Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
119. Keluarga keras kepala


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu. Disebuah rumah besar terlihat seorang anak laki-laki yang sedang merangkak menghampiri Daddy nya yang akan berangkat bekerja.


"Dad......" Ucap Anak laki-laki itu dengan ciri khas seorang anak kecil pada umumnya.


"Daddy harus bekerja dulu Clay, Kau dirumah saja dengan Mommy dan Kak Mate ya" Jelas Cenzo walaupun Clay tak akan mengerti perkataannya.


Melihat Cenzo berdiri dan memakai jasnya membuat Clay tiba-tiba langsung menangis dengan kencang. Cenzo dengan cepat berjalan menghampiri Anak kesayangannya itu.


"Jangan menangis Clay, Daddy benar-benar harus kerja" Kata Cenzo.


Bukannya diam Clay malah menangis dengan sangat kencang.


"Daad.... " Ucap Clay


"Oppa, Clay kenapa?" Teriak Nara yang baru saja selesai membersihkan dirinya dan segera menghampiri Cenzo.


"Dia tak mengizinkan aku kerja" Ucap Cenzo


Nara langsung mengambil Clay dalam gendongan Cenzo.


"Boy, Daddy harus bekerja, kau dirumah saja" Ucap Nara sambil mengelus-elus kelapa Clay.


Tapi Clay tidak mau diam juga, Clay terus saja menangis hingga membuat Cenzo dan Nara menjadi frustasi.


"Keras kepalamu menurun pada Clay, Baby" Ucap Cenzo


"Yaaa.... Kenapa kau jadi menyalakan aku Oppa" Kata Nara tak terima diejek oleh Cenzo.


"Memang benar kan"


"Bukannya kau yang keras kepala Oppa"


"Tidak, aku kan selalu sabar menghadapi mu" Ucap Cenzo sambil berlalu pergi.


"Oke, kalau begitu tidak ada jatah mulai dari sekarang" Teriak Nara sambil membawa Baby Clay ke tempat tidur dan menyusuinya.


Cenzo yang saat itu berjalan kearah pintu langsung menghentikan langkahnya. Dengan cepat Cenzo menghampiri Nara kembali.


"Baby jangan seperti itu" Ucap Cenzo sambil duduk di samping Nara

__ADS_1


"Sudah berangkatlah bekerja sana" Kata Nara


"Tidak, sebelum kau menarik perkataan mu aku tidak akan berangkat ke kantor"


"Sudah terbukti kan siapa yang keras kepala disini" Ucap Nara


"Baiklah baiklah, aku yang keras kepala. Sekarang tarik kembali ucapan mu yang tidak akan memberiku jatah"


"Akan aku pikirkan nanti, sekarang berangkat saja dulu"


"Tidak tidak, aku tidak mau berangkat" Ucap Cenzo yang bersikeras


"Ya sudah kalau begitu aku tidak akan menarik ucapan ku yang tadi"


Cenzo langsung berdiri dan mengambil tas kerjanya.


"Baiklah nyonya Cenzo yang terhormat, saya izin berangkat bekerja terlebih dahulu" Ucap Cenzo sambil mencium kening Nara dan Baby Clay secara bergantian.


"Saya izinkan" Sambil menggendong Baby Clay, Nara mengantarkan Cenzo sampai depan.


"Nanti siang kalau kau mau kekantor datanglah, sekalian bawakan aku makanan ya Baby" Teriak Cenzo dari dalam mobil


Setelah kepergian Cenzo, Nara masuk kedalam dan langsung menuju dapur memasakkan makanan untuk Baby Clay.


Terlihat Mate baru saja keluar dari dalam kamarnya bersama dengan Jimin. Jimin sudah berpakaian rapi dan bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.


"Nara tolong jaga Mate ya" Ucap Jimin sebelum berangkat


"Kau serahkan saja padaku anak ini" Kata Nara


"Papa berangkat kerja dulu ya Boy" Ucap Jimin sambil mencium kening Mate


"Yes Papa" Kata Mate. Perkataan Mate sudah mulai terdengar lebih jelas sekarang karena usianya juga sudah 3 tahun lebih.


Setelah Jimin berangkat Nara langsung menghampiri Mate dan mendudukkan Mate di meja makan miliknya yang berada di samping meja milik Clay.


Walaupun Nara harus mengasuh 2 anak tapi Nara tak ingin mempekerjakan baby sitter. Nara melakukan semuanya sendiri, alasannya karena Nara ingin mengikuti pertumbuhan Clay dan Mate dengan mata dan kepalanya sendiri.


__ADS_1



**Clay Wartheimer**



![](contribute/fiction/2867530/markdown/9226359/1638662786170.jpg)



![](contribute/fiction/2867530/markdown/9226359/1638662786164.jpg)



![](contribute/fiction/2867530/markdown/9226359/1638662786172.jpg)



![](contribute/fiction/2867530/markdown/9226359/1638662786166.jpg)



Baby Clay udah tumbuh gigi 4 ya



**Mate**



![](contribute/fiction/2867530/markdown/9226359/1638662786168.jpg)



Baby Mate ganteng banget nih kalau udah besar.



Next....

__ADS_1


__ADS_2