siap tuan"


"Terima kasih Suho"


Suho langsung terbengong mendengar Cenzo mengucapkan terimakasih padanya.


"Sudahlah mungkin karena dia sedang sangat bahagia" Ujar Suho dan segera keluar dan kembali ke hotel tempat acara pernikahan Cenzo.

__ADS_1


Next......


__ADS_2