
Setelah melakukan olahraga pagi tadi sekarang Cenzo sudah berangkat ke kantornya dan Nara masih harus membangunkan Mate dan Clay untuk segera sarapan.
"Boy ayo bangun semua sudah pagi" Ucap Nara sambil membuka gorden yang ada di jendela.
Mate yang mendengar suara Nara segera bangun dari tidurnya dan duduk diatas tempat tidurnya.
"Mommy...." Panggil Mate
"Yes boy, ayo bangun" Ucap Nara sambil merapikan tempat tidur Mate
"Mate cepat bangun, papa berangkat ke kantor dulu ya" Kata Jimin yang baru saja masuk kedalam kamar dan berjalan kearah Mate setelah itu menciumnya.
"Yes papa" Jawab Mate dengan sedikit mengantuk.
"Nara titip Mate ya" Ucap Jimin
"Iya, kau tenang saja. Makanya kau cepatlah carikan Mate mama baru suka sekali sendiri kau itu, apa jangan-jangan kau gay ya" Kata Nara
"Sialan kau, aku masih normal ya"
"Udah-udah berangkat sana"
"iya" Jimin segera pergi bekerja.
Setelah terdiam cukup lama akhirnya Mate berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan membasuh mukanya.
__ADS_1
Nara lanjut membangunkan Clay yang masih saja lelap tertidur padahal Nara sudah membangunkannya dari tadi. Entahlah kenapa Clay sangat susah sekali dibangunkan, Clay akan bangun jika Nara menggelitiki perutnya atau memencet hidungnya baru Clay akan bangun.
Sekarang terlihat Nara sedang ada di teras depan menemani Clay dan Mate bermain. Di depan rumah Cenzo sudah menyiapkan mainan untuk anak-anak yang pasti aman.
Nara duduk di kursi sambil memperhatikan para jagoannya yang sedang bermain.
Saat Nara sedang duduk-duduk sambil bermain ponsel tiba-tiba entah dari mana ada batu yang melayang dan tepat mengenai dahi Nara.
Dduuuaaakkk......
Nara langsung terjatuh dan hp ditangannya seketika terlempar jauh.
"Mommm....." Teriak Mate dan langsung menghampiri Nara.
"Mommy baik-baik saja boy" Ucap Nara
"Mom darah" Kata Mate sambil menunjuk dahi Nara
Nara memegang dahinya dan benar saja dahinya terluka dan mengeluarkan daras. Nara berjalan mengambil batu tersebut ternyata terdapat sebuah kertas yang membungkus batu tersebut. Nara membukanya dan terdapat tulisan di kertas tersebut.
"PERGI ATAU KU BUNUH KAU DAN ANAKMU" begitulah tulisan di kertas tersebut.
Nara pun terkejut dan mulai kehilangan kesadarannya.......
"Mommyyyy.........." Teriak Mate. Clay hanya bisa menangis saja dan tak tau harus membantu apa.
__ADS_1
Mendengar suara ribut-ribut pak satpam yang ada didepan pun langsung menghampiri suara tersebut dan terkejut melihat nyonyanya terbaring dilantai tak sadarkan diri.
Pak satpam langsung membawa Nara ke rumah sakit dan membawa Clay sama Mate.
Setelah sampai dirumah sakit pak satpam segera memberi kabar kepada Cenzo.
Tuttt..... Tutt.... Tut.....
"Hallo tuan" Ucap pak satpam saat panggil sudah terhubung.
"Ada apa pak, Bos sedang meeting" Jawab Suho
"Anu Tuan, nona sedang ada dirumah sakit sekarang"
"Apa.... Bagaimana bisa. Kau tunggu saja disana, aku akan beritahu bos" Suho langsung menutup panggilannya dan menghampiri Cenzo diruang rapat.
Suho langsung masuk dan berbisik pada Cenzo.
"Apaaa.........." Teriak Cenzo dan langsung berdiri dari duduknya.
"Rapat sampai disini saja, saya ada urusan penting" Cenzo langsung pergi meninggalkan ruang rapat diikuti oleh Suho dibelakang menuju ke rumah sakit.
Selama perjalanan ke rumah sakit Cenzo terus saja uring-uringan dan membuat Suho merasa tertekan, entahlah bosnya selalu saja menguras kesabarannya.
Next.....
__ADS_1