
Nara perlahan-lahan mulai membuka matanya.
"Oppa" Panggil Nara
"Yes Baby, kau sudah bangun"
"Hemm.... Kita dimana?"
"Toko perhiasan. Kita akan membeli cincin untuk menikah nanti.
Nara diam sejenak. Nara tak menyangka jika dirinya akan menikah sebentar lagi.
"Oppa, bagaimana dengan Papaku"
"Kita kunjungi dia nanti sekalian bilang kalau 3 hari lagi kita akan menikah"
"Baiklah"
"Ya sudah ayo masuk kedalam"
"Iya"
Cenzo segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Nara dan menggandeng tangan Nara selama perjalan masuk ke toko.
"Selamat datang tuan dan nona" Sapa para pelayan saat melihat Cenzo dan Nara masuk.
Cenzo dan Nara langsung berjalan menemui pemilik toko perhiasan tersebut.
"Tuan Vincenzo, silahkan diduk" Sapa Pemilik toko
"Bagaimana dengan cincinnya" Tanya Cenzo sambil duduk di sofa
"Sebentar akan saya ambilkan" Pemilik toko itu pergi mengambilkan cincin pernikahan yang sudah Cenzo pesan.
"Kau sudah memesan cincinnya?" Tanya Nara
"Sudah sekitar 1 minggu yang lalu Baby" Jawab Cenzo sambil merangkul Nara dan membawa Nara dalam pelukannya.
"Lepaskan nanti dilihat orang" Ucap Nara sambil mendorong Cenzo agar melepaskan pelukannya
"Biarkan mereka melihat, mereka juga punya mata"
Pemilik toko itu datang dan memberikan cincin pesanan Cenzo.
"Ini tuan cincinnya" Ucapnya sambil menyerahkan cincin itu
Cenzo segera membukanya dan menunjukkan kepada Nara.
"Bagaimana Baby apa kau suka?"
"Bagus sekali oppa, boleh aku coba"
"Biar aku pakaikan"
Cincin itu terlihat indah dan setelah dipakai oleh Nara terlihat begitu indah dan sangat pas dijari Nara.
__ADS_1
"Pas sekali oppa aku suka" Ucap Nara
"Tentu saja siapa yang memilihnya"
"Memang siapa oppa?"
"Suho"
"Dasar tak tau malu" Ucap Nara sambil melepas cincin itu dan mengembalikan ke dalam kotaknya.
Cincinnya sangat simpel dan elegan karena Nara suka yang seperti itu. Nara tidak begitu suka cincin dengan model yang sangat mencolok jadi pilihan Suho benar.
"Sekarang pulang yuk aku lelah" Ucap Nara
"Ayo Baby. Kau bungkus ini ya"
"Baik tuan" Pemilik toko itu segera membawa pergi cincinnya untuk dibungkus.
Sekitar 2 menit pelayan datang membawakan cincin Cenzo yang sudah dibungkus dengan rapi.
"Ini tuan" Ucapnya sambil menyerahkan kantong belanjaan kepada Cenzo
"Oke" Cenzo mengambil kantong itu dan segera pergi dari sana.
"Oppa ayo mampir ke kedai es krim dulu, aku ingin es krim" Ucap Nara saat sudah di dalam mobil.
"Katanya Capek. Dirumah kan juga ada es krim milikmu di lemari pendingin"
"No. Aku mau pergi ke kedai es krim, kalau kau tak mau aku bisa pergi sendiri"
Cenzo segera melajukan mobilnya ke salah satu kedai es krim terdekat. Hanya 10 menit mereka pun akhirnya sampai. Nara langsung turun dari mobil meninggalkan Cenzo.
"Dasar Babyku, lucu sekali" Ucap Cenzo sambil turun menyusul Nara.
Saat Cenzo datang Nara sudah selesai memesan dan sudah duduk menunggu pesanan datang.
"Oppa sini" Panggil Nara dengan senyuman yang begitu indah dipandang sampai-sampai membuat Cenzo terbengong.
"Oppa cepatlah" Panggilan Nara menyadarkan Cenzo dari lamunannya
"Aaahhhh.... iya Baby" Cenzo segera menghampiri Nara
"Aku sudah memesankan es krim rasa coklat untukmu"
"Aku tidak begitu suka makan manis-manis Baby"
"Tapi aku mau melihatmu makan es krim juga" Rengek Nara
"Tapi sedikit saja ya"
"Oke oppa"
Es krim mereka pun datang. Pelayan itu segera meletakkan pesanan Nara diatas meja. Nara sudah tak sabar ingin memakan es krim itu, matanya hanya tertuju pada es krim didepannya.
__ADS_1
"Selamat menikmati" Ucap Pelayan itu
"Terimakasih"
Selepas kepergian pelayan itu, Nara segera melahap es krim didepannya itu. Cenzo dibuat melongo melihat Nara yang ternyata memesan es krim dengan cup besar.
"Jangan banyak-banyak, es krim tidak baik untuk kesehatan" Ucap Cenzo
"Tenang saja aku kuat kok"
"Baby dengarkan aku, sebentar lagi acara pernikahan kita, aku tak mau jika kau sakit saat hari H nanti"
"Baiklah-baiklah, sisanya dibawa pulang ya, sayang kalau dibuang"
"Hemm"
Nara memakan es krim itu hanya beberapa suap kemudian Cenzo mengajaknya pulang dan Nara tak diperbolehkan makan es krim lagi.
"Satu suap lagi ya" Rayu Nara
"Tidak boleh. Satu hari kau hanya boleh memakan 2 sendok es krim, itu pun harus didepan ku langsung"
"Ini sangat tidak adil oppa"
"Sudahlah Baby dengarkan saja perkataanku, ini juga demi kebaikanmu. Sekarang ayo pulang"
Nara pulang dengan cemberut karena Cenzo. Tapi dipikir-pikir perkataan Cenzo ada benarnya juga. Cenzo tak ingin jika Nara sakit Nanti.
"Ayolah Baby ini demi kebaikanmu juga, jangan marah lagi ya" Ucap Cenzo di dalan mobil sambil mengelus kepala Nara
"Baiklah tapi belikan aku susu pisang ya"
"Susu pisang?, beli di mana Baby?"
"Di swalayan pasti ada"
"Baiklah"
Cenzo pun segera menuju ke swalayan, dan pas saat itu ada swalayan di dekat kedai es krim itu, jadi Cenzo tak perlu jauh-jauh.
"Aku tunggu sini saja oppa kau jangan lama-lama"
"Iya, susu pisangnya berapa?"
"Eemmm.... aku ingin 30 saja"
"30. Siapa yang akan kau ajak menghabiskannya Baby?"
"Aku sendiri, aku tak mau berbagi dengan orang lain".
Cenzo segera masuk kedalam untuk membeli susu pisang pesanan Nara. Tanpa basa-basi Cenzo segera membeli susu pisang itu dan langsung membayarnya.
Setelah kembali Cenzo melihat Nara yang sudah tertidur pulas.
"Huhhhhh..... untung saja sudah tidur jadi bisa langsung pulang tanpa mampir-mampir lagi.
__ADS_1
Dengan Cepat Cenzo melajukan mobilnya agar segera tiba dirumah sebelum Nara bangun.
Next......