
"Baby kita pulang sekarang biarkan Lucca dan Suho disini menemani Jimin" Ucap Cenzo karena mereka sudah berada lama dirumah sakit dan jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.
"Kalau begitu Oppa mau mengemudi sendiri" Tanya Nara
"Iya Sayangku kan mereka tinggal disini" Ucap Cenzo sambil merangkul pinggang Nara.
"Aku pulang duluan, kalian berdua jaga dia. Anak-anak kelihatannya juga sudah mengantuk" Kata Cenzo
"Dia bukan anak kecil yang harus ku jaga 24 jam kak" Jawab Lucca
"Kau yang bukan anak kecil saja setiap hari merengek kepadaku" Ejek Cenzo
"Tidak, aku tidak seperti itu" Tolak Lucca
"Benarkah tidak seperti itu" Ucap Jimin
"Diam kau duda, aku tidak seperti itu. Kakk.. si duda ini terus saja mengejekku" Rengek Lucca
Semua orang yang ada didalam ruangan itu tertawa mendengar Lucca yang merengek seperti anak kecil kepada Cenzo.
"Sudah-sudah aku mau pulang dulu kasian anak-anak kalau kelelahan nanti bisa sakit" Cenzo melihat Mate dan Clay yang sedari tadi menguap dan mengucek matanya terus-menerus.
"Oke V, kalau sampai kabari aku" Jawab Jimin
"Daddy, aku mau sama papa" Ucap Mate sambil menarik baju Cenzo
"Tidak boy, anak kecil tidak boleh tidur dirumah sakit nanti kamu dimarahi oleh dokter" Jelas Cenzo sambil berjongkok untuk menyesuaikan tingginya dengan Mate
"Benar kata Daddy Mate, kau ikut pulang Daddy dan Mommy saja, besok Papa sudah pulang kok" Sebenarnya Jimin juga tak mau berpisah dengan Mate tapi ini semua demi kebaikan Mate jadi Jimin harus mengalah
"Janji Papa besok pulang" Ucap Mate sambil mengusap air matanya yang akan terjatuh
__ADS_1
"Janji" Jimin mengarahkan jari kelingkingnya kepada Mate agar Mate percaya dan mau ikut pulang Cenzo.
"Sudah boy ayo pulang adikmu sudah mengantuk" Ucap Nara sambil menuntun Mate.
"Jimin kami pamit pulang ya, sekali lagi aku minta maaf" Kata Nara
"Sudahlah Ra, hati-hati dijalan" Jawab Cenzo
Baru saja Cenzo dan Nara akan membuka pintu tiba-tiba Lucca langsung menghadang Cenzo.
"Kau ini kenapa?" Tanya Cenzo
"Kak bagi uangnya dong, aku lapar sangat tadi tak sempat bawa uang" Ucap Lucca dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Cepat kau video kelakuannya yang seperti ini dan sebarkan ke anak buahnya" Ujar Jimin, Suho sudah bersiap mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya
"Jangan berani-beraninya kau Suho" Ancam Lucca
"Kau ini bukan anak kecil lagi Lucca, setidaknya siapkan keperluan yang kau butuhkan jika kau bepergian seperti ini. Bagaimana bisa kau keluar tidak membawa dompetmu" Sekali lagi Cenzo dibuat pusing oleh adiknya ini
Cenzo pun langsung memukul kepala Lucca. Bagaimana bisa Cenzo menemukan adik yang begitu bodoh seperti ini.
"Kau ini memang benar-benar keterlaluan Lucca. Kau tau kan ponsel itu sangat penting untukmu, bagaimana jika anak buahmu ingin memberitahukan informasi kepadamu" Ucap Cenzo
"Kakak tenang saja, mereka sudah aku beritahu jika aku ada dirumah sakit, jadi jika mereka ingin memberitahukan informasi harus ke rumah sakit terlebih dahulu" Sekali lagi Lucca berhasil memancing amarah dari Cenzo.
"Dasar bodoh" Ucap Cenzo sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
"Kau butuh uang berapa?" Tanya Cenzo
"Yang lebih banyak sedikit, aku mau makan makanan enak sekarang bersama Suho" Jawab Lucca
__ADS_1
"Ini, Sudah aku pulang" Cenzo menyerahkan beberapa lembar uang kepada Lucca dan segera pergi
"Thanks kak" Teriak Lucca
Selama perjalan menuju parkiran Cenzo dan Nara hanya saling diam dan tidak ada yang membuka percakapan sama sekali.
Entah mereka terlalu lelah atau apa juga tidak ada yang tau.
Cenzo menggendong Mate dan Nara menggendong Clay.
Setelah sampai di depan mobilnya Cenzo langsung membukakan pintu mobil untuk Nara. Tapi sebelum itu Cenzo mendudukkan Mate dan Clay di kursi khusus untuk mereka yang sudah dipasang oleh Suho tadi sebelum mereka pulang.
"Oppa aku sangat-sangat lelah sekali" Ucap Nara saat mobil sudah berjalan menuju rumah mereka.
"Baby kau tidak lupa kan jika kau punya hutang kepadaku" Kata Cenzo
"Hutang?" Nara mencoba mengingat-ingat hutang apa yang dia miliki kepada Cenzo
"Aku tidak pernah meminjam uang darimu" Ucap Nara dengan polosnya
"Kau memang tidak pernah hutang uang dariku, tapi kau hutang tubuhmu" Jawab Cenzo
Nara seketika terdiam, dia baru ingat perkataannya tadi pagi kepada Cenzo. Dan sialnya kenapa Cenzo masih mengingatnya.
"Tapi anak-anak bilang ingin tidur bersama kita karena dirumah sedang tidak ada orang" Ucap Nara mencoba mencari alasan
"Akan kupikirkan nanti, tapi lebih baik kau menyiapkan dirimu terlebih dahulu" Kata Cenzo
Jika menyangkut tentang masalah ini Nara tidak akan bisa kabur dari Cenzo. Jadi lebih baik Nara menurut saja.
Next....
__ADS_1
Maaf ya Author kemarin tidak update. Author baru saja sembuh kemarin habis keracunan makanan😭😭.
Jangan lupa tinggalkan jejak, komen dan Likenya ya....