
Sudah 3 minggu setelah kejadian antara Cenzo dan Nara malam itu, dan selama 3 minggu itu Nara tetap mendiamkan Cenzo seakan-akan Cenzo tak pernah ada disampingnya.
Nara tak pernah menjawab pertanyaan Cenzo bahkan untuk melihat Cenzo saja Nara tak mau.
Nara sempat berusaha kabur dari rumah Cenzo tapi saat itu Cenzo memergokinya dan mengurung Nara didalam kamar selama 1 minggu. Bahkan apartemen milik Nara sudah Cenzo jual agar Nara tak bisa kesana lagi.
Karena tak memiliki tujuan Nara pun akhirnya tetap berada dirumah Cenzo, jangankan tujuan, uang sepeser pun Nara tak punya.
Tetang perusahaan Sam sekarang sudah bangkrut akibat berita tentang Sam yang beredar selama 3 minggu berturut-turut.
Para investor memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan Sam karena berita miring itu.
Jangan tanya bagaimana perasaan Nara sekarang. Jujur saja Nara juga merasa terpuruk akan jatuhnya perusahaan papanya. Nara tau jika papanya membangun perusahaan itu dengan susah payah hingga melupakan keberadaan Nara dan dalam sekejap perusahaan itu bangkrut.
Nara sempat menelepon mamanya dan menanyakan bagaimana keadaannya tapi suara mama Nara terlihat bahagia saja seperti tak sedang terjadi apa-apa, dan untung saja perusahaan yang dipimpin mama Nara tak mengalami masalah apapun.
Nara selalu bangun setelah Cenzo berangkat ke kantor baru Nara akan keluar untuk makan setelah itu kembali lagi ke kamar. Nara mengabiskan waktunya didalam kamar.
Itu membuat Cenzo jarang sekali melihat Nara. Terkadang Cenzo rela tak berangkat ke kantor terlebih dahulu, setelah melihat Nara turun untuk makan barulah Cenzo ikut turun.
Tapi saat Cenzo akan duduk untuk sarapan pagi bersama Nara segera bangun dan kembali ke kamarnya alhasil Cenzo pergi kekantor tanpa sarapan karena dirinya sudah tak berselera lagi.
Jam telah menunjukkan pukul 7 malam, mulai 3 minggu lalu Cenzo akan pulang jam 8 malam dari kantor jadi Nara akan makan malam sebelum Cenzo pulang.
__ADS_1
"Aku lapar" Ujar Nara sambil berjalan menuruni tangga.
Sesampainya dimeja makan Nara melihat makanan yang sangat banyak tanpa membuang waktu Nara segera duduk dan memulai makan.
"Sepi sekali" Ucap Nara sambil mengunyah makanannya dan memperhatikan sekitar.
Nara makan dengan hening saat itu, para maid sedang sibuk mencuci peralatan memasak yang mereka gunakan di dapur.
Saat Nara sedang makan sambil memainkan ponselnya Cenzo dan Lucca datang dan ikut bergabung dengan Nara.
Nara memperhatikan Mereka berdua setelah itu berdiri dan pergi ke kamar. Saat Nara akan menaiki tangga Cenzo menahan Nara dengan cara menarik tangan Nara.
"Sampai kapan kau akan begini terus" Ucap Cenzo
Cenzo sudah tak tahan lagi dengan perlakuan Nara kepadanya, Cenzo sudah meminta maaf dengan berbagai cara tapi Nara tetap saja tak mau memaafkannya.
Pernah waktu itu Cenzo rela berlutut meminta maaf kepada Nara sampai 3 jam tapi Nara tetap saja angkuh dengan kepala batunya itu. Dan sekarang Cenzo sudah muak.
"Harus bagaimana lagi agar kau memaafkan ku?" Tanya Cenzo
Nara hanya diam tak menjawab perkataan Cenzo, Nara hanya menunduk tak berani menatap wajah Cenzo. Sebenarnya Nara sudah memaafkan Cenzo sejak lama, tapi entah mengapa setiap kali dirinya melihat wajah Cenzo, Nara akan teringat tentang kejadian malam itu dan itu membuatnya takut.
"Jawab aku Nara" Bentak Cenzo
__ADS_1
Nara seketika terkejut, dengan seketika air mata mengalir membasahi pipinya. Nara langsung meninggalkan Cenzo tapa bicara apapun.
Nara masuk kedalam kamar dengan membanting pintu dengan sangat kencang dan menguncinya takut nanti Cenzo akan menghampirinya.
"Aaaggghhhh.... Aku menyerah, kenapa sulit sekali menaklukkannya" Kata Cenzo sambil berbalik menuju meja makan.
"Kau harus sabar kak. Kau tak lihat tadi kakak ipar setelah mendengar kau membentaknya dia langsung menangis. Kau jangan meninggikan suaramu jika didepan wanita yang sedang marah padamu" Ucap Lucca mencoba memberikan masukan kepada kakaknya itu.
"Sudahlah ayo makan saja jangan hiraukan dia"
"Oh iya kak aku lupa memberitahumu kalau aku akan kembali ke Itali besok" Ucap Lucca disela makannya
"Kenapa mendadak sekali?" Tanya Cenzo, tak biasanya Lucca pulang secara mendadak seperti ini.
"Aku ada pekerjaan, jadi harus segera kembali"
"Baiklah. Jangan lama-lama dan segera kunjungi kakakmu ini lagi"
"Oke"
Mereka berdua pun makan malam bersama dengan saling mengobrol menghilangkan masalah mereka sejenak.
Next......
__ADS_1