
Cenzo terlihat mulai mengerjapkan matanya.
Kali ini dia terbangun terlebih dahulu dari pada Nara.
Saat sudah mengumpulkan kesadarannya secara penuh, Cenzo berbalik menatap Nara. Mengelus wajah Nara yang sangat tenang dalam tidurnya.
Cenzo mencoba menjahili Nara. Dia mencium bibir Nara dengan lembut dan memberikan elusan dan remasan halus pada gunung kembar Nara.
Dalam tidurnya Nara menikmati itu bahkan ia mengeluarkan ******* dalam alam bawah sadarnya.
"Eeemmmmhhhhh......"
Cenzo yang mendengar suara ******* Nara semakin bersemangat menjahili Nara. Dia mulai melakukannya dengan sedikit kasar.
Setelah dirasa Nara ada pergerakan akan bangun Cenzo buru-buru merapikan baju Nara dan berlari ke arah kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang sudah menegang dibawah sana.
Nara bangun dengan perasaan aneh. Bagaimana tidak dia bermimpi sedang bercumbu dengan Cenzo, pikirannya sangatlah memalukan sekali.
Nara melihat jam masih menunjukkan pukul 05.30 masih terlalu pagi untuk siap-siap ke kamus. akhirnya Nara pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
Saat berjalan melewati kamar mandi Nara mendengar suara gemericik air.
"Pasti dia sibuk sekali hari ini sampai-sampai sepagi ini sudah bersiap-siap". Gumam Nara
Nara hari ini hanya akan memasak roti panggang sosis dan segelas susu.
Saat Nara sedang sibuk mengaduk susu tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perutnya dan sudah bisa ditebak itu adalah Cenzo.
"Buatkan untukku juga Baby" Ucap Cenzo sambil meletakkan dagunya di pundak Nara.
"Sudah aku buatkan, tunggulah dulu di keja makan"
__ADS_1
Cenzo langsung melepaskan pelukannya dan segera duduk di meja makan.
Cenzo memperhatikan Nara. Sangatlah bahagia jika Cenzo memiliki istri seperti Nara. Begitulah pikiran Cenzo.
"Aku tak akan melepaskanmu sampai kapan pun Baby, jadi jangan coba-coba untuk pergi" Gumam Cenzo.
Setelah Nara selesai mereka pun mulai sarapan bersama seperti pengantin baru. Nara hanya diam dan menghabiskan makanannya dengan cepat. Sungguh jantungnya tidak aman saat ini apalagi setelah bermimpi tadi.
Nara menghabiskan makanannya dengan cepat dan segera mencuci piringnya. Saat akan berjalan menuju kamar mandi tangannya tiba-tiba ditarik oleh Cenzo dan membuat Nara bubuk dipangkuan Cenzo.
"Kenapa terburu-buru sekali?" Tanya Cenzo dengan lembut
"Aku akan segera ke kampus, hari ini jadwalku sangat padat"
"Baiklah, cepatlah bersiap, aku akan menunggumu dan mengantarmu ke kampus"
Nara langsung bergegas bersiap-siap, tak butuh waktu lama akhirnya Nara selesai.
Nara melihat Cenzo yang sedang fokus dengan ponselnya.
"Hemm... ayo"
Mereka pun turun dan segera melajukan mobilnya ke kampus Nara. Akhirnya mereka pun telah sampai di depan kampus Nara.
"Hubungi aku saat pulang nanti, dan ingatlah jangan dekat-dekat dengan pria lain" Ucap Cenzo menceramahi Nara
"Siap bos.... Aku pergi dulu"
Saat Nara akan turun Cenzo menarik tangannya dan memberi kecupan singkat di bibir Nara.
"Hati-hati, ingatlah sekali lagi perkataanku" ucap Cenzo.
__ADS_1
Setelah itu Nara langsung turun dan melambaikan tangannya ke arah Cenzo. Cenzo langsung melajukan mobilnya ke kantor.
Sekarang mereka berdua sama-sama sibuk, Nara sibuk belajar dan Cenzo sibuk bekerja.
Sementara di kediaman Nara terlihat orang tuanya yang sedang bertengkar beradu argumen.
"Suruhlah anakmu pulang, mau jadi apa dia kau biarkan sendirian di luaran sana" Teriak Yura mama Nara
"Aku sudah berkali-kali menghubunginya dan dia tidak pernah menjawab sama sekali kau tau sendiri kan" Ucap Sam
Mereka masih terus bertengkar sampai Papa Nara sudah muak dan pergi dari rumah.
"Kau selalu saja mencari gara-gara padaku" Ucap Papa Nara dan pergi dari rumah itu
"Kau mau kemana sialan" Teriak Mama Nara tapi Sam tidak menghiraukan dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang.
Yura hanya bisa menangis dan berlari kearah kamarnya.
Sam sendiri saat ini pergi ke kantornya. Dari pada memikirkan hal-hal yang tidak penting lebih baik dia berkerja saja.
__ADS_1
Next......