Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
188. Terlambat.


__ADS_3

"Nenek katakan dengan jujur dimana papa sekarang" Ucap Cenzo kepada Neneknya yang tengah duduk didepannya sambil memandangi wajah Cenzo dengan tatapan yang begitu sendu.


"Apa mamamu belum memberitahukannya kepadamu nak?" Tanya Nenek Cenzo


"Jika mama sudah memberitahuku aku juga tak akan kesana-kemari mencari papa hingga meninggalkan istri dan anakku nek"


Nenek seketika langsung menangis setelah mendengar perkataan Cenzo. Dia tak menyangka Cucunya akan semenderita ini.


"Mama saja sudah tak mau memandang wajahku. Dia sudah membuangku, hanya papa yang aku punya sekarang" Cenzo pun ikut meneteskan air matanya


Cenzo akan menunjukkan sisi lembut dan rapuhnya di depan Neneknya saja karena walaupun jarang sekali bertemu Cenzo paling dekat dengan Neneknya itu.


"Sebenarnya Nenek sudah berjanji kepada Mamamu agar merahasiakan masalah ini. Tapi Nenek lihat kau lebih baik tau akan hal ini sekarang"


"Apa maksud Nenek coba ceritakan"


"Papamu dulu bertengkar hebat dengan mamamu saat kau kecil, Nenek pun tak tau apa menyebab orang tua kamu bertengkar"


Cenzo diam menyimak cerita dari Neneknya itu.


"Papamu datang ke Korea untuk menemui Nenek sebelum papamu sampai, mamamu menghubungi Nenek agar tidak menerima kedatangan Papamu. Tapi belum sempai dia sampai disini Papamu mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat"


"Bagaimana bisa begitu" Ucap Cenzo


"Papamu mengendarai mobil dengan sangat kencang hingga dia kehilangan kendali. Mamamu begitu syok dan menyalahkan dirinya sendiri karena kecelakaan yang menimpa papamu itu" Jelas Nenek


"Jadi papa sudah meninggal dan hebatnya lagi kalian merahasiakan ini dariku" Ucap Cenzo dengan suara yang sangat lantang.

__ADS_1


Suho yang menunggu di depan lantas langsung masuk mendengar teriakan dari Cenzo tersebut. Suho takut jika Cenzo tak bisa mengontrol emosinya lagi.


"Bagaimana kalian bisa setega ini kepadaku. Aku juga putranya kenapa merahasiakan ini" Cenzo bersimpuh di lantai.


Dia tak habis pikir dengan Mamanya sendiri. Dia tau dari dulu Cenzo seperti orang gila yang mencari Papanya kesana-kemari tapi dia seolah-olah tak memperdulikannya dan enggan memberi tahu Cenzo dimana Papanya berasa padahal dia tau dengan sangat pasti.


"Dimana dia dimakamkan, dimana?" Teriak Cenzo


Setelah mendengar jawaban dari Nenek tanpa berpamitan Cenzo langsung pergi ke sana. Cenzo meminta Suho untuk segera melajukan mobilnya secepat mungkin.


Sebelum sampai di pemakaman Cenzo meminta Suho untuk berhenti di toko bunga karena dia ingin membawakan bunga untuk papanya sebagai oleh-oleh untuknya karena ini pertama kalinya mereka bertemu walaupun dengan keadaan yang lain.


Sesampainya di pemakaman Suho hanya memperhatikan Cenzo dari jauh, Suho akan memberikan Cenzo privasi agar Cenzo merasa lebih leluasa.


Cenzo melihat makam papanya beserta foto wajah papanya yang baru pertama kali dia lihat. Tak terasa air mata Cenzo tiba-tiba terjatuh.


Cenzo meletakkan bunya yang dia beli tadi di depan foto papanya.


"Apa papa tau, aku sudah mencari papa sejak lama ternyata papa sudah beristirahat dengan sangat tenang disini. Maafkan Cenzo karena Cenzo masih belum bisa jadi anak yang berbakti untuk papa dan mama. Kedepannya akan Cenzo pastikan Cenzo akan menjaga mama seperti Papa menjaga mama dulu"


"Cenzo pamit dulu ya pa, nanti kalau Cenzo kesini lagi Cenzo akan mengajak menantu dan cucu papa. Selamat tinggal pa"


Setelah berdoa Cenzo pun pergi dari sana. Urusannya sekarang sudah selesai. Kenapa baru sekarang Cenzo tau kebenaran ini kenapa tidak dari dulu. Begitulah yang ada dipikiran Cenzo sekarang.


"Suho kita langsung pulang ke Itali lagi setelah ini ya, aku masih belum bisa jika berlama-lama disini. Disini rasanya begitu menyakitkan untukku" Ucap Cenzo saat mereka berdua sudah ada didalam mobil


"Aku turut berdukacita Bos. Akan aku hubungi yang lain agar segera menyiapkan penerbangan kita"

__ADS_1


Selama perjalan menuju hotel Cenzo hanya terdiam dan memejamkan matanya.


Papanya memang sudah ketemu tapi hati Cenzo masih begitu sakit kenapa bisa mamanya sendiri merahasiakan masalah ini kenapa?.


Suho pun kasihan melihat Cenzo yang seperti itu. Bayangkan saja terpisah dari papanya sudah dari kecil bahkan tak tau wajah papanya dan sekarang dia sudah menemukannya tapi papanya sudah tidak ada atau meninggal.


Sesampainya di hotel Cenzo meminta Suho untuk mengurus semuanya sendiri saja dan dia akan menunggu di mobil.


Setelah Suho keluar dari dalam mobil Cenzo pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi mamanya.


Sekali Cenzo mencoba menelfon tapi tidak diangkat setelah ketiga kalinya baru beliau mengangkatnya.


"Aku sudah tau semua ma, kenapa kalian begitu tega merahasiakan ini dariku, apa aku buka anak kandung mama hingga mama begini kepadaku" Ucap Cenzo


"Bukan begitu sayang, mama hanya tak sanggup untuk memberitahumu hal itu" Kata mama Cenzo dari sebrang telepon


"Mama juga tau aku dari dulu kebingungan mencari keberadaan papa tapi mama selalu dia seperti tak memperdulikan aku. Tapi aku lega karena sudah bertemu dengan papa" Setelah berkata seperti itu Cenzo langsung mengakhiri panggilan tersebut.


Dan bertepatan juga saat itu Suho sudah selesai dengan urusannya dan kembali ke dalam mobil.


"Sudah semua Suho?" Tanya Cenzo


"Sudah bos"


"Baiklah ayo kita berangkat sekarang"


Mereka pun berangkat kembali ke bandara untuk langsung pulang ke Itali karena Cenzo sedang butuh penyemangat dan penghibur sekarang.

__ADS_1


Next.....


Maafkan author yang jadi jarang update seperti ini. Author habis ikut pindah suami ke tempat baru dan disini sinyalnya susah sekali jadi Author lama updatenya.


__ADS_2