Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
181. Salah paham


__ADS_3

Setelah dari ruangan kerja Cenzo, Jimin berjalan menuju taman belakang sambil memainkan ponselnya.


Jimin sedang mencari nomor ponsel milik Alice yang seingatnya sudah dia simpan.


Sesampainya di taman belakang rumah Jimin segera duduk disalah satu kursi taman dan mulai menelpon Alice.


Cukup lama Jimin menunggu tapi Alice tak kunjung mengangkat telepon darinya.


Sampai di detik-detik terakhir baru Alice mengangkat panggilan tersebut.


"Alice" Panggil Jimin saat panggilan sudah terhubung


"Iya tuan ada apa?" Jawab Alice dengan suara pelan dan sedikit bergetar


"Nara mencari dirimu, apa kau tidak ingin menjenguknya di rumah sakit"


"Apakah Nara sudah sadar?, bagaimana keadaannya sekarang tuan dia sudah baikan bukan?" Alice terdengar begitu antusias saat Jimin membahas tentang Nara


"Dia sudah sabar dari kemarin, dan masalahnya sekarang dia sedang mencari mu dan memintamu untuk datang menjenguknya"


Alice terdiam cukup lama tak menjawab perkataan dari Jimin itu.


Alice berfikir bagaimana caranya untuk menemui Nara sedangkan Cenzo sendiri memintanya untuk tidak dekat-dekat dengan Nara lagi.

__ADS_1


Apa yang harus Alice lakukan sekarang. Jika dia tak datang dia akan merasa begitu bersalah kepada Nara karena Nara sudah banyak membantunya.


"Alice, hallo apa kau masih di sana" Panggil Jimin lantaran Alice terus saja diam tak berkata apapun


"Sebelumnya maaf tuan, sebenarnya saya juga ingin bertemu dengan Nara tapi Tuan Vincenzo tidak memperbolehkan saya untuk bertemu dengan Nara lagi" Ucap Alice dengan suara yang terdengar begitu sedih


"Sudah kau tenang saja, Cenzo sudah tak marah lagi padamu karena kemarin kami sudah menemukan pelakunya jadi kau datang saja kapanpun kau mau"


"Benarkah begitu tuan, berarti tuan Cenzo tak marah kepada saya lagi"


"Tidak Alice, ya sudah aku tutup telponnya kau kalau mau datang kabari aku saja dulu nanti aku kirimkan supir untukmu"


"Baik tuan terimakasih banyak"


Masalah satu sudah selesai, sekarang saatnya Jimin untuk memilih mobil yang akan dia minta kepada Cenzo.


.


.


Dikamar anak-anak Cenzo terlihat sedang menemani anak-anak bermain sambil melihat-lihat beberapa dokumen yang Suho kirimkan kepadanya lewat email.


Sekitar setengah jam karena Cenzo terus saja sibuk dengan ponselnya Cenzo tak tau jika anak-anak sudah tertidur ditumpukkan mainan itu.

__ADS_1


"Kenapa sunyi sekali" Ucap Cenzo sambil menutup ponselnya


Saat Cenzo melihat ke depan senyum lebar langsung menghiasi wajahnya.


Cenzo melihat Mate dan Clay yang sudah tertidur dengan kepala Clay berbaring di atas paha Mate. Pasti kalian yang sudah memiliki anak akan merasakan bahagia yang amat sangat melihat pemandangan indah seperti itu.


"Kenapa anak-anak Daddy tidur disini, ini kan keras sayang" Ujar Cenzo sambil berdiri dan mulai memindahkan anak-anak keatas tempat tidur.


Anak-anak sudah tidur di atas tempat tidur yang nyaman dan Cenzo pun tak lupa untuk menyelimuti tubuh mereka.


Setelah tugasnya dirumah sudah selesai sekarang saatnya Cenzo kembali ke rumah sakit untuk menemani Nara.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Cenzo dengan cepat segera melajukan mobilnya ke rumah sakit. Sebelum berangkat tadi Cenzo sudah berpesan kepada Jimin dan Lucca untuk menjaga anak-anak di rumah.


.


.


Sesampainya di rumah sakit Cenzo melihat Nara sudah tertidur lelap. Cenzo duduk di kursi sebelah ranjang rawat Nara dan mulai mengelus-elus kepala Nara dan sesekali mengecup kening Nara.


"Baby aku datang, kau tidak apa-apa kan selama aku tinggal tadi. Anak-anak di rumah sudah tidur jadi akau segera berangkat kesini untuk menemui mu"


Jika Nara berbaring di atas ranjang rumah sakit seperti ini orang yang paling merasa bersalah adalah Cenzo. Cenzo sudah gagal untuk menjaga Nara dan membuat Nara aman.

__ADS_1


Karena hari sudah larut juga Cenzo pun memutuskan untuk tidur dengan posisi duduk dan tangannya dengan erat menggenggam tangan Nara.


Next....


__ADS_2