Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
138. Rencana awal Dita


__ADS_3

Beberapa hari lalu sebelum kejadian Nara yang terlempar batu, Dita yang saat itu sedang berada didalam kamar hotel bersama dengan Sugar daddy nya yang berprofesi sebagai seorang pengedar Narkoba.


"Dad, bisakah kau membantu aku?" Ucap Dita dengan suara yang sangat seksi.


"Kau butuh bantuan apa?" Tanya pria tersebut yang bernama Alex.


"Aku ingin balas dendam kepada teman kuliahku dulu dad" Kata Dita sambil duduk di atas pangkuan Alex


"Why, apa dia mengganggumu dulu?"


"Iya dad, dia adalah orang yang selalu membully ku dulu, aku sangat sakit hati" Ujar Dita sambil berputar-putar menangis.


"Wah... wah... Aku akan membantumu nanti, serahkan saja ke anak buahku, biar dia yang urus nanti" Ucap Alex.


Mendengar itu membuat mata Dita menjadi berbinar-binar. Sebentar lagi rencananya anak berhasil dan Nara akan mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.




Setelah beberapa hari, Dita mulai menjalankan rencananya dengan menyuruh anak buah dari Alex untuk melemparkan batu ke rumah Cenzo. Sebenarnya bukan dari rencana Dita saat batu itu mengenai Nara, tapi jika itu terjadi Dita juga sangat-sangat berterima kasih karena takdir berpihak kepadanya.



"Kapan kita jalankan rencana selanjutnya?" Tanya salah satu anak buah Alex yang bernama Junsu.


"Bagaimana jika nanti malam. Kau sudah menghubungi kenalan mu yang bekerja dirumah keluarga Nara kan?" Kata Dita


"Aku akan segera menghubunginya" Junsu segera pergi dari sana untuk menghubungi kenalannya itu. Bibinya baru saja bekerja di sana untuk menggantikan seseorang saat itu. Dan rencana itupun yang menyusun adalah Dita.


.


.


.



Malam hari.


__ADS_1


Terlihat Dita sedang berkumpul untuk mendiskusikan rencana yang akan mereka jalankan nanti malam.



Junsu bersama beberapa temannya yang berjumlah 2 orang akan langsung berangkat ke rumah Cenzo tepat sebelum tengah malam. Mereka akan memantau situasinya terlebih dahulu.



Jam telah menunjukkan pukul 11 malam, Junsu langsung berangkat ke lokasi dan sesampainya disana, Bibinya sudah memerintahkan Junsu untuk masuk lewat pintu belakang.



Yang masuk kedalam hanya Junsu sendiri ditemani oleh Bibinya.


Rencana awal meraka tadi adalah, mereka akan menyelinap masuk kedalam kamar Nara, setelah itu menyuntikkan Cenzo dengan obat bius setelah itu membawa Nara pergi.



Baru saja saat Junsu dan bibinya akan menaiki tangga, terlihat ada seseorang yang turun kebawah, mereka segera mencari tempat persembunyian agar tidak ketahuan.



"Bi... Cepat sembunyi" Ucap Junsu dengan berbisik sambil menarik tangan bibinya itu.



Mereka melihat dari jauh ternyata yang turun tadi adalah Nara. Tepat sekali, jadi mereka tidak perlu membahayakan nyawa mereka untuk berhadapan dengan Cenzo.



Saat menunggu cukup lama, terlihat Nara sudah akan kembali ke kamarnya. Terlihat Nara yang akan menaiki anak tangga, Junsu mulai menarik perhatian Nara agar Nara kembali lagi kesana. Dan tepat saat Nara sudah ada didekatnya Junsu langsung memukul tengkuk leher Nara dengan sangat kencang hingga Nara pun akhirnya pingsan.



Junsu dengan cepat membawa Nara yang saat itu sedang membawa anaknya masuk kedalam mobil sebelum Anaknya menangis dan bibi Junsu menggendong Anak Nara. Junsu pun memerintahkan temannya untuk segera melajukan mobilnya ke tempat yang sudah disiapkan oleh Dita.



.


.

__ADS_1


.



Dita menunggu didepan rumah yang akan dia jadikan untuk menyekap Nara dengan perasaan yang gelisah. Dita takut jika Junsu gagal dan itu semua akan berimbas kepadanya.



Saat melihat mobil yang berhenti di pelataran rumahnya Dita langsung keluar dan begitu melihat Junsu yang keluar dari dalam mobil dengan menggendong Nara membuat Dita sangat-sangat bahagia.



"Cepat bawa masuk" Teriak Dita


"Iya" Junsu segera membawa Nara ke kamar disusul bibinya yang menggendong Anak Nara



"Wah... wah... Sepertinya aku mendapat dua umpan sekaligus. Dan itu akan lebih baik" Ucap Dita dan langsung menuju ke kamar tempat Nara disekap juga.



Entah kenapa Dita begitu sangat tidak senang melihat Nara yang selalu bahagia seperti itu. Dulu Dita sendiri yang menawarkan Nara untuk menjadi Sugar baby dengan alasan agar hidup Nara juga hancur seperti hidupnya, tapi malah tak disangka ternyata Sugar Daddy Nara begitu sangat tulus kepada Nara sampai-sampai mau menikahi Nara dan terlihat begitu mencintai Nara.



Dari situlah timbul kebencian dari hati Dita kepada Nara. Tidak ada yang boleh hidup enak lebih dari dirinya, begitulah pemikiran Dita.



Sekarang dengan cera membuang Nara ketempat yang jauh, dia akan menggoda Cenzo dan Cenzo harus mencintainya melebihi Cenzo mencintai Nara. Itulah tujuan dari Dita saat ini.



Dita tak tau bahwa Kebahagiaannya hanyalah sementara jasa, dia belum tau sekarang sedang berurusan dengan siapa dan bahaya apa yang sedang menantinya nanti.



.


.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2