
Sinar matahari telah nampak dan masuk kedalam cela-cela kamar yang sedang ditempati oleh pasangan suami istri yang tadi malam sedang bertengkar itu.
Cenzo bangun terlebih dahulu dan masih berbaring di atas tempat tidur sambil memandang wajah istrinya itu. Jujur Cenzo tidak berani untuk sekedar memegang wajah Nara takutnya nanti Nara tidak suka dan marah lagi kepadanya.
Masalah tadi malam saja tidak karuan apa penyebabnya dia sudah merajuk apalagi kalau sampai Cenzo berbuat salah.
Tak lama kemudian Nara mulai bangun dari tidurnya dan langsung menatap mata Cenzo. Cenzo sebenarnya sudah sedikit was-was dengan tatapan Nara, tapi sedetik kemudian....
"Selamat pagi sayangku" Ucap Nara sambil mengecup bibir Cenzo dan senyum yang sangat lebar menghiasi muka bantalnya yang baru bangun tidur itu
"Pagi Baby" Jawab Cenzo dengan sedikit gugup
Cenzo melamun sejenak sambil memandang wajah Nara. Nara yang ditatap seperti itu langsung memukul pipi Cenzo dengan pelan.
"Aku tau kalau aku itu cantik tapi jangan memandangku seperti itu, membuatku malu saja" Ucap Nara sambil turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.
Cenzo yang melihat Nara ke kamar mandi pun segera bangun dan duduk di tepi tempat tidur sambil mengecek ponselnya siapa tau ada yang penting di sana.
Sekitar beberapa menit kemudian Nara keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang begitu segar.
"Kau cepatlah mandi dan bersiap untuk ke kantor, aku tak mau jika nanti Suho menunggumu lama lagi" Kata Nara sambil berjalan kearah lemari untuk menyiapkan baju Cenzo.
Cenzo pun berdiri dan memeluk Nara dari belakang kemudian mencium pipi Nara.
"Aku mandi dulu ya"
"Mandilah kau bau sekali" Nara berkata sambil menutup hidungnya
Cenzo seketika langsung mencium ketiaknya tapi tidak tercium aroma apapun.
__ADS_1
"Kamu ini" Ucap Cenzo sambil mencubit pipi Nara
"Sudahlah cepat mandi sana" Nara mendorong tubuh Cenzo agar segera berangkat ke kamar mandi.
Setelah melihat Cenzo sudah masuk kedalam kamar mandi, Nara pun segera menyiapkan baju kerja untuk Cenzo dan langsung turun kebawah untuk menyiapkan makanan.
.
.
Setengah jam sudah berlalu, Cenzo pun sudah rapi dengan setelan jas kerjanya yang begitu sangat pas ditubuhnya. Cenzo turun kebawah dan melihat anak-anak yang masih ad di dalam kamar.
Saat akan masuk kedalam samar-samar Cenzo mendengar percakapan anak-anak.
"Yang kemarin datang itu berarti nenekmu ya Clay" Tanya Mate
"Kata mommy sih iya kak" Ucap Clay dengan suara khas anak kecil
Mate dan Clay langsung menoleh kearah Cenzo dengan raut wajah yang sedikit kebingungan.
"Waduh bisa gawat ini kalau Daddy sampai mendengar perkataan kami" Ucap Mate di dalam hati.
.
.
"Daddy sudah mau berangkat" Ucap Mate mencoba mengalihkan pembicaraan
"Coba ulangi lagi apa yang kalian bicarakan tadi sebelum Daddy masuk" Kata Cenzo dengan tegas.
__ADS_1
"Tidak Daddy kami tidak bicara apa-apa" Jawab Mate
"Iya" Clay pun ikut mengiyakan perkataan Mate.
"Mate Daddy sangat percaya padamu, jadi tolong jangan membuat Daddy marah sebelum Daddy tau dari orang lain" Ucap Cenzo sambil memegang pundak Mate
Mate pun akhirnya tidak bisa mengelak lagi dan menceritakan semua kejadian yang hanya dia lihat itu bahwa Ibu Cenzo datang waktu itu.
Setelah mendengar cerita itu Cenzo langsung keluar kamar dan mengambil tas kerjanya.
"Suho ayo cepat berangkat" Teriakan Cenzo memenuhi seisi ruangan.
Nara yang mendengar teriakan Cenzo langsung datang menghampiri Cenzo karena tidak bisanya Cenzo berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu.
"Kau sudah ingin berangkat?, kenapa tidak sarapan terlebih dahulu?" Tanya Nara dengan kebingungan
Cenzo hanya memandang Nara tanpa mau ingin menjawabnya.
Nara yang dipandang seperti itu pun sedikit ketakutan. Nara merasa bahwa dirinya tidak membuat kesalahan apapun tapi kenapa Cenzo marah padanya.
Suho pun akhirnya datang dengan tergesa-gesa.
"Sudah siap bos" Ucap Suho
"Ayo berangkat" Kata Cenzo sambil pergi meninggalkan Nara tanpa memandang Nara sedikitpun
Nara hanya terdiam melihat kepergian Cenzo dengan air mata yang sudah menggenang dimatanya.
Nara pun langsung berlari masuk kedalam kamar sebelum anak-anak melihatnya menangis.
__ADS_1
nextt......