Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
145. Manyakitkan


__ADS_3

Malam hari telah tiba, Nara siuman sudah dari 3 Jam lalu dan saat ini Nara terlihat sedang menidurkan Clay sambil duduk diatas ranjang rumah sakit. Cenzo sendiri sekarang sedang tertidur diatas sofa.


Nara baru ingat bagaimana kabar Alice yabg sudah menolongnya waktu itu. Nara terdiam sambil memikirkan semua kejadian yang menimpanya beberapa hari lalu. Nara masih tak begitu percaya jika Dita sahabatnya sendiri yang melakukan itu.


Memikirkan itu membuat Nara tiba-tiba meneteskan air matanya. Kenangan bersama Dita mulai berputar di otak Nara. Bagaimana bisa Dita iri dengan kehidupannya jelas-jelas hidup yang Nara jalani adalah hidup yang sangat berat.


Beberapa saat kemudian Nara pun menghapus air matanya dan bersiap untuk istirahat saja.


"Semoga saja Oppa tidak tau jika yang melakukan semua ini adalah Dita" Ucap Nara sebelum tidur.


Nara langsung membaringkan tubuhnya disebelah Clay dan beberapa menit kemudian Nara sudah terlelap dalam tidurnya.


Nara tidak tahu jika dari tadi Cenzo melihat apa yang Nara lakukan dan mendengar perkataan Nara yang terakhir tadi.


Cenzo terbangun tadi saat Nara meletakkan Baby Clay disampingnya. Saat Cenzo akan berjalan menghampiri Nara tiba-tiba Cenzo melihat Nara yang terus saja terdiam kemudian Nara meneteskan air matanya. Cenzo tak jadi menghampiri Nara dan berpura-pura tertidur.


Cenzo tau juka Nara sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan benar jasa saat Nara bilang jika Dita lah yang melakukan semua ini. Dan sempat-sempatnya Nara bilang agar Cenzo tidak tau jika Dita pelakunya.


Cenzo keluar dari dalam ruangan rawat Nara dan duduk di salah satu kursi yang ada disana. Cenzo mengambil ponselnya dan menghubungi Lucca. Satu panggilan Lucca tak menjawabnya, setelah dua kali panggilan Lucca baru saja menjawabnya.


"Kenapa kak ini masih malah apa kau tidak melihat jam" Ucap Lucca saat panggilan sudah terhubung.


"Tidak ada alasan, aku hanya ingin bilang jika orang yang menculik Nara adalah sahabatnya sendiri yaitu Dita" Ucap Cenzo


"Lantas tidak mungkin jika kita akan bergerak sekarang kak, ini masih tengah malam" Kata Lucca


"Aku tidak memintanya untuk menangkapnya sekarang, aku hanya ingin memberitahumu itu saja. Ya sudah aku tutup"

__ADS_1


"Dasar Cenzo sialann......." Teriak Lucca dari sebrang telpon dan Cenzo langsung menutup panggilan tersebut.


Lucca dan Jimin tidak pulang ke rumah Cenzo, mereka menumpang tidur ditempat Suho, Cenzo tak tau apa alasan mereka tidur disana jelas-jelas Suho sangat merasa tertekan tadi dilihat dari raut wajahnya.




Dikamar Jimin terlihat Alice sedang berusaha untuk tidur. Alice terus saja mengubah posisinya tapi tetap saja dia tak bisa menemukan posisi yang nyaman untuk dirinya.



"Aaaagggghhh sialan... dasar pria brengsek, bagaimana bisa dia mengurung seorang wanita tanpa memberikannya makanan sama sekali. Aku sudah menghabiskan 8 botol air putih dan kantung kemih ku rasanya full terus" Ucap Alice dengan frustasi.



Alice berjalan mengelilingi ruangan untuk memeriksa semua isi dari ruangan tersebut. Alice dari tadi tak sempat memeriksanya dan hanya sibuk bolak-balik ke kamar mandi.




"Pasti ini lemari pakaian" Ucap Alice sambil membuka semua pintu lemari tersebut dan setelah sampai di lemari yang terletak paling ujung saat Alice membukanya Dia begitu terkejut.



"Waaahhhhhh benarkah ini" Ucap Alice sambil melihatnya dengan dekat.

__ADS_1



Bagaimana tidak terkejut Alice menemukan sebuah lemari pendingin kecil dengan isi yang begitu lengkap di dalamnya.



"Orang kaya memang berbeda, bagaimana mungkin mereka membuat lemari baju yang disisinya juga ada lemari pendingin juga" Ucap Alice sambil mengeluarkan semua makanan dan minuman yang ada didalam lemari pendingin itu.



Alice duduk diatas lantai sambil memakan semua makanan yang ada didepannya itu. Cacing yang ada diperutnya akan berasa sangat senang sekarang.



Setelah berhasil menghabiskan semua makanan itu, Alice mengambil salah satu kemeja dari dalam lemari tersebut dan mengganti bajunya dengan kemeja itu. Bajunya sudah beberapa hari Alice gunakan dan tidak menggantinya sana sekali.



Alice melihat pantulan dirinya dari cermin yang ada di depannya. Kemeja yang sedang Dia gunakan saat ini begitu besar.



"Terserah deh, yang penting sekarang aku sudah kenyang dan aku akan segera tidur"



Alice langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.

__ADS_1



Next.....


__ADS_2