Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
70. Pemburuan tikus kecil


__ADS_3

Sesampainya di kantor Cenzo, Lucca segera menuju ruangan kakaknya itu. Semua mata memandang ke arah Lucca menyaksikan betapa tampannya mahluk ciptaan tuhan itu.


"Kau, apa kakak ada" Tanya Lucca pada Raya


"Maaf tapi tuan sedang ada rapat, kau bisa kembali lagi nanti"


Tanpa mendengarkan perkataan Raya, Lucca langsung masuk kedalam ruangan Cenzo.


Raya yang melihat itu langsung panik dan menyusul Lucca kedalam.


"Maaf, tapi anda tak bisa masuk kesini" Ucap Raya


"Apa masalahnya"


"Sekarang keluarlah"


Raya sudah sekuat tenaga menarik tangan Lucca tapi tak berhasil. Dan tepat saat itu Cenzo masuk disusul oleh Suho dibelakangnya.


"Kau kenapa kesini" Tanya Cenzo pada Lucca


"Aku sudah menemui kakak ipar tadi dan dia sudah memberitahuku"


Seketika semua mata tertuju pada Raya yang sedang memegang tangan Lucca. Raya yang menyadari itu langsung melepaskan tangan Lucca dan pergi dari sana.


"Maafkan saya" Ucap Raya dan langsung pergi dari ruangan Cenzo.


Malu sekali rasanya sampai Raya ingin menghilang dari bumi. Raya segera kembali kemejanya dan mengerjakan pekerjaannya lagi.


Di dalam ruangan mereka bertiga sedang terlibat pembicaraan yang sangat serius.


"Jadi siapa?" Tanya Cenzo


"Dia adalah mantan kekasih Kakak ipar. Aku sudah meminta anak buahku untuk mencarinya mungkin nanti malam dia sudah berhasil menangkap bajingan itu"

__ADS_1


"Bagus. Kalian berdua urus saja nanti, buat dia mengakui kejahatannya dan cari tahu siapa kaki tangannya"


"Baik bos"


Lucca dan Suho pun kembali mendiskusikan rencana selanjutnya sedangkan Cenzo sedang menandatangani beberapa berkas.


"Kak aku akan mencari gedung yang sudah tak terpakai dan aman untuk penyekapan nanti malam" Ucap Lucca


"Iya. Kau hati-hatilah dijalan"


Setelah kepergian Lucca, Cenzo melihat jam tangannya dan ternyata sudah pukul 12 siang. Cenzo segera merapikan berkas-berkasnya dan segera pergi ke rumah sakit.


"Suho kau urus kantor, aku akan ke rumah sakit" Ucap Cenzo sambil terburu-buru


"Baik bos"


Sesampainya dibawah Cenzo segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kencang.


Tak butuh waktu lama Cenzo pun sudah sampai di rumah sakit dan segera keruangan Nara sambil membawa beberapa cake cokelat kesukaan Nara.


"Baby bangunlah" Ucap Cenzo sambil mengguncang tubuh Nara secara perlahan


Nara yang mendengar ada suara Cenzo langsung membuka matanya.


"Kau sudah datang. Kenapa lama sekali" Ujar Nara sambil bangun dari tidurnya dan duduk diatas tempat tidur.


"Maaf tadi masih harus menandatangani beberapa berkas"


Pandangan Nara turun ke kantong belanjaan yang Cenzo bawa.


"Kau bawa apa"


"Cake kesukaanmu. Ayo ku bantu ke sofa"

__ADS_1


Tanpa basa-basi Cenzo langsung mengangkat tubuh Nara dan mendudukkan Nara di paha Cenzo.


"Turunkan aku" Ucap Nara


"Jangan bergerak atau kau bisa membangunkan sesuatu dibawah sana. Diam saja dan makan Cakenya"


Nara seketika langsung diam membatu. Nara tau apa yang dimaksud Cenzo, jadi Nara mencari amannya saja sekarang.


Cenzo mengamati Nara yang terlihat sangat bahagia sambil memakan Cakenya.




Ditempat lain terlihat Soobin sedang menggoda wanita di bar. Memang sekarang masih siang tapi itu tak membuat Soobin menyerah. Siang ataupun malam bagi Soobin sama saja.



Soobin sudah berhasil menggoda satu wanita dan membawa wanita itu ke rumahnya untuk... Ya kalian tau sendiri lah.



Dengan wajah yang senang Soobin berhasil menggoda wanita itu dengan kata-kata manisnya hingga wanita itu mau ikut Soobin kerumahnya.



"Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang panjang" Ucap Soobin pada wanita itu saat sudah ada didalam mobil


"Aku serahkan semuanya untukmu"



Soobin tersenyum mendengar jawaban dari wanita itu dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang meninggalkan bar itu.

__ADS_1



Next....


__ADS_2