Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
94. Cenzo pemalas


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu setelah pernikahan Cenzo dan Nara. Sekarang usia kandungan Nara memasuki usia 2 bulan.


Selama 1 bulan itu Cenzo tidak pernah berangkat ke kantor, setiap hari kerjaan Cenzo adalah tiduran diatas kasur bersama dengan Nara. Nara sudah sering menyuruh Cenzo untuk pergi ke kantor tapi Cenzo tak pernah mau.


"Oppa berangkatlah ke kantor sekarang, kau sudah satu bulan tak kekantor sama sekali" Ucap Nara


"Tidak Baby aku masih ingin bersamamu dan Junior"


"Ya sudah kalau begitu aku saja yang menggantikan mu di kantor"


"Kalau aku tak pergi berarti kau juga tak boleh Baby"


Nara sudah kehabisan kata-kata untuk membujuk Cenzo. Semua cara sudah Nara lakukan tapi Cenzo tetap keras kepala pada pendiriannya itu.


"Apa kau tak kasian pada Suho yang bolak-balik ke sini hanya untuk mengantarkan dokumen-dokumen padamu"


"Kan itu memang sudah tugasnya Baby"


"Kau..... Kalau kau tak berangkat ke kantor sekarang aku tak mau melihat wajahmu lagi" Ucap Nara dan pergi meninggalkan Cenzo


Cenzo langsung bangun dan berlari mengejar Nara. Bisa gawat jika Nara marah, Cenzo masih tak sanggup jika tidur tak memeluk Nara.


"Baby ayolah jangan marah" Ucap Cenzo sambil memeluk Nara dari belakang.


"Lepaskan aku. Aku tak mau melihatmu lagi"


"Baiklah, baiklah aku akan ke kantor sekarang" Kata Cenzo


Nara segera berbalik dan melihat Cenzo.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya tapi ada syaratnya"


"Apa?"


"Kau harus ikut bersamaku. Aku tak mau jauh-jauh dari Junior dan dirimu"


"Oke aku ikut. Nanti siang antarkan aku ke dokter untuk cek kandungan"


"Siap Nyonya Vincenzo yang terhormat"


Mereka berdua pun kembali kedalam kamar untuk bersiap-siap ke kantor. Selama satu bulan ini Nara ekstra sabar menghadapi Cenzo yang semakin hari semakin manja. Padahal Nara yang sedang hamil tapi Cenzo yang manja, Cenzo sangat tak bisa jauh dari Nara. Bahkan saat Nara mandi Cenzo selalu ikut.


Setelah semua sudah selesai mereka berdua segera turun untuk sarapan dan segera sarapan pagi sebelum berangkat.


"Baby ayo sarapan dulu" Ucap Cenzo


"Aku makan dikit aja ya Oppa"


"Iya"


Cenzo pun makan sambil menyuapi Nara karena Nara tak mau makan sendiri.


"Baby, bagaimana jika kita ganti panggilan kita" Kata Cenzo


"Ganti apa?"


"Yang lain, aku bosan jika kau memanggilku Oppa terus"


"Bagaimana dengan Chagiya, seperti dulu"


"Oke, kalau begitu aku akan memanggilmu darling"

__ADS_1


"Terserah kau saja"


Cenzo telah menyelesaikan makannya dan langsung berangkat ke kantor dengan Nara. Nara tadi hanya memakan 3 suapan saja dan meminum susu untuk ibu hamil.


"Chagiya ayo" Ucap Nara sambil masuk kedalam mobil.


"Yes darling" Cenzo pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Mereka sampai di kantor dan langsung menuju ruang Cenzo. Para karyawan menyapa mereka dengan sangat ramah.


Sesampainya di ruangan, Cenzo langsung disuguhi dengan dokumen-dokumen yang menggunung.


"Wahhh... banyak sekali" Ucap Nara


"Namanya juga sudah lama aku nggak masuk kerja Darling, ya begini jadinya"


"Siapa suruh nggak mau kerja"


"Ya sudah kamu tunggu di sofa dulu aku mau kerja"


Cenzo segera duduk di kursi kebesarannya dan Nara duduk di sofa sambil membaca novel yang tadi dia bawa.


"Chagiya, tak bisakah kau belikan tempat tidur untukku" Ucap Nara


"Kan dirumah sudah ada"


"Kamu kan selalu mengajakku ke kantor. Jadi maksudku tempat tidurnya di taruh disini, ruangannya kan juga masih luas"


"Nanti aku suruh Suho yang atur"


Cenzo kembali fokus pada pekerjaannya dan Nara juga terlarut dan novel yang dia baca. Dan diruang itu pun menjadi sangat hening.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2