Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
152. Kau nakal


__ADS_3

Setelah makan malam Nara masih harus mengantarkan Clay dan Mate ke kamarnya setelah itu menidurkan mereka berdua. Nara hanya akan mengawasi mereka saja sampai mereka tertidur.


Clay cukup mudah untuk tertidur jadi Nara tak perlu berada disampingnya untuk mengelus-elus kepalanya seperti bayi pada umumnya. Yang terpenting bagi Clay adalah Clay tidak bisa tidur sendiri jadi harus ada yang menemani seperti Mate.


Setelah menunggu sekitar 25 menit Clay dan Mate akhirnya tertidur. Nara menghampiri mereka berdua dan menyelimuti tubuh Clay dan Mate setelah itu Nara mematikan lampu dan segera keluar.


Nara dengan langkah yang pelan perjalan menuju kamarnya. Cenzo sudah menunggu dikamar sedari tadi setelah makan malam itu.


Setelah sampai dikamar Nara masuk kedalam dan melihat Cenzo sudah terlelap diatas tempat tidur.


"Yahh... Oppa sudah tidur, ya sudah lah mungkin besok saja" Ucap Nara sambil berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajahnya.


Sesudah semua selesai Nara pun ikut berbaring di samping Cenzo yang sudah menyelami alam mimpinya itu. Saat Nara baru saja menutup matanya tangan Cenzo tiba-tiba meraba-raba tubuhnya dan masuk kedalam baju tidur Nara.


"Sudah selesai semua Baby, Aku menunggumu sejak tadi" Ucap Cenzo sambil tangannya terus menjelajahi tubuh Nara.


"Aku kira Oppa sudah tertidur" Kata Nara


"Aku memang tertidur, tapi setelah mendengar kau masuk ke kamar mandi aku terbangun karena kau menutup pintu dengan sangat keras" Jelas Cenzo


"Kalau begitu Oppa istirahat saja, kau pasti lelah" Nara berusaha mengeluarkan tangan Cenzo dari dalam bajunya.


Cenzo hanya tersenyum mendengar perkataan Nara. Bagaimana bisa Nara berubah pikiran setelah membangunkan yang dibawah.


"No Baby, perkataan mu harus ditepati dan dilaksanakan" Ucap Cenzo sambil meremas dua gunung kembar Nara secara bergantian.


"Aaahhhhh Oppa, pelan-pelan sakit" Kata Nara

__ADS_1


"Tapi kau suka kan" Cenzo langsung bangun dan melepas semua pakaiannya hingga tak tersisa satupun.


Nara hanya bisa menelan ludahnya melihat tubuh Cenzo. Sudah lama Nara tak menyentuh tubuh suaminya ini. Tangan Nara refleks terangkat dan menyentuh otot perut milik Cenzo.


Cenzo tersenyum melihat Nara yang sudah mulai berani seperti itu.


"Kau mau dengan lampu yang menyala atau mati" Tanya Cenzo


"Terserah Oppa saja" Jawab Nara dengan seara yang berat.


Cenzo semakin heran melihat Nara tapi disisi lain Cenzo juga merasa sangat senang karena perilaku Nara yang semakin berani.


"Baby tak ingin melepas baju juga" Kata Cenzo


"Apa Oppa mau membantuku melepaskannya" Tanya Nara dengan nada yang sedikit menggoda.


Nara duduk didepan Cenzo berhadap-hadapan. Cenzo dengan pelan membantu Nara untuk melepaskan baju yang dia kenakan. Saat semua baju sudah dibuka mereka berdua sudah sama-sama polos tanpa benang sedikitpun ditubuh mereka.


Cenzo memandang Nara mulai dari atas hingga bawah.


"Tubuhmu tidak berubah sama sekali walaupun kau sudah melahirkan anak untukku. Tubuhmu masih saja indah seperti dulu" Ucap Cenzo sambil perlahan-lahan mendekat kearah Nara.


Cenzo dengan cepat langsung memangut bibir Nara dengan sangat rakus. Mereka berciuman sangat lama. Cenzo terus saja memperdalam ciumannya hingga Nara mulai kehabisan oksigen dan mendorong tubuh Cenzo.


Nara mulai mengambil nafas dalam-dalam.


"Aku yang mulai apa kau dulu yang memulainya" Tanya Cenzo dengan pandangan mata yang terus saja menatap Nara dengan pandangan nafsu.

__ADS_1


"Terserah Oppa saja, tapi ingat bahuku masih sedikit sakit jangan keras-keras" Ucap Nara


Cenzo dengan cepat langsung menerkam Nara dan mendudukkan Nara di pangkuannya. Cenzo mulai memainkan lidahnya di setiap inci tubuh Nara, memberikan bekas kepemilikan di setiap inci tubuh itu.


Nara pun tak mau kalah, Nara juga memberikan stempel kepemilikannya di tubuh Cenzo.


Setelah pemanasan sudah selesai. Nara langsung membaringkan tubuh Cenzo ditempat tidur. Sekarang adalah saatnya Nara untuk memimpin permainan.


"Come on Baby" Ucap Cenzo dengan suara yang sangat berat.


Nara dengan lihat langsung menjalankan aksinya itu. Jangan bertanya dari mana Nara belajar, Nara selalu memperhatikan Cenzo yang sedang bermain dan dari situlah Nara belajar.


Nara terus memacu tubuhnya dengan sangat cepat hingga ******* mulai terdengar dari mulut mereka berdua.


"Damn it, Kenapa kau begitu pintar, ayo lakukan dengan cepat Baby" Teriak Cenzo


"Aaahhhh Cenzo"


Untung saja kamar mereka sudah kedap suara jika tidak bayangkan saja sampai sejauh mana suara mereka berdua, mungkin suara mereka juga bisa membangunkan seluruh orang yang ada dirumah.


Malam ini kamar mereka penuh dengan suara kenikmatan dari Cenzo dan Nara.


.


.


Next....

__ADS_1


__ADS_2