
"Nara....." Panggil Cenzo dan segera berjalan mendekati Nara
"Chagiya"
"Sedang apa kau disini" Tanya Cenzo
"Aku bertemu dengan temanku, kenalkan dia suamiku" Ucap Nara
"Saya Cristal Tuan"
Seketika Cenzo langsung teringat dengan cerita Jimin waktu itu.
"Mungkin Cristal yang lain" Ujar Cenzo dalam hati.
"Panggil saja Vincenzo"
"Baik tuan"
"Darling ayo kembali ke kantor sudah terlalu lama kita pergi, pekerjaanku masih banyak" Ucap Cenzo
"Baiklah. Cristal aku tinggal dulu ya, nanti hubungi aku"
"Baik Nyonya"
Nara pun pergi bersama Cenzo untuk kembali ke kantor lagi.
"Chagiya bolehkah aku meminjam dompetmu" Ucap Nara
"Untuk apa Darling"
"Ayolah boleh ya" Nara terus merayu Cenzo
"Baiklah ini" Ucap Cenzo sambil menyerahkan dompetnya.
Setelah mendapatkan dompet Cenzo, Nara segera berlari ke resepsionis. Cenzo yang melihat Nara lari langsung mengejar Nara.
"Kenapa harus lari-lari seperti ini" Ucap Cenzo
"Boleh aku meminta uangmu ya" Kata Nara
"Pakai saja"
"Permisi saya mau membayar biaya rumah sakit anak yang tadi atas nama Mate" Ucap Nara pada resepsionis itu.
Cenzo membulatkan matanya mendengar Nara membiayai biaya perawatan orang lain.
"Siapa yang sedang kau maksud?" Tanya Cenzo
"Nanti ku jelaskan" Ucap Nara sambil memberikan Black card Cenzo pada resepsionis itu.
"Ini kartunya Nyonya. Terima kasih"
Setelah selesai memakai kartu Cenzo, Nara segera mengembalikan dompet Cenzo.
"Terima masih suamiku" Ucap Nara dengan raut wajah yang sangat bahagia
"Ayo segera pulang. Jelaskan semuanya nanti di mobil"
__ADS_1
Mereka pun berjalan kerah parkiran dan seperti biasa Cenzo membukakan pintu mobil untuk Nara. Bagi Cenzo Nara sudah seperti putri yang harus dia jaga.
"Baiklah, sekarang ceritakan" Ucap Cenzo saat sudah didalam mobil dan menjalankan mobilnya.
"Tadi saat kau sedang menebus vitamin, aku melihat Cristal sedang menangis bersimpuh dilantai sambil menggendong anaknya. Dia memohon kepada petugas keamanan untuk membiarkannya masuk"
"Terus bagaimana kau bisa bersamanya barusan"
"Dengarkan ceritaku lebih dulu"
"Baiklah-baiklah"
Nara menjelaskan ceritanya dengan sangat rinci, Cenzo mendengarkan sambil mengemudi hingga mereka sampai di kantor.
"Jadi begitu ceritanya Chagiya"
"Waahhh.... Kasian sekali, baiklah ayo turun" Ucap Cenzo.
Setelah sampai Cenzo mulai mengerjakan tugasnya kembali dan Nara memesan makanan begitu banyak sambil menunggu Cenzo bekerja.
Cenzo dan Nara pulang ke rumah sekitar pukul 7 malam. Pekerjaan Cenzo sungguh banyak. Bukan hanya Cenzo yang kelelahan, Nara juga lelah karena sejak tadi hanya duduk saja.
"Chagiya aku mandi duluan ya, badanku lengket semua" Ucap Nara sambil berjalan ke kamar mandi.
"Chagiya ayo lah aku sangat lelah dan ingin langsung tidur setelah ini" Rengek Nara
"Aku hanya ingin mandi bersama saja Darling"
Nara pun tak lagi memperdulikan Cenzo. Setelah melepas pakaiannya Nara segera masuk ke dalam bathub. Berendam dengan air hangat memang cocok untuk melepas penat.
"Darling apa aku boleh ikut berendam juga" Ucap Cenzo
"Tak usah nanti bisa lama" Jawab Nara dengan mata tertutup.
Cenzo masuk kedalam bathub tanpa persetujuan dari Nara dan langsung duduk dihadapan Nara.
Untung saja Cenzo sudah mengganti bathubnya dengan ukuran yang lebih besar jadi bisa muat dua orang.
"Kau selalu saja tak mendengarkan perkataanku Cenzo" Ucap Nara
__ADS_1
Cenzo memperhatikan wajah Nara hingga pandangan Cenzo turun ke dada Nara. Tangan Cenzo terulur dan menyentuh bukit kembar itu sambil meremasnya.
Nara yang menyadari itu langsung bangun dan meninggalkan Cenzo di dalam bathtub dan membilas tubuhnya. Tanpa sepatah katapun Nara pergi dari dalam kamar mandi.
"Kenapa selalu seperti itu, padahal aku sangat lelah sekali karena menemaninya bekerja seharian" Ucap Nara sambil mengenakan pakaian tidurnya setelah selesai langsung berbaring ditempat tidur.
Di dalam kamar mandi Cenzo hanya bengong melihat kepergian Nara. Cenzo tau Nara pasti marah padanya sekarang.
Cenzo segera menyelesaikan mandinya dan menyusul Nara.
Selesai mandi Cenzo membuka pintu kamar mandi dengan sangat pelan untuk melihat sekeliling ruangan. Terlihat Nara sudah tidur dengan sangat pulas.
Cenzo pun keluar dan berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian dan mengenakannya.
"Apa dia capek sekali ya" Ujar Cenzo.
Setalah selesai mengenakan pakaian dan mengeringkan rambutnya Cenzo segera menghampiri Nara dan tidur disamping Nara.
Saat Cenzo akan memeluk Nara, Nara langsung menyingkirkan tangan Cenzo.
"Jangan berani-beraninya memelukku" Ucap Nara sambil meletakkan guling di tengah-tengah mereka.
Nara pun kembali tidur membelakangi Cenzo.
Cenzo berfikir apa kesalahannya sekarang, apa karena kejadian di dalam kamar mandi tadi.
"Biarkan lah, mungkin dia sedang lelah hingga marah-marah seperti itu" Ucap Cenzo.
Mereka berdua pun tidur dengan saling membelakangi. Nara yang tadi sangat lelah dan ingin cepat istirahat tapi Cenzo malah menggodanya terus menerus.
Bukan maksud Nara tak mau melayani suaminya, tapi jujur tubuhnya sekarang sangat lelah dan lemas. Jika harus melayani Cenzo mungkin Nara akan pingsan.
Next.....
__ADS_1