Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
136. Berpisah


__ADS_3

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya pesawat yang Nara tumpangi pun mendarat. Nara sudah merasa sangat was-was melihat 2 anak buah Dita yang ada dibelakangnya.


Setelah pesawat mendarat dengan aman, anak buah Dita yang mengikuti Nara tadi langsung menarik tangan Nara untuk turun. Setelah sampai diluar ada mobil yang sudah terparkir disana, dua orang berbadan besar tersebut langsung menyuruh Nara dan Clay masuk kedalam mobil tersebut.


Nara tak mau banyak bicara lagi, dia sudah pasrah sekarang asalkan dirinya dan anaknya selamat. Bahkan Nara sendiri tak tahu dirinya ada dimana sekarang.


Mobil yang Nara tumpangi tiba-tiba berhenti dipinggir jalan dan orang-orang yang ada di mobil tersebut langsung menyuruh Nara keluar.


"Apa-apaan ini?" Tanya Nara yang terkejut karena orang-orang tersebut memaksa Nara untuk keluar dari mobil.


"Keluarlah ****** sialan" Ucap salah satu orang tersebut.


Susana saat itu sudah malam dan Nara menangis dipinggir jalan sambil menggendong Clay yang sedang tertidur. Clay sendiri tubuhnya tiba-tiba panas dan itu semakin membuat Nara merasa khawatir.


"Dimana ini sekarang, kenapa sepi sekali" Ucap Nara sambil terisak


Nara berjalan cukup jauh tapi tetap saja Nara berada di jalan sepi tadi. Entah berapa panjang jalanan yang akan Nara lalui ini.




Dikantornya Cenzo hanya uring-uringan saja dari tadi. Cenzo sudah menyuruh Jimin untuk melacak keberadaan Nara tapi tak ketemu juga. Mereka bahkan sudah mengecek daftar penerbangan yang ada tapi tidak menemukan nama Nara satupun. Cenzo merasa sangat frustasi sekarang, entah apa yang harus dia lakukan sekarang.



"Bagaimana keadaan anak dan istriku jika aku tak bisa menemukannya seperti ini" Ucap Cenzo sambil memejamkan matanya.



Bertepatan saat itu Lucca sudah sampai disana. Setelah mendarat tadi Lucca segera pergi ke rumah Cenzo tapi Cenzo tak ada disana dan sedang ada di perusahaannya jadi dengan cepat Lucca langsung kesana.



"Kak...." Panggil Lucca begitu sampai dan melihat Cenzo, Jimin dan Suho sedang disana



"Syukurlah kau cepat datang, kita sudah kehabisan ide sekarang dan tak tau harus apa" Ucap Jimin sambil menyuruh Lucca untuk duduk.


__ADS_1


"Apa kalian sudah mengecek CCTV dirumah?" Tanya Lucca


"Sudah, anak buahku sedang mencari orang yang menculik Nara. Dari berita yang diketahui penculiknya adalah maid yang bekerja dirumah V selama ini" Jelas Jimin



"Baiklah kita tunggu saja dulu. Tapi kakak ipar belum juga ditemukan sekarang?" Kata Lucca


"Tidak" Jawab Cenzo dengan lemas


"Apa tidak ada tanda-tanda keberadaan kakak ipar sama sekali kak Cenzo?"


"Tidak ada Lucca, jika ada mungkin aku sudah menemukannya dari tadi" Cenzo mulai terpancing emosi sekarang



"Apa kalian sudah mengecek CCTV di bandara?" Tanya Lucca



Cenzo langsung berdiri dan berniat untuk pergi ke bandara. Jimin dan Suho yang melihat itu langsung menahan Cenzo agar tidak pergi sekarang.



"Benar yang dikatakan Lucca tadi, kita belum mengecek CCTV di bandara, jadi ayo kesana sekarang" Ucap Cenzo



"Kau gila, ini sudah tengah malam, besok pagi saja jika ingin kesana" Ucap Jimin


"Benar kata tuan Jimin bos, besok saja kita kesana" Suho pun membenarkan perkataan Jimin



"Tidak, jika kalian tak mau pergi sekarang maka aku akan pergi sendiri kalian tidak perlu ikut denganku" Cenzo memaksa untuk keluar sendiri.



Mereka bukan orang bodoh yang akan membiarkan Cenzo pergi dengan keadaan yang sangat buruk seperti ini. Dengan cepat Jimin menahan Cenzo agar tidak keras kepala untuk pergi kesana.


__ADS_1


"Lepaskan aku brengsek, aku mau mencari istri dan anakku" Teriak Cenzo



Lucca yang melihat Cenzo sudah kehilangan kendali akan dirinya sendiri langsung berdiri menghampiri Cenzo dan melayangkan pukulan kepada Cenzo.



"Sadarlah" Teriak Lucca tak kalah kencangnya.



"Bagaimana dengan Nara dan Clay, Lucca aku mengkhawatirkan mereka" Ucap Cenzo dengan lemah



"Sabarlah, kau kira kami semua juga tidak khawatir kepada mereka, apalagi jika kau seperti ini" Ujar Lucca mencoba untuk menenangkan kakaknya itu.



Jimin dan Suho sebenarnya sangat kasihan melihat Cenzo yang seperti itu. Mereka sangat mengerti jika Cenzo sangat mencintai Nara bahkan dia rela memberikan nyawanya demi Nara dan Anaknya.



"Sudahlah, sekarang kau tidur saja, aku dan yang lain akan memikirkan jalan keluarnya" Ucap Jimin



Cenzo pun langsung menuju ke sofa dan membaringkan dirinya. Saat sampai di sofa Cenzo langsung mengeluarkan kotak obat yang ada di sakunya setelah itu meminum satu butir obat itu. Obat yang Cenzo minum adalah obat tidur, jika tidak meminum itu Cenzo tidak akan bisa tidur.



Jimin, suho dan Lucca hanya bisa diam melihat Cenzo yang kembali meminum obat tersebut. Mereka tak bisa menahan Cenzo untuk tidak meminum sekarang.



Selagi Cenzo tidur, mereka bertiga pun mulai menyusun rencana yang akan mereka gunakan nanti untuk menemukan Nara dan menangkap seseorang yang menculik Nara dan Clay.



Next......

__ADS_1


__ADS_2