Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
117. Bayi besar yang haus


__ADS_3

Di dalam kamar ternyata Cenzo dan Nara tidak langsung tidur. Cenzo masih harus membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan Kaira masih menyusui Baby Clay yang sejak tadi rewel terus karena lapar.


"Minumlah yang banyak Clay dan cepatlah tidur mommy juga sangat mengantuk" Ucap Nara dan mengelus-elus kepala Baby Clay.


Baby Clay sedang sibuk meminum susunya tiba-tiba tersenyum setalah Nara berkata seperti ini.


"Hey apa ini Clay, kau mau mengejek Mommy ya" Nara begitu gemas melihat Clay.


Tak lama setelah itu Cenzo sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya. Nara dengan cepat langsung mengalihkan pandangannya dari Cenzo. Nara tak mau jika dirinya hilang kendali lagi nanti.


"Clay masih menyusu Baby?" Tanya Cenzo


"Iya, tapi dia sudah tidur. Jadi kau jangan berisik aku mau istirahat juga" Ucap Nara.


Nara segara mengentikan menyusui Baby Clay dan meletakkan baby Clay di box bayi sambil memberi Baby Clay empengĀ atau bisa disebut pacifier.


"Aaaggghh... akhirnya aku bisa istirahat juga" Ucap Nara sambil berjalan menuju tempat tidur. Baru saja Nara ingin membaringkan tubuhnya, tiba-tiba Cenzo memeluknya dari belakang.


"Baby, sesuatu yang dibuang-buang itu tidak baik" Ucap Cenzo tepat di depan telinga Nara


"Apa maksudmu Oppa?" Tanya Nara


"Itu" Cenzo menunjukkan baju Nara yang tekena asi karena Clay hanya mau meminum asi yang sebelah kanan saja.


"Jangan macam-macam Oppa, aku ingin istirahat" Ucap Nara


"Aku hanya berniat membantu Baby, kau tidur saja biar aku yang mengurusnya"

__ADS_1


Dengan pelan Cenzo mendorong Nara ketempat tidur hingga Nara berbaring disana. Cenzo dengan cepat melepas bajunya sendiri setelah itu membuka baju milik Nara.


"Kenapa harus buka baju segala" Tanya Nara dengan bingung


"Biar enak Baby" Jawab Cenzo dan langsung ikut berbaring disamping tubuh Nara


"Kau ini selalu saja cari-cari alasan" Ucap Nara.


Tanpa banyak bicara Cenzo langsung meminum susu alami itu dengan sangat rakus, seperti tidak boleh ada yang meminta walaupun anaknya sekalipun. Tangan Cenzo tak tinggal diam dan sibuk meremas yang satunya.


"Jangan diremas, nanti itu keluar juga" Ucap Kaira sambil menahan desahannya. Pasalnya Cenzo ********** dengan sangat keras.


Nara hanya bisa pasrah sekarang. Mau tidur pun Nara sudah tidak bisa karena ulah suaminya yang seperti bayi ini.


Setelah beberapa saat kemudian Nara sudah tak tahan lagi. Mata Nara sudah sangat berat dan sudah seharusnya diistirahatkan. Dengan perlahan-lahan Nara mulai tertidur dan menyelami alam mimpi. Jangan tanya bagaimana Cenzo saat ini, Cenzo masih sibuk dengan mulutnya yang terus mengulum itu.





Terlihat Mate sedang berlari dan masuk kedalam kamar Cenzo dan Nara. Mate langsung menuju box bayi Baby Clay tapi karena Mate tak sampai Mate lari lagi keluar untuk memanggil Papanya.



Jimin yang saat itu baru saja selesai memakai baju langsung ditarik oleh Mate untuk pergi ke kamar Cenzo.

__ADS_1


"Mau kemana Mate?" Tanya Jimin


"Adik Bayi pa" Ucap Mate



Mate dan Jimin pun masuk kedalam kamar Cenzo, baru saja Jimin mendongakkan kepalanya, mata Jimin sudah ternodai oleh perbuatan Cenzo. Dengan cepat Jimin langsung menggendong Mate dan menutup mata Mate dan matanya sendiri setelah itu pergi dari sana.



"Damn it" Maki Jimin saat sudah sampai di lantai bawah dan langsung duduk di sofa.


"Mate lain kali kalau kau ingin masuk ke kamar orang ketuk lah pintu terlebih dahulu" Ucap Jimin mencoba memberi tahu Mate


"Yes Papa"


.


.



**Baby Clay Wartheimer**



![](contribute/fiction/2867530/markdown/9226359/1638485253447.jpg)

__ADS_1



Next....


__ADS_2