Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
185. Penyelidikan baru


__ADS_3

Sekarang Cenzo terlihat sedang menemani Nara yang sedang tertidur pulas itu.


Cenzo memandang wajah Nara dengan kasih dan sayang. Wanita yang paling dia cintai setelah mamanya dan ibu dari anaknya.


"Coba saja aku bertemu denganmu sudah lama pasti aku akan merasa begitu bahagia" Ucap Cenzo dengan pelas dan meraih tangan Nara untuk dia genggam.


Setelah cukup lama tiba-tiba ponsel Cenzo berbunyi dan saat Cenzo melihatnya ternyata yang menghubunginya adalah Suho. Cenzo pun langsung mengangkatnya.


"Ada apa Suho?" Tanya Cenzo saat panggilan sudah tersambung.


"Bos ada berita penting mengenai cincin milik ayah anda" Ucap Suho dengan antusias


"Jelaskan"


"Tadi salah satu anak buah yang bos perintahkan untuk mencari keberadaan ayah anda bilang kalau dia menemukan teman sekaligus sahabat ayah anda dan beliau tau dimana ayah anda berada" Jelas Suho


"Siapkan jet pribadiku, setengah jam lagi kita berangkat ke Korea" Cenzo langsung menutup panggilan tersebut dan segera keluar dari ruangan rawat Nara.


Cenzo baru ingat jika dirinya pergi ke Korea nanti lantas siapa yang akan menjaga Nara disini.


Cenzo pun menghubungi Jimin dan memintanya untuk menjaga Nara bersama dengan Alice selagi dirinya pergi menyelesaikan urusan itu.


"Jimin kau ke rumah sakit sekarang, aku harus menyelesaikan masalahku terlebih dahulu kau tolong jaga Nara bersama dengan Alice ya" Ucap Cenzo langsung ke intinya


"Memangnya kau mau kemana?, Nanti kalau Nara bertanya aku harus jawab apa"


"Bilang saja kalau aku ada kerjaan penting di kantor dan tidak bisa diwakilkan ataupun ditinggal"

__ADS_1


"Baiklah-baiklah aku ke sana sekarang, untung saja aku masih belum terlalu jauh dari tempat kerja Alice"


"Cepatlah aku tunggu 15 menit kau harus segera sampai"


"Gila kau ba...."


Belum sempat Jimin menyelesaikan pembicaraannya Cenzo sudah mengakhiri panggilan tersebut.


Cenzo masuk lagi kedalam ruangan rawat Nara dan terlihat Nara masih tertidur pulas di sana. Cenzo kembali mendekat lalu mengecup kening Nara.


"Doakan semoga semuanya berjalan dengan lancar ya Baby, nanti aku bisa cepat pulang" Ucap Cenzo dengan pelan.


.


.


Kalian tau bagaimana cara Jimin sampai bisa mengajak Alice dengan capat seperti itu?.


Saat Jimin sampai di rumah sakit tempat kerja Alice, Jimin langsung mengangkat tubuh Alice seperti karung beras dan memasukkan Alice kedalam mobil.


Alice yang bingung memukul-mukul punggung Jimin agar Jimin menurunkannya.


"Apa yang kau lakukan" Ucap Alice sambil terus memukuli Jimin


"Ini penting, taruhannya nyawaku ayo kita ke rumah sakit Nara sedang dalam bahaya" Jelas Jimin


Mendengar nama Nara disebut Alice pun langsung terdiam dan pasrah saat Jimin membawanya.

__ADS_1


.


.


"Kau jaga dia selagi aku pergi ya, akan aku usahakan pulang secepatnya nanti" Ucap Cenzo sepada Jimin didepan pintu ruangan rawat Nara


"Kau tenang saja. Tapi bisa kau jelaskan secara singkat kau sekarang ingin kemana?"


"Mencari papaku di Korea, kata Suho anak buahku sudah menemukan petunjuk"


"Wah benarkah, semoga papamu cepat kau temukan dan kalian bisa berkumpul bersama lagi"


"Thanks Jimin. Aku berangkat dulu kalau begitu"


Setelah melihat Cenzo sudah mulai jauh Jimin pun kembali masuk kedalam ruang rawat Nara.


"Alice apa tidak masalah jika kalian aku tinggal sebentar, aku ada pasien yang harus operasi sekarang juga di rumah sakit" Ucap Jimin


"Tidak apa-apa kau bisa pergi sekarang jangan pedulikan kami, Nara biar aku saja yang jaga"


"Baiklah, sebentar lagi para bodyguard akan datang yang berjaga di depan ruangan ya, aku pergi dulu" Ucap Jimin sambil mengelus kepala Alice setelah itu pergi.


Alice yang terus saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari Jimin merasa seperti dirinya adalah orang sepesial.


Semoga saja Jimin memang benar-benar serius kepada Alice dan mereka bisa segera bersama agar Jimin dan Mate tidak merasa kesepian lagi.


Next.....

__ADS_1


__ADS_2