
Saat ini mereka benar-benar seperti suami istri. Nara dengan telaten menggosok rambut Cenzo hingga kering.
Cenzo menikmati sentuhan Nara pada kepalanya hingga membuat dia menjadi mengantuk.
Nara melihat Cenzo yang akan menutup matanya langsung menghentikan aktivitasnya itu dan memukul pundak Cenzo.
"Baby apa yang kau lakukan?" Tanya Cenzo yang terkejut.
"Kau tak lupa akan janjimu kan?, kau sudah berhutang penjelasan padaku"
Seketika Cenzo pun langsung berdiri dan duduk disamping Nara dan memegang tangan Nara.
"Tanyakan apapun yang ingin kau tanyakan tentangku" Ucap Cenzo
"Eemmmm.... itu."
"Tanyakan saja Baby"
Nara pun menghirup nafas dalam-dalam dan mulai bertanya pada Cenzo.
"Kau kan selama ini selalu pulang ke rumahku?"
"Iya terus"
"Apa Istrimu tidak curiga?"
Seketika itu pun Cenzo tertawa dengan sangat kencang.
"Kenapa kau tertawa Chagiya" Ucap Nara malu karena ditertawakan oleh Cenzo.
Cenzo menghentikan tawanya dan menatap Nara kembali.
"Istri ya?" Ucap Cenzo malah bertanya balik pada Nara
"Iya istrimu apa tidak curiga kau tidak pernah pulang ke rumahmu sendiri"
"Baiklah Baby akan aku ceritakan"
__ADS_1
"Cepatlah"
"Aku tak punya istri"
"Whatttttt?" Jujur Nara sangat terkejut dengan pengakuan Cenzo yang satu ini.
"Dengarkan dulu, jangan main potong omonganku" Ucap Cenzo
"Baiklah-baiklah, lanjutkan"
"Aku tak punya istri lebih tepatnya yang aku punya adalah mantan istri"
"Jadi kau duda?"
"Iya. Kenapa sekarang kau tak mau denganku karena aku duda?"
Nara pun langsung melebarkan matanya dan mencubit perut Cenzo.
"Kau jangan gila. Aku tak bilang begitu"
"Jujur aku lega saat tau kalau kau tak memiliki ikatan ataupun seorang perempuan disamping mu"
Cenzo tersenyum mendengar perkataan Nara
"Jadi sekarang bagaimana" Tanya Cenzo
"Bagaimana apanya?" Ucap Nara yang tidak mengerti maksud Cenzo
"Kau kan sudah tau kalau aku seorang duda. Jadi kau tak perlu ragu denganku"
"Tapi bagaimana kau bisa menjadi duda?. Saat ini usiamu 33 jadi kau menikah umur berapa?"
"Aku menikah waktu usiaku 29 tahun. Dan kami bercerai 2 tahun lalu"
"Oohhh... Jadi begitu"
"Mantan istriku tidak mau memiliki anak karena takut karirnya akan berantakan"
__ADS_1
"Bodoh sekali dia. Kalau aku jadi dia, aku tak akan keberatan walaupun memiliki anak. Banyak anak pun tak masalah"
Cenzo seketika terbengong mendengar perkataan Nara.
"Apa kau serius dengan yang kau ucapkan barusan baby?"
"Apa?, tentang apa?" Tanya Nara
"Memiliki banyak anak"
"Tidak. Aku serius dengan ucapanku. Selagi kita mampu untuk merawatnya kenapa tidak. Aku juga sangat suka anak kecil".
Cenzo langsung mendekat dan berbisik di telinga Nara.
"Apa kau mau menjadi istriku?" Ucap Cenzo.
Nara hanya diam mematung mendengar ucapan Cenzo. Lidahnya seperti kelu, dan tak tau harus menjawab apa.
"Kenapa kau diam saja Baby, Apa kau tak mau"
"Bu... bukan begitu. Bukankah hubungan kita hanya sebatas Sugar Daddy dan Sugar Baby"
"Mulai sekarang tidak jika kau sudah menjawab pertanyaan ku"
"Jujur sebenarnya aku sudak memiliki rasa padamu saat pertama kali kita bertemu dulu. Aku seperti tidak menyangka saat itu bahwa kau akan menjadi sugar Daddy ku" jelas Nara
"Terus"
"Aku mencoba membuang rasa cintaku padamu takut kalau aku akan menjadi perusak rumah tangga orang lain. Tapi semakin hari bukannya hilang rasa cintaku malah bertambah besar"
Cenzo langsung memeluk Nara yang sedang menahan tangisannya.
"Menangislah. Ada aku sekarang" Ucap Cenzo
Nara pun menghambur ke pelukan Cenzo dan menangis sejadi-jadinya. Dia sungguh tak percaya kalau perasaannya saat ini tidak akan sia-sia.
Next......
__ADS_1